MOMSMONEY.ID - Pamor olahraga raket, salah satunya tenis makin digemari. Mulai dari anak-anak, remaja hingga usia dewasa. Metro Tennis Terminal, exclusive tennis retailer for on, melihat kebutuhan banyak orang untuk mengikuti olahraga tenis kian tinggi.
Menurut Michael Luhukay, CMO Metro Tennis Terminal, Serve & Social, tenis sedang masuk ke fase yang sangat menarik. Ini bukan lagi hanya olahraga kompetitif, tetapi juga menjadi bagian dari lifestyle, networking, wellness, dan personal expression.
"Melalui Serve & Social, kami ingin mempertemukan orang-orang yang sedang membentuk scene tenis Jakarta dari pemain, kreator, public figures, sampai brand dalam satu pengalaman yang curated dan meaningful," ujar Michael dalam keterangan resmi Jumat (29/5).
Sebelumnya, Metro Tennis Terminal dan On Indonesia memperkenalkan The Roger Pro 3. Tidak hanya sebagai product showcase, Serve & Social dirancang sebagai sesi on-court yang menggabungkan performance testing, professional coaching, demo raket, community gathering, dan gaya hidup tenis modern.
Sebagai retailer tenis yang telah melayani pemain di Indonesia sejak 1977, Metro melihat, pengalaman retail saat ini tidak lagi berhenti pada transaksi.
Baca Juga: Padel for Hope, Gerakan Penggalangan Dukungan untuk Membangun Rumah Singgah
Pemain membutuhkan kesempatan untuk mencoba produk, memahami pengaturan yang sesuai, mendapatkan konsultasi, dan merasakan langsung bagaimana gear bekerja di lapangan.
"Serve & Social mencerminkan bagaimana kami melihat masa depan retail tenis," sebut Dhananjay "Jay" Kuckreja, Managing Director Metro Tennis Terminal.
"Bukan hanya soal menjual produk, tetapi bagaimana pemain bisa mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap dari demo racket, stringing, konsultasi, sampai memahami gear yang paling cocok dengan gaya bermain mereka," imbuhnya.
Jay menambahkan, Metro akan terus berinvestasi dalam demo racket, layanan stringing, dan pengalaman retail yang lebih personal.
"Kami ingin pemain datang bukan hanya untuk membeli, tetapi untuk mendapatkan arahan yang tepat," katanya.
Baca Juga: Padel Makin Menjadi Tren, Indonesia Sedang Memasuki Era Social Fitness Boom
Sekadar informasi saja, Metro memiliki beberapa pilihan demo racket terbaru untuk dicoba peserta. Seperti Yonex MUSE, Yonex VCORE 2026, Babolat Pure Aero 2026, dan sejumlah model performance lainnya.
Demo racket tersebut disiapkan dengan string dari ReString, sebagai bagian Metro dalam menghadirkan pengalaman trial dan setup racket yang lebih optimal.
Michael menjelaskan, pendekatan Metro ke depan akan semakin menggabungkan retail, community, content, dan pengalaman offline yang lebih premium.
"Sebagai CMO, fokus saya adalah membangun Metro bukan hanya sebagai toko, tetapi sebagai ecosystem brand untuk racket sports," jelasnya.
"Produk tetap penting, tetapi cara orang mengalami produk itu jauh lebih penting. Kalau kita bisa membuat orang merasa lebih connected dengan sport, dengan gear, dan dengan komunitasnya, maka brand akan tumbuh dengan cara yang lebih kuat dan organic," tegas dia.
Melalui Serve & Social, Metro Tennis Terminal ingin menunjukkan arah baru dalam membangun budaya tenis di Indonesia. Yakni menggabungkan performance, produk, konsultasi, community, dan lifestyle dalam satu pengalaman yang lebih personal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News