M O M S M O N E Y I D
Santai

Red String Theory: Takdir Percintaan dan Jodoh dari Tiongkok, Ini Penjelasannya

Red String Theory: Takdir Percintaan dan Jodoh dari Tiongkok, Ini Penjelasannya
Penulis: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Saat sedang membicarakan masalah jodoh di masa kini, istilah red string theory pasti akan muncul dalam sela-sela pembicaraan. Lalu, apa sebenarnya red string theory yang banyak jadi perbincangan?

Menurut sejarahnya, red string theory atau teori benang merah ini berkembang dari budaya Tiongkok yang berhubungan dengan masalah takdir percintaan.

Kepercayaan kuno ini menyatakan bahwa individu saling dihubungkan oleh benang merah halus jika ditakdirkan untuk menjadi belahan jiwa, terlepas dari waktu, tempat, atau keadaan.

Mengutip laman Myth Lok, kepercayaan ini berakar pada cerita rakyat Tiongkok kuno, tentang Red String of Fate yang juga dikenal dalam bahasa Mandarin sebagai Yuanfen sejak lebih dari seribu tahun yang lalu.

Baca Juga: Daftar 5 MBTI Paling Romantis pada Pasangan, Ada MBTI Anda?

Legenda mengatakan bahwa para dewa mengikatkan tali merah tak kasat mata di sekitar pergelangan kaki orang-orang yang ditakdirkan menjadi belahan jiwa.

Dalam budaya Barat, red string theory juga disebut sebagai invisible string.

“Teorinya adalah bahwa tali tak terlihat menghubungkan orang-orang yang ditakdirkan untuk bertemu, terlepas dari geografi, waktu, atau keadaan dalam kehidupan seseorang,” ungkap Terapis Hubungan dan Penulis MAN*ifesting Jaime Bronstein, kepada laman People.

“Teori ini menunjukkan, hubungan terjadi bukan semata-mata karena pilihan, melainkan karena takdir,” tambahnya

Benang merah atau red string ini digunakan sebagai lambang takdir, cinta, dan keterhubungan yang tak terpatahkan terlepas dari tantangan hidup yang mungkin menimpa dua individu yang ditakdirkan tersebut.

Laman Mochi Mag menyatakan, benang merahnya di antara dua orang yang ditakdirkan mungkin meregang atau kusut, tapi tidak pernah putus, dan akhirnya menyatukan dua orang.

Baca Juga: Tahi Lalat di Wajah Tentukan Kepribadian Anda, Cari Tahu Arti Letaknya di Sini

Kepercayaan tentang red string theory ini telah melampaui waktu dan meresap ke dalam budaya Tiongkok hingga sudah mempengaruhi seni, sastra, dan tradisi.

Red string theory sendiri paling sering dikaitkan dengan hubungan romantis, melambangkan hubungan takdir pertemuan antara dua orang yang dimaksudkan untuk menjadi satu pada akhirnya.

Jika masih penasaran dengan red string theory, cobalah menonton film dengan judul Till We Meet Again.

Film tersebut mengisahkan tentang kisah seorang manusia yang ber-reinkarnasi sebagai dewa cinta dan berurusan dengan takdir cinta manusia yang sudah terikat dengan benang merah.

Demikianlah penjelasan singkat tentang apa itu red string theory dan sejarahnya. Semoga membantu!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tampil Edgy ala Karina Aespa Lewat Koleksi Terbaru Converse Run Star Crush

Peluncuran Run Star Crush ini menjadi babak pertama dari kejutan gaya Karina sebagai global brand ambassador bersama Converse.

Katalog Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan Spesial Gajian Periode 24-30 Agustus 2026

Gajian datang. Cermati katalog promo Alfamidi Hemat Satu Pekan periode 24-30 Agustus 2026 untuk belanja irit.

Harga Emas Hari Ini Tembus US$ 4.600, Reli Makin Panas

Harga emas dunia menguat ke level tertinggi lebih dari tiga bulan, setelah kebijakan buyback utang AS memicu kekhawatiran pelemahan dollar.

Tak Sekadar Antar Pesanan, 810 Mitra Grab Berkumpul dan Rayakan Kebersamaan

Saat 810 Mitra Grab Tinggalkan Rutinitas Sejenak, Ada Lomba hingga Ribuan Kuliner untuk Rayakan Kebersamaan

Kapasitas Baterai Raksasa 8560mAh Honor Turbo 5G Awet 6 Tahun, Siap Dongkrak Daya

Layar AMOLED 120Hz berpadu daya super awet. Cek spesifikasi lengkap ponsel kelas menengah yang tampil paling mengesankan ini.

Tak Hanya Mental, Pasien Skizofrenia Juga Perlu Waspadai Berat Badan dan Gula Darah

Ketika Menjaga Kesehatan Mental Juga Berarti Menjaga Berat Badan dan Gula Darah                     

Perguruan Tinggi Perlu Adaptasi dengan Perkembangan AI, Ini Alasannya

Perkembangan AI membuat perguruan tinggi perlu ikut beradaptasi dalam kegiatan akademik, termasuk perlu memperhatikan keamanan jaringan dan data.

Siap-Siap Promo J.CO Anniversary ke-21, Borong 2 Lusin Donat Murah Hanya Rp 118 Ribu

Rayakan ulang tahun J.CO dengan promo J.CO Anniversary mulai 31 Agustus hingga 4 September 2026. Dapatkan paket Dozen maupun J.Cool dan J.Coffee.

Band Tiket Perkenalkan Vokalis Baru di Jakarta Coffee Festival 2026

Formasi Band Tiket kini terdiri dari Brian Kresna Putro pada drum, Opet Alatas pada bass, Arden Wiebowo pada gitar, dan Rifqi FTR sebagai vokalis.

Simak 6 Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas untuk Perdagangan Senin (24/8)

Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk Senin, 24 Agustus 2026 yang bisa dipertimbangkan investor dan trader.