MOMSMONEY.ID - Berikut hambatan transfer uang ke luar negeri yang sering dialami banyak orang beserta solusi mudah yang bisa kamu lakukan.
Transfer uang ke luar negeri kini bukan lagi urusan perusahaan besar atau eksportir skala raksasa. Masyarakat umum, pekerja lepas, pelaku UMKM, hingga keluarga dengan kebutuhan lintas negara semakin sering melakukannya.
Sayangnya, proses pengiriman dana internasional masih kerap memunculkan kendala yang membuat banyak orang ragu lo.
Mulai dari biaya yang terasa mahal, waktu pengiriman yang lama, hingga kurangnya kejelasan potongan dana yang diterima.
Melansir dari DBS Digibank, tantangan utama transfer internasional saat ini bukan hanya soal nominal, tetapi juga kecepatan, transparansi, dan kemudahan akses.
Kondisi ini membuat kebutuhan akan sistem transfer yang pas dengan gaya hidup perkembangan digital semakin mendesak.
“Transfer lintas negara membutuhkan pemahaman yang matang agar pengguna tidak dirugikan oleh biaya tersembunyi dan keterlambatan proses,” mengutip dari laman DBS Digibank.
Baca Juga: Strategi Lump Sum: Solusi Pembayaran Sekaligus, Apa Untungnya? Simak yuk
Alasan biaya transfer ke luar negeri terasa tinggi?
Salah satu keluhan paling umum dari masyarakat adalah biaya transfer yang terasa jauh lebih mahal dibandingkan transaksi dalam negeri.
Hal ini wajar karena transfer internasional melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari bank pengirim, bank perantara, hingga bank penerima.
Besarnya biaya juga sangat dipengaruhi oleh jumlah dana yang dikirim, negara tujuan, serta mata uang yang digunakan.
Selain itu, nilai tukar yang berubah setiap hari membuat total dana yang diterima bisa berbeda dari perkiraan awal. Bagi pelaku usaha, kondisi ini cukup berisiko karena berpengaruh langsung pada arus kas dan perencanaan keuangan.
Waktu pengiriman sering tidak sesuai ekspektasi
Selain biaya, waktu pengiriman menjadi hambatan berikutnya. Tidak sedikit pengguna yang berharap dana bisa diterima cepat, namun kenyataannya proses transfer bisa memakan waktu beberapa hari.
Perbedaan zona waktu antarnegara menjadi salah satu penyebab utama. Transaksi yang dilakukan pada jam kerja di Indonesia bisa tertunda karena di negara tujuan sudah memasuki malam hari.
Belum lagi jika proses transfer bertepatan dengan akhir pekan atau hari libur nasional, waktu tunggu bisa semakin panjang.
Transparansi biaya masih jadi persoalan
Masalah lain yang sering luput dari perhatian adalah minimnya transparansi biaya. Banyak pengguna baru mengetahui adanya potongan tambahan setelah dana diterima oleh pihak tujuan.
Situasi ini tentu menyulitkan, terutama untuk transaksi bisnis yang membutuhkan kepastian jumlah pembayaran. Ketika nominal yang diterima tidak sesuai kesepakatan, pengirim terpaksa melakukan transfer ulang dan kembali menanggung biaya tambahan.
Baca Juga: Keputusan KPR Salah? Gaya Hidup & Keuangan Anda Taruhannya lo, Segera Hindari
Ketergantungan pada kantor fisik kurang relevan
Di tengah era digital, sebagian layanan transfer uang ke luar negeri masih mengharuskan nasabah datang langsung ke kantor bank. Bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi, hal ini terasa tidak praktis.
Waktu antre, pengisian dokumen manual, serta keterbatasan jam operasional bank menjadi hambatan tersendiri. Padahal kebutuhan transfer sering kali bersifat mendesak dan tidak selalu bisa menunggu jam kerja.
Perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan
Seiring meningkatnya literasi keuangan digital, masyarakat Indonesia mulai lebih selektif dalam memilih layanan keuangan. Kemudahan akses melalui aplikasi, kecepatan proses, serta kejelasan informasi kini menjadi faktor utama.
Layanan berbasis digital dari sektor perbankan modern menunjukkan bahwa hambatan klasik transfer internasional sebenarnya bisa diminimalkan.
Pengguna kini cenderung memilih solusi yang memberi kontrol penuh atas transaksi tanpa harus bergantung pada proses manual.
Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum transfer
Agar proses transfer uang ke luar negeri berjalan lebih lancar, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sejak awal.
Pastikan pengguna memahami struktur biaya yang berlaku, memantau nilai tukar terkini, serta memilih layanan yang memberikan informasi transaksi secara jelas.
Menyesuaikan metode transfer dengan urgensi kebutuhan juga penting agar dana bisa diterima tepat waktu tanpa menimbulkan biaya tambahan yang tidak perlu.
Baca Juga: Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses
Transfer uang ke luar negeri adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern yang semakin terhubung secara global.
Meski masih memiliki berbagai hambatan, tantangan tersebut dapat diminimalkan dengan pemahaman yang tepat dan pemanfaatan teknologi digital.
Melalui pendekatan yang cermat, masyarakat Indonesia dapat melakukan transfer internasional secara lebih aman, efisien, dan sesuai kebutuhan zaman.
Selanjutnya: Freeport Indonesia Targetkan Penjualan Emas 830.000 Ons pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News