MOMSMONEY.ID - Punya aset tapi bingung mau jaminan atau tidak? Kredit multiguna tawarkan plafon besar. Hitung keuntungannya sebelum mengajukan.
Di tengah kebutuhan hidup yang makin beragam, banyak masyarakat Indonesia mencari solusi pinjaman yang cepat namun tetap aman secara finansial.
Dua produk yang paling sering dibandingkan adalah kredit multiguna dan kredit tanpa agunan atau KTA. Keduanya sama-sama fleksibel dari sisi penggunaan dana, tetapi punya risiko dan konsekuensi yang sangat berbeda.
Jika salah memilih, cicilan justru bisa mengganggu stabilitas keuangan jangka panjang. Melansir dari OCBC, memahami karakter pinjaman sebelum mengajukan kredit menjadi langkah penting agar keputusan finansial lebih terukur dan rasional.
“Pemilihan jenis kredit sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, kemampuan membayar, serta risiko yang sanggup ditanggung,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: Cara Aman Menggunakan Kartu Kredit di Tengah Maraknya Penipuan Online
Apa itu kredit multiguna dan bagaimana cara kerjanya?
Kredit multiguna merupakan jenis pinjaman yang menggunakan aset pribadi sebagai jaminan. Aset tersebut bisa berupa rumah, apartemen, ruko, atau kendaraan bermotor yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dinilai oleh pihak bank. Keberadaan jaminan membuat pinjaman ini dinilai lebih aman dari sisi pemberi kredit.
Karena risikonya lebih rendah, kredit multiguna biasanya menawarkan plafon dana yang lebih besar dengan tenor panjang. Tidak jarang masa cicilan bisa mencapai belasan tahun, sehingga beban angsuran bulanan terasa lebih ringan.
Jenis pinjaman ini kerap dimanfaatkan untuk kebutuhan besar seperti renovasi rumah, biaya pendidikan, atau modal usaha jangka menengah.
Mengenal KTA sebagai solusi dana cepat tanpa jaminan
Berbeda dengan kredit multiguna, KTA tidak mengharuskan nasabah menyerahkan aset apa pun sebagai jaminan. Proses pengajuannya relatif lebih simpel karena hanya mengandalkan data penghasilan dan riwayat kredit.
Hal inilah yang membuat KTA sering dipilih oleh mereka yang membutuhkan dana dalam waktu singkat.
Namun, kemudahan tersebut juga membawa konsekuensi. Jumlah dana yang ditawarkan KTA umumnya lebih terbatas, dengan tenor yang lebih pendek.
Selain itu, bunga KTA cenderung lebih tinggi karena seluruh risiko pinjaman sepenuhnya berada di pihak pemberi kredit.
Perbedaan kredit multiguna dan KTA yang wajib dipahami
Perbedaan utama antara kredit multiguna dan KTA terletak pada jaminan, plafon pinjaman, dan tingkat bunga. Kredit multiguna mensyaratkan adanya aset, tetapi sebagai gantinya menawarkan bunga yang lebih rendah dan dana yang lebih besar.
Sementara itu, KTA unggul dari sisi kepraktisan karena tidak membutuhkan jaminan, namun biaya kreditnya lebih tinggi dan cicilannya relatif lebih berat.
Dari sudut pandang perencanaan keuangan, kredit multiguna lebih cocok untuk kebutuhan jangka panjang, sedangkan KTA lebih pas untuk kebutuhan mendesak dan nominal terbatas.
Baca Juga: Cara Karyawan Lolos Pengajuan KPR di 2026 dengan Persiapan yang Lebih Matang
Menentukan pilihan pinjaman sesuai kondisi keuangan pribadi
Memilih jenis pinjaman tidak bisa hanya melihat kemudahan pencairan dana. Faktor kestabilan penghasilan, tujuan penggunaan, serta kemampuan membayar cicilan harus menjadi pertimbangan utama. Jika memiliki aset dan rencana keuangan yang matang, kredit multiguna bisa menjadi opsi yang lebih efisien.
Sebaliknya, bagi mereka yang belum memiliki aset atau tidak ingin menjaminkan harta pribadi, KTA bisa menjadi solusi sementara dengan catatan tetap memperhitungkan risiko bunga dan tenor yang lebih pendek. Pendekatan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berperan besar dalam menjaga kesehatan finansial.
Kredit multiguna dan KTA sama-sama hadir untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan finansialnya. Perbedaannya terletak pada risiko, bunga, jangka waktu, serta konsekuensi jangka panjang yang menyertainya.
Setelah Anda memahami karakter masing-masing pinjaman, keputusan yang diambil tidak hanya cepat, tetapi juga lebih bijak. Pada akhirnya, pinjaman terbaik adalah yang selaras dengan kemampuan finansial dan tujuan hidup, bukan sekadar yang paling mudah diajukan.
Selanjutnya: Komisaris Merdeka Copper (MDKA) Borong 350.000 Saham, Ini Tujuannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News