M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ungkap Manfaat Kayu Manis untuk Diabetes, Bantu Turunkan Gula Darah

Ungkap Manfaat Kayu Manis untuk Diabetes, Bantu Turunkan Gula Darah
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Tahukah Anda bahwa ternyata ada sejumlah manfaat kayu manis untuk diabetes, lho. Ini ulasannya!

Kayu manis, salah satu rempah yang biasa ditemukan di dapur, ternyata memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan, khususnya dalam pengelolaan diabetes.

Kayu manis tidak hanya menambah cita rasa pada makanan, tetapi juga berperan penting dalam membantu menurunkan kadar gula darah.

Banyak penelitian telah mengungkap bahwa rempah ini bisa menjadi salah satu solusi alami bagi penderita diabetes.

Baca Juga: Gula Darah Tinggi Harus Makan Buah Apa ya? Inilah Daftarnya

Manfaat Kayu Manis untuk Diabetes

Melansir dari laman Healthline, inilah beberapa manfaat kayu manis untuk diabetes:

1. Kayu Manis Meniru Insulin dan Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Kayu manis dapat membantu meniru fungsi insulin di dalam tubuh. Kayu manis bekerja dengan meniru efek insulin, membantu memindahkan gula dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.

Selain itu, kayu manis juga dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga insulin lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah.

2. Kayu Manis Menurunkan Gula Darah Puasa dan Hemoglobin A1c

Penelitian menunjukkan bahwa kayu manis juga dapat menurunkan kadar gula darah puasa. Dalam sebuah studi, orang yang mengonsumsi kayu manis secara teratur mengalami penurunan kadar gula darah yang signifikan.

Selain itu, beberapa penelitian juga menemukan bahwa kayu manis dapat mengurangi kadar hemoglobin A1c, yang merupakan indikator pengendalian gula darah jangka panjang.

Baca Juga: 17 Makanan Terbaik untuk Dikonsumsi saat Berusia 50 Tahun ke Atas

3. Kayu Manis Mengurangi Lonjakan Gula Darah Setelah Makan

Setelah makan, kadar gula darah cenderung meningkat, terutama jika makanan yang dikonsumsi mengandung banyak karbohidrat.

Lonjakan gula darah ini dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif, yang berpotensi merusak sel-sel tubuh.

Kayu manis dapat membantu mengurangi lonjakan ini dengan memperlambat laju pencernaan makanan. Ini memungkinkan gula masuk ke dalam darah secara bertahap, sehingga kadar gula darah tetap lebih stabil.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kayu manis dapat menghambat enzim pencernaan yang memecah karbohidrat.

Ini berarti kayu manis dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam darah setelah makan, sehingga membantu menghindari lonjakan gula darah yang tiba-tiba.

4. Mengurangi Risiko Komplikasi Diabetes

Selain membantu mengontrol gula darah, kayu manis juga berpotensi menurunkan risiko komplikasi diabetes seperti penyakit jantung.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kayu manis dapat menurunkan tekanan darah. Ini sangat penting bagi penderita diabetes karena mereka lebih rentan terhadap penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, kayu manis juga kaya akan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan peradangan.

Baca Juga: Macam-Macam Khasiat Rebusan Daun Salam untuk Kesehatan Tubuh, Apa Saja?

Pilih Jenis Kayu Manis yang Tepat

Kayu manis umumnya tersedia dalam dua jenis: Ceylon dan Cassia. Kayu manis Cassia lebih mudah ditemukan dan lebih murah, tetapi mengandung senyawa kumarin dalam jumlah tinggi, yang jika dikonsumsi dalam jumlah besar dapat berdampak buruk pada hati.

Sebaliknya, kayu manis Ceylon, yang sering disebut sebagai kayu manis sejati, mengandung lebih sedikit kumarin dan lebih kaya akan antioksidan, sehingga dianggap lebih aman untuk konsumsi jangka panjang.

Itulah ulasan lengkap terkait manfaat kayu manis untuk diabetes. Kayu manis adalah rempah yang sangat bermanfaat untuk mengelola diabetes.

Namun, penting untuk mengonsumsi kayu manis dalam jumlah yang tepat dan memilih jenis yang lebih aman, seperti kayu manis Ceylon. Tetap konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi kayu manis untuk mengelola diabetes untuk menjamin keamanannya. Semoga bermanfaat.

Tonton: 9 Tanda Diabetes yang Bisa Muncul pada Kulit, Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jadwal Buka Puasa Kota Mojokerto Ramadan 5 Maret 2026 dari Kemenag

Ini dia jadwal buka puasa Kota Mojokerto Ramadan 5 Maret 2026 dari Kemenag resmi. Catat, ya!        

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok (6/3), Hujan Turun di Wilayah Ini

​BMKG memperkirakan cuaca besok Jumat (6/3) di wilayah Jawa Timur akan didominasi berawan dan hujan ringan.

Hujan Turun Hampir di Semua Daerah, Pantau Prakiraan Cuaca Besok (6/3) di Jawa Barat

​BMKG memperkirakan, cuaca besok di wilayah Jawa Barat akan didominasi hujan ringan. Simak selengkapnya berikut ini.

Promo Alfamart Serba Gratis 1-15 Maret 2026, Susu Steril-Teh Hijau Beli 2 Gratis 1

Alfamart tawarkan promo Serba Gratis 1-15 Maret 2026. Ada Beli 1 Gratis 1 hingga Beli 3 Gratis 1, pastikan Anda tidak melewatkan kesempatan ini!

Bakal Diguyur Hujan Ringan, Berikut Prakiraan Cuaca Besok (6/3) di Jakarta

​BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan diguyur hujan ringan, dengan suhu cuaca di rentang 24-28 °C.

Harga Emas Global Lanjut Naik di saat Otot Dollar AS Melemah

Harga emas hari ini di pasar global melanjutkan kenaikan di atas US$ 5.100 per troi ons, setelah kemarin ditutup menguat 1%. 

Eufy Luncurkan Robot Vacuum Omni C28 untuk Bantu Bersihkan Rumah

​Anker melalui brand Eufy meluncurkan robot vacuum Omni C28 untuk membantu pekerjaan rumah tangga lebih praktis.

Berat Badan Anak Kurang? Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Stunting

Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University Prof. Ali Khomsan mengingatkan, berat badan anak yang kurang bisa meningkatkan risiko stunting lo.​

Program Pendampingan Gizi Nestle Jangkau 598 Keluarga Berisiko Stunting

Program Pendampingan Gizi Nestle jangkau 598 keluarga dengan anak berisiko stunting di Kabupaten Karawang, Batang, dan Pasuruan.

Jelang Libur Lebaran, Maybank Indonesia Imbau Waspada Penipuan Digital

Inilah modus penipuan digital terkini serta langkah preventif yang dapat dilakukan masyarakat, menurut Maybank Indonesia.