MOMSMONEY.ID - Berikut adalah hambatan transfer uang ke luar negeri yang sering terjadi dan solusi praktisnya agar lebih cepat, transparan, dan efisien.
Transfer uang ke luar negeri kini makin sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia, bukan hanya pelaku bisnis besar.
Kebutuhan seperti pembayaran pendidikan, kerja remote, belanja internasional, hingga membantu keluarga di luar negeri membuat layanan ini semakin dibutuhkan.
Sayangnya, proses transfer lintas negara masih kerap dianggap ribet, mahal, dan memakan waktu. Banyak pengguna mengaku harus berpikir dua kali karena biaya tak terduga dan ketidakpastian waktu dana sampai.
Melansir dari DBS Digibank, tantangan utama transfer internasional masih berkutat pada biaya, kecepatan, dan transparansi layanan.
“Perbedaan sistem perbankan dan zona waktu antarnegara masih menjadi faktor utama lambatnya transfer dana lintas negara,” mengutip dari laman DBS Digibank.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Finansial Kelas Menengah yang Bisa Menghambat Kemajuan Hidup
Biaya transfer internasional masih jadi hambatan utama
Salah satu keluhan paling sering muncul adalah soal biaya. Jika transfer antarbank di dalam negeri relatif murah, pengiriman uang ke luar negeri bisa jauh lebih mahal.
Besarnya biaya sangat bergantung pada jumlah dana yang dikirim, negara tujuan, serta bank yang terlibat sebagai perantara.
Selain itu, layanan dengan estimasi sampai di hari yang sama biasanya dikenakan biaya lebih tinggi. Kondisi ini membuat banyak orang harus menghitung ulang anggaran sebelum mengirim dana, terutama untuk kebutuhan rutin atau nominal besar.
Nilai tukar mata uang bikin perhitungan makin rumit
Selain biaya administrasi, nilai tukar juga menjadi faktor penting yang sering bikin dilema. Kurs mata uang bisa berubah setiap hari, bahkan dalam hitungan jam.
Jika tidak diperhatikan, selisih kurs bisa membuat jumlah dana yang diterima jauh dari perkiraan awal lo.
Tak sedikit orang akhirnya menunda transfer karena menunggu nilai tukar yang lebih menguntungkan. Dalam konteks bisnis atau pembayaran profesional, fluktuasi ini bisa berdampak langsung pada arus kas dan kepercayaan mitra.
Waktu pengiriman sering tidak sesuai ekspektasi
Masalah lain yang sering terjadi adalah lamanya proses pengiriman. Meski sudah memilih layanan cepat, transfer internasional tetap bergantung pada jam operasional bank di masing masing negara.
Perbedaan zona waktu, batas kliring, hingga hari libur nasional kerap memperpanjang proses.
Sebagai contoh, transfer yang dilakukan pagi hari di Indonesia bisa baru diproses keesokan harinya jika negara tujuan sedang di luar jam kerja. Hal ini jelas menyulitkan jika dana dibutuhkan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Jaga Aset Berharga Kamu! Ini Strategi Refinancing untuk Stabilitas Finansial
Transparansi biaya masih sering dipertanyakan
Banyak pengguna merasa kurang mendapatkan informasi detail soal potongan biaya. Tidak semua layanan menjelaskan sejak awal berapa total biaya yang dikenakan dan berapa dana bersih yang akan diterima.
Kurangnya transparansi ini berisiko menimbulkan kesalahpahaman, terutama untuk transaksi bisnis. Jika dana yang diterima tidak sesuai kesepakatan, pengirim terpaksa melakukan transfer tambahan yang tentu menambah biaya.
Proses konvensional menyita waktu dan tenaga
Metode transfer yang mengharuskan datang langsung ke kantor bank juga masih menjadi kendala. Di tengah aktivitas kerja dan mobilitas tinggi, menyempatkan diri datang ke kantor cabang bukan hal mudah.
Mulai dari antrean, pengisian dokumen, hingga verifikasi manual membuat proses terasa kurang praktis. Kondisi ini mendorong masyarakat mencari alternatif yang lebih fleksibel dan sesuai gaya hidup digital.
Layanan digital jadi jawaban kebutuhan saat ini
Perkembangan teknologi keuangan menghadirkan solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Layanan remittance berbasis aplikasi memungkinkan transfer uang ke luar negeri dilakukan kapan saja tanpa harus datang ke kantor fisik.
Pendekatan digital, pengguna bisa melihat estimasi biaya lebih jelas, memantau proses pengiriman, serta menghemat waktu dan tenaga. Model ini dinilai lebih sesuai bagi masyarakat Indonesia yang semakin terbiasa dengan layanan serba online.
Transfer uang ke luar negeri memang tidak sesederhana transfer domestik. Ada banyak faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari biaya, nilai tukar, waktu pengiriman, hingga transparansi layanan.
Baca Juga: Kebutuhan Mendesak: KTA atau Multiguna, Mana yang Paling Tepat untuk Anda?
Namun dengan memahami hambatan sejak awal, masyarakat bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dan efisien.
Di era digital seperti sekarang, solusi transfer lintas negara terus berkembang dan memberikan kemudahan yang semakin nyata.
Yang terpenting, pilih layanan yang aman, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan finansial Anda.
Selanjutnya: Makin Diminati, Pelanggan Suite Class Compartment Tumbuh 74,1% Sepanjang Januari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News