MOMSMONEY.ID - Stevia murni umumnya tidak meningkatkan kadar gula darah. Banyak produk stevia mengandung zat tambahan yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Brittany Lubeck, dokter ahli gizi dari Verywellhealth.com menyampaikan bahwa stevia dianggap sebagai alternatif yang aman bagi penderita gula darah tinggi.
Stevia merupakan pemanis alami yang tidak meningkatkan kadar gula darah dan dapat meningkatkan insulin.
Sehingga, bisa jadi pilihan yang aman bagi penderita gula darah tinggi.
Baca Juga: Suplemen Probiotik Turunkan Gula Darah dan HbA1c, Pilih Strain yang Tepat
Pengaruh stevia terhadap kadar gula darah
Stevia murni dan tanpa pengolahan tidak meningkatkan kadar gula darah, kemungkinan karena tidak mengandung kalori atau karbohidrat. Selain itu, stevia dapat meningkatkan insulin yang membantu menurunkan gula darah.
Namun, beberapa produk stevia dengan bahan tambahan dapat meningkatkan kadar gula darah. Banyak produk stevia yang dijual bebas mengandung bahan tambahan seperti:
- Dekstrosa
- Maltodekstrin
- Xylitol
- Eritritol
Apa itu stevia?
Stevia adalah pemanis alami yang terbuat dari daun tanaman Stevia rebaudiana, semak abadi yang berasal dari Amerika Selatan. Daun tanaman stevia secara alami manis.
Glikosida steviol dalam daun tersebut menyebabkan rasa manis stevia dan 200 hingga 300 kali lebih manis daripada gula. Stevia dapat digunakan sebagai pengganti gula untuk mempermanis kopi, teh, kue, dan makanan ringan kemasan.
Stevia dapat digunakan dalam bentuk daun segar, daun kering, bubuk, atau ekstrak cair.
Apakah stevia baik untuk penderita gula darah tinggi?
Dibandingkan dengan gula dan beberapa pemanis lainnya, stevia dianggap sebagai alternatif yang baik bagi penderita gula darah tinggi. Kelompok tertentu perlu berhati-hati saat menggunakan stevia:
- Memiliki alergi terhadap stevia: Mencakup alergi terhadap tanaman lain dalam keluarga Asteraceae seperti dandelion, feverfew, dan ragweed.
- Sedang hamil atau menyusui: Hal ini dikarenakan belum banyak data tepercaya mengenai keamanan stevia bagi kelompok tersebut.
- Sedang mengonsumsi obat-obatan, herbal, atau suplemen tertentu: Konsumsi litium, obat diabetes, obat tekanan darah tinggi, serta herbal atau suplemen yang dapat menurunkan tekanan darah atau kadar gula darah.
Konsultasikan dengan tenaga medis mengenai keamanan stevia, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat resep, herbal, maupun suplemen.
Baca Juga: 6 Manfaat Kefir untuk Kesehatan Tubuh, Bantu Jaga Kadar Gula Darah
Berapa banyak konsumsi stevia yang dianggap berlebihan?
Seperti halnya makanan atau suplemen lain, konsumsi stevia yang berlebihan dapat meningkatkan risiko efek samping. Batas asupan sebesar 4 miligram per kilogram (mg/kg) berat badan.
Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 77 kg dapat mengonsumsi stevia dengan aman sebanyak 308 mg per hari. Stevia juga dapat:
- Mempengaruhi bakteri baik di perut, menyebabkan gas dan kembung.
- Meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, karena sering dicampur dengan eritritol yang telah terbukti meningkatkan risiko tersebut.
- Penting untuk membaca label makanan dan mengetahui jenis pemanis atau kombinasi pemanis apa yang terkandung di dalamnya.
Demikian anjuran konsumsi dan manfaat stevia untuk penderita gula darah tinggi, semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News