MOMSMONEY.ID - Menjelang peringatan Hari Kartini, survei terbaru Sun Life mengungkap realitas yang dihadapi jutaan perempuan Indonesia dalam kehidupan keluarga. Di tengah peran yang semakin besar dalam mengelola keuangan rumah tangga, banyak perempuan justru mengesampingkan kesehatan dan kesiapan finansial pribadi demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Berdasarkan data Ditjen Dukcapil 2025, jumlah perempuan di Indonesia mencapai sekitar 142 juta jiwa. Survei Sun Life menunjukkan bahwa 57% perempuan pernah menunda atau mengabaikan perawatan medis demi mendukung anak, orang tua, maupun lansia dalam keluarga. Pengorbanan finansial juga dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti mengurangi pengeluaran untuk rekreasi (82%), membatasi peluang investasi (30%), hingga menunda tabungan pensiun (28%).
Di sisi lain, 51% responden menyebut tingginya biaya kesehatan sebagai salah satu dari tiga hambatan utama dalam mencapai keamanan finansial. Temuan ini menggambarkan bahwa bagi banyak perempuan, menjaga kesejahteraan keluarga kerap berarti menunda kebutuhan diri sendiri.
Baca Juga: Pop Up Capybara Bakery Hadir Lagi di Toys Kingdom, Tawarkan Beragam Diskon & Hadiah
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan bahwa temuan ini menjadi pengingat akan besarnya peran perempuan dalam keluarga. “Temuan ini mengingatkan kita bahwa banyak perempuan tangguh di Indonesia yang secara sukarela berkorban tanpa diminta,” kata Albertus dalam siaran pers, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, dalam menjaga keluarga, mereka sering mengesampingkan kesehatan, rasa aman, dan perencanaan finansial pribadi. Peran tersebut, menurut Albertus perlu dihargai sekaligus didukung dengan solusi yang membantu mereka tetap dapat memprioritaskan keluarga tanpa mengorbankan masa depan.Baca Juga: 6 Film Korea Dewasa Paling Berani, Dijamin Bikin Pasutri Bergairah
Survei tersebut juga menyoroti kuatnya fenomena sandwich generation. Sebanyak 96% perempuan memperkirakan akan menanggung kebutuhan perawatan orang tua di usia lanjut, baik saat ini maupun di masa depan. Namun, hanya 26% yang telah menyisihkan minimal 10% pendapatan untuk kebutuhan tersebut.
Kondisi ini memunculkan beban berlapis dalam peran pengasuhan. Sebanyak 59% responden menyatakan tanggung jawab tersebut menghambat peningkatan keamanan finansial, sementara 47% mengaku terdampak pada karier dan persentase yang sama menyebut terbatasnya kemampuan untuk merawat diri sendiri.
Meski menghadapi berbagai tekanan, perempuan Indonesia tetap memegang peran kunci dalam pengambilan keputusan keuangan keluarga. Sebanyak 62% responden mengaku menjadi pengambil keputusan terakhir dalam urusan finansial rumah tangga, bahkan mencapai 92% pada perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Namun demikian, hanya 13% yang aktif memanfaatkan jasa penasihat keuangan profesional.
Baca Juga: Katalog Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan 6-12 April 2026, Diskon hingga Rp 28.600
Dari sisi kesiapan jangka panjang, meski 63% perempuan merasa kondisi finansial mereka lebih baik dibanding generasi ibu mereka pada usia yang sama, hanya 19% yang merasa sangat siap menghadapi kejadian finansial besar yang tak terduga. Hal ini menunjukkan bahwa kerentanan terhadap guncangan finansial masih menjadi kekhawatiran utama.
Albertus menambahkan, perempuan saat ini tidak hanya berperan menjaga keseimbangan keluarga, tetapi juga menjadi garda utama dalam pengambilan keputusan finansial. Oleh karena itu, diperlukan dukungan perencanaan keuangan yang lebih relevan, praktis, dan mudah diakses agar perempuan memiliki informasi yang memadai dalam mengambil keputusan serta memperkuat perencanaan jangka panjang.
Survei ini merupakan bagian dari riset Sun Life terhadap 3.001 responden di enam pasar Asia pada Januari 2026, termasuk Indonesia, untuk memahami aspirasi, perilaku, dan tantangan finansial perempuan dalam membangun keamanan finansial jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News