M O M S M O N E Y I D
Bugar

12 Sayuran untuk Diet agar Berat Badan Turun, Mau Coba?

 12 Sayuran untuk Diet agar Berat Badan Turun, Mau Coba?
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Yuk, intip beberapa sayuran untuk diet agar berat badan turun di sini. Coba konsumsi, yuk!

Menurunkan berat badan sering kali identik dengan rasa lapar, porsi makan yang dibatasi, dan pantangan panjang yang terasa menyiksa. Padahal, kunci diet yang sukses bukanlah sekadar mengurangi makan, melainkan memilih makanan yang tepat.

Salah satu kelompok makanan terbaik untuk membantu proses penurunan berat badan adalah sayuran. Rendah kalori, tinggi serat, serta kaya vitamin dan mineral, sayuran dapat membuat Anda kenyang lebih lama tanpa menambah asupan kalori berlebihan.

Baca Juga: 15 Menu Diet untuk Sarapan agar Berat Badan Turun

Melansir dari laman Eating Well, di bawah ini beberapa sayuran untuk diet agar berat badan turun:

1. Kembang Kol

Kembang kol sering digunakan sebagai pengganti makanan tinggi karbohidrat. Satu porsi kembang kol cincang hanya mengandung 27 kalori, 2 gram serat, dan 2 gram protein.

Ahli gizi Elysia Cartlidge, M.A.N., RD dari Haute & Healthy Living mengatakan bahwa kembang kol adalah sayuran yang mengenyangkan dan mudah diolah. Ia merekomendasikan memanggangnya dengan sedikit minyak zaitun, bawang putih bubuk, dan ragi nutrisi agar rasanya gurih dan renyah. Cara ini juga cocok bagi Anda yang tidak terlalu suka sayur karena aroma kembang kol panggang lebih lezat.

Sementara itu, ahli gizi Moushumi Mukherjee, MS, RDN menyarankan agar kembang kol diolah menjadi nasi kembang kol dengan memprosesnya menggunakan food processor. Hasilnya bisa digunakan untuk membuat smoothie, sup, kari, atau nasi goreng sehat. Karena rasanya lembut, kembang kol mudah dicampurkan ke berbagai hidangan tanpa mengubah rasa aslinya.

2. Labu Spageti

Menurut Cheryl Mussatto, M.S., RD, LD, penulis The Nourished Brain, labu spageti merupakan alternatif rendah kalori yang cocok menggantikan pasta biasa. Satu porsi labu spageti yang dimasak hanya memiliki sekitar 42 kalori, rendah lemak, dan kaya serat yang membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

Labu spageti juga cocok untuk penderita diabetes karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah seperti pasta tepung. Anda bisa mengganti sebagian atau seluruh pasta dengan labu spageti dan menambahkannya dengan sayuran berwarna serta sumber protein untuk menciptakan hidangan seimbang.

3. Alpukat

Meskipun secara teknis termasuk buah, alpukat sering dianggap sayur karena penggunaannya dalam makanan gurih. Alpukat tinggi lemak sehat tak jenuh tunggal yang dicerna perlahan sehingga membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Setengah alpukat mengandung sekitar 5 gram serat, yang cukup untuk memenuhi separuh kebutuhan serat per makan.

Ahli gizi menyarankan menambahkan seperempat hingga setengah buah alpukat ke dalam smoothie, salad, atau membuat guacamole sebagai camilan. Namun, perhatikan porsinya karena satu buah alpukat sedang memiliki sekitar 240 kalori.

4. Kubis

Ahli gizi Jinan Banna, Ph.D., RD menjelaskan bahwa kubis termasuk sayuran rendah kalori dan tinggi serat yang baik untuk menurunkan berat badan. Serat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, sementara kalorinya tetap rendah. Kubis juga termasuk dalam kelompok sayur silangan seperti brokoli dan kale yang mengandung senyawa pelindung tubuh dari kanker serta peradangan.

Anda bisa mengolahnya menjadi salad, coleslaw, atau bahkan kimchi, yang dapat mendukung kesehatan pencernaan.

Baca Juga: Bukan Nggak Ngemil! Ini 10 Snack untuk Diet yang Rendah Kalori Wajib Coba

5. Zucchini

Menurut Anya Rosen, M.S., RD, LD, CPT, zucchini merupakan sayur rendah kalori yang kaya serat dan mudah diolah. Satu porsi irisan zucchini hanya mengandung sekitar 18 kalori. Rasanya netral, sehingga bisa digunakan untuk berbagai hidangan manis maupun gurih.

Zucchini bisa ditambahkan ke oatmeal, smoothie, atau dijadikan zoodle (mie dari zucchini) sebagai pengganti pasta. Anda juga bisa memanggangnya untuk tambahan lauk sehat.

6. Selada Romaine

Selada romaine termasuk sayuran berkalori sangat rendah, hanya sekitar 8 kalori per porsi. Meski seratnya tidak terlalu tinggi, sayuran ini kaya folat dan mudah dipadukan dengan bahan lain.

Ahli diet Jennifer Fiske, M.S., RDN, LD menyebut romaine sebagai sayuran serbaguna yang bisa dijadikan bungkus selada, pelengkap sandwich, atau bahan salad. Ia juga menyarankan membeli selada utuh agar lebih tahan lama dibandingkan yang sudah dipotong.

7. Kacang Hijau

Kacang hijau atau kacang polong mengandung lebih banyak karbohidrat dibandingkan sayuran lain, tetapi juga tinggi serat dan protein. Satu porsi kacang polong mengandung sekitar 8 gram serat dan 8 gram protein.

Menurut penelitian dalam Journal of Obesity & Metabolic Syndrome tahun 2020, makanan tinggi protein membantu pembakaran kalori lebih efektif. Kacang polong bisa dinikmati sebagai lauk, campuran sup, atau tambahan pada nasi goreng.

8. Kale

Kale dikenal sebagai superfood rendah kalori dengan kandungan serat dan vitamin yang tinggi. Lisa Andrews, M.Ed., RD, LD menjelaskan bahwa tekstur kale yang agak keras membuat proses mengunyah lebih lama, membantu Anda makan lebih perlahan dan merasa kenyang lebih cepat.

Untuk mengurangi rasa pahitnya, pijat daun kale dengan sedikit minyak zaitun dan air lemon sebelum dicampur ke salad, atau olah menjadi keripik kale panggang yang renyah.

Baca Juga: 13 Makanan Rendah Kalori yang Bagus Dikonsumsi saat Diet

9. Bayam

Bayam memiliki rasa lebih lembut daripada kale dan bisa diolah ke berbagai menu. Setiap porsi bayam hanya mengandung 7 kalori, namun tetap kaya zat besi dan serat.

Bayam bisa ditambahkan ke smoothie, sup, atau tumisan. Jika mulai layu, Anda tetap bisa menyimpannya di freezer untuk digunakan kemudian.

10. Wortel

Wortel merupakan sumber serat dan antioksidan yang baik. Satu porsi wortel mengandung sekitar 3,5 gram serat dan hanya 52 kalori.

Ahli gizi Lisa Young, Ph.D., RDN, penulis Finally Full, Finally Slim, mengatakan bahwa wortel bisa diolah dengan berbagai cara. Anda bisa menikmatinya mentah sebagai camilan, dipanggang dengan rempah, atau dijadikan salad. Selain lezat, wortel juga membantu Anda merasa kenyang lebih lama.

11. Paprika

Menurut Christie Gagnon, RD, paprika mengandung lebih banyak vitamin C daripada jeruk. Penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C yang rendah berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh. Satu porsi paprika hanya memiliki 24 kalori dan 2 gram serat, menjadikannya pilihan tepat untuk diet.

Paprika merah, kuning, dan oranye memiliki rasa manis alami dan bisa disantap mentah, dicelup ke saus sehat seperti hummus, atau ditumis bersama sayuran lain.

12. Brokoli

Brokoli termasuk sayuran silangan yang memiliki senyawa aktif seperti sulforaphane dan indole-3-carbinol yang membantu melawan peradangan dan menjaga tekanan darah.

Satu porsi brokoli matang mengandung sekitar 5 gram serat dan 3,7 gram protein, serta terdiri dari 90 persen air yang membantu rasa kenyang lebih lama. Ahli gizi menyarankan memanggang brokoli dengan sedikit minyak zaitun agar teksturnya renyah dan aromanya keluar maksimal.

Baca Juga: 8 Manfaat Kesehatan Diet Mediterania yang Tak Banyak Diketahui

Nah, itu tadi beberapa sayuran untuk diet agar berat badan turun. Menambahkan sayuran ini ke dalam menu harian Anda bukan hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga memperbaiki kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jenis-Jenis Stres Menurut Psikologi, Ini Bedanya Stres Akut dan Stres Kronis!

Berdasarkan studi penelitian tentang jenis-jenis stres dalam psikologi, stres dibagi menjadi 3 jenis utama. Ini 3 jenis stres beserta gejalanya.

Cara Kumpulin Dana Darurat Rp10 Juta dalam 6 Bulan dengan Gaji Rp6 Juta

Target dana darurat Rp10 juta dalam 6 bulan? Simak hitungan setoran, cara mengatur gaji Rp6 juta, dan strategi agar tetap konsisten.​  

4 Manfaat Kimpul untuk Kecantikan Kulit, Atasi Jerawat hingga Penuaan Dini

Kimpul menyimpan nutrisi melimpah yang sangat berguna untuk merawat kecantikan kulit dari dalam. Ini 4 manfaat kimpul untuk kecantikan kulit.  

Orang Tua Pensiun? Ini Cara Menata Keuangan Keluarga biar Tetap Kokoh

Orang tua memasuki masa pensiun? Begini cara menata keuangan keluarga agar kebutuhan tetap aman tanpa membebani anak.

Scandi Farmhouse Jadi Tren Interior 2026? Ini Cara Menerapkannya di Rumah

Scandi farmhouse memadukan minimalis dan nuansa hangat untuk membuat rumah terasa rapi, terang, nyaman, dan natural.

Headboard Fleksibel, Trik Mudah Bikin Kamar Terlihat Mewah Tanpa Renovasi

Headboard fleksibel bisa bikin kamar terasa mewah dan personal tanpa renovasi besar. Simak cara memilihnya agar tetap nyaman.

Ketika Balas Budi Anak Tak Lagi Menjadi Rencana Pensiun Orangtua

Survei MAMI menunjukkan 93% responden Indonesia meyakini kemandirian merupakan warisan paling bermakna yang dapat ditinggalkan bagi keluarga.

Hujan Deras Masih Terjadi di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini Cuaca Besok (12/8)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Rabu 12 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat hanya di provinsi berikut ini.

Prakiraan Cuaca Sumsel Rabu (12/8), Antisipasi Udara Kabur di Wilayah Ini

Cek prakiraan cuaca Sumatera Selatan besok Rabu (12/8). Sejumlah wilayah diprediksi berawan hingga udara kabur.

Dua Hari Diperdagangkan di BEI, ETF Emas XMES Naik 24%

Baru melantai di BEI, produk ETF emas XMES menarik perhatian dengan kenaikan harga kumulatif 24% dalam dua hari perdagangan.