MOMSMONEY.ID - Aveeno, merek perawatan kulit berbahan alami di bawah naungan Kenvue, tengah menggaungkan kampanye SOS: Strength of Sensitivity.
Ini adadalah sebuah inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan berbagai dimensi sensitivitas yang dialami perempuan. Misalnya, mencakup aspek fisik, emosional, dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Sensitivitas merupakan bagian dari keseharian banyak perempuan, namun sering kali kurang dikenali atau disalahpahami,” ujar Anggia Pramono, President Director Kenvue Indonesia, Jumat (17/4).
Melalui kampanye ini, Anggia ingin mendorong pemahaman yang lebih luas terhadap pengalaman tersebut sekaligus menciptakan ruang yang lebih suportif di mana perempuan didengar dan dihargai.
Dalam video sambutannya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi M.Si, mengatakan kampanye ini sejalan dengan upaya bersama untuk memperkuat kesadaran bahwa kesehatan perempuan dan anak tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga mental, emosional dan sosial.
Baca Juga: Perempuan Indonesia Masih Sering Korbankan Kesehatan dan Finansial Demi Keluarga
"Sudah saatnya kita menghapus stigma bahwa sensitivitas adalah kelemahan. Melalui peluncuran kampanye ini, kami berharap pesan Strength of Sensitivity mampu mendorong perubahan cara pandang bahwa kepekaan adalah kekuatan yang perlu dirayakan," kata Arifatul.
Kampanye ini tidak berhenti pada momentum peluncuran, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang diwujudkan dalam konten podcast Aveeno di TikTok.
Sensitivitas dapat muncul dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk kesejahteraan emosional, kenyamanan fisik, serta ekspektasi sosial. Di Indonesia, banyak perempuan melaporkan mengalami tekanan emosional seperti kecemasan, mudah tersinggung, hingga gangguan tidur. Berbagai studi juga menunjukkan adanya hubungan erat antara stres emosional dan sensitivitas kulit, yang menegaskan keterkaitan antara kondisi internal dan kenyamanan eksternal.
Namun demikian, norma sosial dan budaya kerap membuat perempuan enggan mengekspresikan ketidaknyamanan secara terbuka, meskipun banyak di antaranya tetap menjalankan peran besar dalam pengasuhan maupun tanggung jawab profesional.
Di sisi lain, masih terdapat kebutuhan akan ruang yang aman dan suportif bagi perempuan untuk berbagi pengalaman tanpa rasa stigma maupun penilaian. Melalui pendekatan listening-first, SOS: Strength of Sensitivity mendorong perempuan untuk mengekspresikan momen sensitif dengan cara mereka sendiri, sekaligus menegaskan pentingnya mengakui pengalaman tersebut sebagai bagian dari kesejahteraan secara menyeluruh.
Baca Juga: Dorong Lebih Banyak Perempuan untuk Berbisnis, SisBerdaya & DisBerdaya Kembali Hadir
Aveeno Baby Brand Ambassador, Jessica Iskandar, berbagi cerita bahwa dirinya juga pernah mengalami momen yang terasa sangat berat dan menantang. Jessica juga merasa dihakimi, bukan saja oleh orang-orang yang mengenalnya tetapi juga oleh masyarakat luas.
Namun, dalam salah satu momen paling sensitif, ketika ia berada di titik terendah dalam hidup, Jessica belajar bahwa kekuatan bukan berarti menyembunyikan apa yang kita rasakan, melainkan memiliki keberanian untuk mengakuinya dan mencari dukungan.
"Aveeno Strength of Sensitivity mengingatkan kita bahwa momen sensitif adalah bagian dari kehidupan, dan mengakuinya dapat menjadi langkah awal untuk menjadi lebih kuat,” kata Jesscia.
Dari perspektif psikologis, sensitivitas memiliki peran penting dalam bagaimana individu memproses pengalaman dan menjaga kesejahteraan secara menyeluruh.
Indah Sundari Jayanti, M.Psi., Psikolog mengatakan banyak perempuan mengalami momen sensitif dalam kehidupan sehari-hari, baik secara emosional maupun mental, yang jika dipendam dapat berkembang menjadi kelelahan emosional, kecemasan, dan tekanan psikologis.
Baca Juga: Setengah Perempuan di Indonesia Memprioritaskan Keluarga Dibanding Kesehatan
Secara ilmiah, kondisi ini juga berdampak pada fisik, di mana stres emosional dapat memicu atau memperburuk kondisi kulit menjadi lebih kering, sensitif, dan rentan iritasi dikarenakan koneksi antara sistem saraf dan respons kulit.
"Namun, sensitivitas bukanlah kelemahan, melainkan bentuk kesadaran dan peluang untuk bertumbuh; ketika perempuan mampu mengakui perasaannya, mencari dukungan, dan memiliki ruang aman untuk berekspresi, sensitivitas dapat menjadi kekuatan yang membantu mereka memahami diri, menetapkan batasan yang sehat, serta menghadapi hidup dengan ketahanan dan kecerdasan emosional yang lebih kuat,” jelas Indah.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Aveeno menghadirkan berbagai platform keterlibatan, termasuk seri podcast yang ditayangkan melalui akun resmi TikTok Aveeno Indonesia, yang membahas berbagai isu sensitif yang kerap dihadapi perempuan Indonesia.
Melalui percakapan ini, masyarakat juga diajak untuk turut berbagi pengalaman mereka melalui tautan khusus yang telah disediakan, sehingga tercipta ruang untuk saling mendukung dan memahami. Inisiatif ini juga dilengkapi dengan berbagai aktivasi langsung yang dirancang untuk mendorong interaksi yang bermakna serta memperkuat rasa kebersamaan di antara perempuan.
"Inilah alasan saya percaya pada Aveeno sebagai brand yang memahami sensitivitas secara menyeluruh dan hadir dengan kepedulian, mendampingi kita tidak hanya dari segi perawatan kulit, tetapi meliputi tubuh, pikiran, dan jiwa," kata Maudy Ayunda, Aveeno Brand Ambassador.
Maudy juga mengajak semua orang untuk berani berbagi kisah SOS: Strength of Sensitivity, karena setiap cerita memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan menguatkan orang lain; serta melalui podcast Aveeno Strength of Sensitivity, dihadirkan ruang aman untuk saling terhubung, berbagi, dan menemukan kekuatan dalam setiap momen sensitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News