M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Toilet Duduk vs Toilet Jongkok, Mana Yang Lebih Baik Untuk Kesehatan?

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID -  Toilet duduk vs toilet jongkok telah menjadi perdebatan sejak lama. Pendukung toilet jongkok memiliki argumen bahwa posisi jongkok lebih memudahkan tinja untuk keluar. Namun bagi orang barat yang terbiasa dengan toilet duduk, mungkin belum terbiasa dengan posisi jongkok pada toilet. 

Asal tahu saja, toilet duduk ditemukan oleh Sir John Harington pada akhir abad ke-16. Namun toilet duduk baru bisa digunakan secara massal pada abad ke-19. 

Baca Juga: Lakukan Cara Ini untuk Merawat Rambut Berminyak dan Rontok Pada Pria

Beberapa negara barat sampai saat ini terbiasa dengan menggunakan toilet duduk. Sementara toilet jongkok lebih banyak digunakan di negara berkembang.

Melansir Daily Mail, Gastroenerologis Western Sydney University Vincent Ho mengungkapkan beberapa keuntungan dari toilet jongkok. Pertama, pada bagian tubuh manusia dikenal dengan istilah rektum.

Rektum adalah bagian dari usus besar dekat anus ang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Saat rektum terisi dengan tinja, maka rektum akan berkontraksi dan menyebabkan otot polos saluran anus menjadi rileks. 

Otot puborectalis yang mengelilingi rektum seperti selempang biasanya menarik rektum ke depan untuk menciptakan sudut yang rapat. Sudut ini dikenal dengan sudut anorektal. Selama buang air besar, otot puborectalis akan mengendur dan sudut anorektal akan melebar.

Nah, posisi jongkok saat buang air besar memungkinkan bagian menjadi lebih lebar sehingga membantu pengeluaran feses jadi lebih mudah dan lebih lancar.

Dari beberapa eksperimen yang telah dilakukan, ada perbedaan antara posisi jongkok dan duduk. Peneliti Israel Dov Sikirob mempelajari 28 sukarelawan sehat untuk mencatat berapa lama mereka buang air besar dan seberapa sulit usaha mereka. 

Para relawan ini duduk di toilet yang memiliki ketinggian berbeda yakni 42 dan 32 cm, serta berjongkok di atas wadah plastik. Mereka mencatat gerakan usus berturut-turut di setiap posisi buang air besar. 

Rata-rata buang air besar di toilet jongkok adalah 51 detik. Sedangkan buang air besar di toilet duduk yang lebih rendah membutuhkan 114 detik dan toilet duduk yang lebih tinggi membutuhkan 130 detik. Peserta juga menemukan fakta bahwa buang air besar lebih mudah di toilet jongkok dari pada saat duduk. 

Penelitian yang dilakukan di Jepang mengamati 6 sukarelawan yang rektumnya diisi dengan larutan kontras dan diminta untuk mengeluarkan cairan dengan duduk dan jongkok. Peneliti menemukan bahwa sudut anorektal memiliki lebar yang lebih baik saat di posisi jongkok. Peserta juga mengalami lebih sedikit ketegangan perut saat jongkok. 

Orang yang mengejan secara berlebihan lebih rentan mengalami robekan pada lapisan anus. Suatu studi di Pakistan pernah mengamati peserta yang memiliki keluhan ini dengan gejala buang air besar yang menyakitkan dan keluar darah dari rektum. Saat peserta mengadopsi postur jongkok untuk buang air besar, gejala menjadi berkurang dignifikan. 

Beberapa penelitian tersebut mungkin telah menjelaskan perdebatan toilet duduk vs toilet jongkok. Namun sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan orang kesulitan buang air besar atau tidak. Beberapa faktor tersebut antara lain pola makan, olahraga, obat-obatan dan asupan cairan. 

Sehingga soal mana yang lebih sehat antara toilet duduk vs toilet jongkok masih perlu dilakukan penelitian yang lebih dalam. Pasalnya saat ini tidak ada bukti kuat bahwa buang air besar dengan cara jongkok bisa mengobati atau menyembuhkan wasir. 

Serta tidak ada pasti bahwa buang air besar di toilet duduk bisa menyebabkan divertikulosis kolon atau adanya kantong pada dinding usus besar. Bahkan buang air besar di toilet jongkok pun masih memiliki risiko memicu peningkatan tekanan darah pada orang sehat maupun penderita hipertensi. Beberapa kasus stroke ditemukan saat buang air besar di toilet jongkok. 

Baca Juga: 5 Cara Membantu Anak Remaja Menghadapi Kesedihan dengan Tepat

Demikian informasi mengenai perdebatan toilet jongkok vs toilet duduk. Jika Anda ingin mendapatkan manfaat dari toilet jongkok di toilet duduk, bisa menggunakan pijakan kaki yang agak tinggi supaya postur menyerupai sedang jongkok. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil French Open 2026: Putri dan Raymond/Joaquin juga Melangkah ke 8 Besar

Hasil French Open 2026 babak 16 besar, tunggal putri Putri Kusuma Wardani dan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga ke perempatfinal.

Hasil French Open 2026: 2 Tunggal dan 1 Ganda Campuran Indonesia ke Perempatfinal

Hasil French Open 2026 babak 16 besar, Kamis (22/10), dua tunggal dan satu ganda campuran Indonesia melaju ke perempatfinal.

Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Jumat (23/10), Hujan Ringan Turun di 5 Wilayah Ini

Prakiraan cuaca besok Jumat (23/10) di Jakarta mengacu ramalan BMKG, sejumlah wilayah turun hujan pada sore hari.

Aromanya Unik Khasiatnya Ciamik! Ini 7 Manfaat Natto, Bagus buat Bantu Turunkan BB

Manfaat natto bagi tubuh ternyata sangat luar biasa. Simak rahasia superfood Jepang ini dalam menjaga pencernaan, imun, hingga kesehatan jantung.

Jaga Keamanan Siber saat Melamar Kerja, Simak Berberapa Tips Berikut

Pencari kerja juga harus memahami informasi apa saja yang aman untuk dibagikan dan bagaimana cara melindungi akun dan perangkat mereka.

Ingin Tampak Bugar & Segar? Ini 7 Rahasia Cara Hidup Sehat dan Awet Muda secara Alami

Penuaan dini bisa Anda cegah dengan gaya hidup yang tepat. Simak panduan cara hidup sehat dan awet muda secara alami di sini.

Praktis & Sehat! Ini Manfaat Protein Bar untuk Diet serta Tips Memilihnya yang Tepat

Protein bar adalah camilan sehat dan praktis yang bisa menjaga energi serta memberi rasa kenyang. Simak manfaat dan cara tepat memilihnya.

Daun Cincau Ternyata Punya Potensi Ekspor Yang Menyegarkan

Ekspor daun cincau kering asal Jawa Tengah sudah menyebar ke sejumlah negara di Asia Tenggara hingga Tiongkok. 

Sadar Lemari Dorong Tanggung Jawab Masyarakat atas Limbah Pakaian

Founder Sadar Lemari Sarah Ratu Satriavi mengatakan, pakaian berbahan sintetis jika tidak diolah dengan benar akan menghasilkan zat berbahaya.

11 Provinsi Ini Masih Hujan Lebat, Berikut Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (23/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Jumat 23 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.