MOMSMONEY.ID - IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, didukung membaiknya sentimen global serta masih terjaganya momentum teknikal. Berikut proyeksi IHSG dan rekomendasi saham pilihan dari Kiwoom Sekuritas
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,80% ke level 6.236,13, sekaligus membukukan kenaikan 10,51% sepanjang Juli.
Meski IHSG menguat pada perdagangan terakhir, investor asing masih membukukan net sell Rp 34,82 miliar di pasar reguler. Hal ini menunjukkan penguatan pasar masih lebih banyak didorong oleh aksi beli investor domestik.
Baca Juga: Ini Dia Deretan Saham yang Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing Pada Pekan Lalu
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menjelaskan secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren positif setelah berhasil ditutup di atas EMA10 (6.177) dan EMA20 (6.135), serta mendekati EMA50 (6.244). Pola higher low yang terbentuk di atas ascending trendline juga menunjukkan peluang penguatan lanjutan masih terbuka.
Indikator RSI mengindikasikan momentum bullish mulai menguat dan masih memiliki ruang untuk berlanjut.
Selama IHSG mampu bertahan di area 6.200–6.180, indeks berpeluang menguji resistance 6.244. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan volume transaksi yang meningkat, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.315 untuk menutup area gap, bahkan hingga 6.377.
Sebaliknya, apabila IHSG kembali turun di bawah 6.180, indeks berisiko menguji area support 6.177 hingga 6.135.
Dari sisi global, sentimen positif datang dari penguatan Wall Street yang ditopang reli saham teknologi setelah kinerja Amazon melampaui ekspektasi. Meski demikian, pasar masih dibayangi sikap hawkish sejumlah pejabat Federal Reserve yang mengindikasikan suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi lebih lama.
Selain itu, kenaikan imbal hasil US Treasury dan memanasnya kembali hubungan dagang Amerika Serikat dan China juga menjadi faktor yang perlu dicermati investor.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan sejumlah data penting yang akan dirilis hari ini, seperti inflasi Juli, neraca perdagangan Juni, PMI manufaktur Indonesia, serta data ekspor-impor. Selain itu, percepatan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diharapkan menjadi sentimen positif jangka panjang untuk menarik aliran modal asing. Sementara itu, Bank Danamon memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tetap berada di kisaran 5,18%.
Baca Juga: Valuasi IHSG Menarik, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mirae Sekuritas (3/8)
Rekomendasi saham
Kiwoom Research menyarankan trader dapat melakukan buy on breakout apabila IHSG mampu menembus 6.244 dengan volume yang meningkat.
Sementara itu, investor yang telah memiliki posisi dapat hold atau averaging up pada saham-saham yang tetap berada di atas area support, dengan menerapkan trailing stop di kisaran 6.180.
Berikut rekomendasi saham pagi ini dari Kiwoom Sekuritas. Namun perlu diingat, rekomendasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.
1. ADMR: Entry buy 1.500–1.520, target 1.590–1.625, cut loss 1.420.
2. BRPT: Entry buy 1.830–1.880, target 2.090–2.220, cut loss 1.715.
3. PSAB: Entry buy 430–438, target 492–505, cut loss 418.
4. TPIA: Entry buy 2.130–2.180, target 2.370–2.460, cut loss 2.030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News