MOMSMONEY.ID - Perlukah mengonsumsi suplemen probiotik untuk mengelola gula darah? Probiotik adalah mikroorganisme yang hidup di dalam tubuh, mendukung kesehatan pencernaan serta sistem kekebalan tubuh.
Chelsea Jackle, dokter ahli gizi dari Seed.com, memaparkan, bakteri dan ragi berukuran kecil ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Konsumsi suplemen probiotik memberikan perbaikan pada pengendalian glikemik.
Penggunaan probiotik untuk memodifikasi mikrobiota usus jadi salah satu metode untuk mencegah atau mengendalikan kadar gula darah tinggi.
Baca Juga: Kadar Gula Darah Tinggi? Suplemen Ini Mampu Amankan Respons Insulin!
Cara probiotik memengaruhi metabolisme glukosa
Konsumsi probiotik dapat menurunkan kadar gula darah saat puasa dan HbA1c. Konsumsi probiotik dapat memperbaiki metabolisme glukosa dan penggunaan berbagai jenis spesies probiotik selama delapan minggu dapat meningkatkan efek tersebut.
Kuncinya terletak pada hati. Dr. David Cohen beserta timnya di Cornell University mengungkap rahasia ini pada tahun 2020 setelah melakukan studi pada hewan dan meneliti hubungan antara probiotik dengan pengendalian glikemik.
Mereka menemukan setidaknya satu molekul yang dihasilkan oleh mikroba usus yang mengatur cara hati melepaskan glukosa ke dalam aliran darah.
Probiotik dan resistensi insulin pada pasien gula darah tinggi
Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Medical Journal of the Islamic Republic of Iran meneliti efek suplementasi probiotik. Studi tersebut menemukan bahwa konsumsi rutin empat spesies probiotik dari jenis Lactobacillus dan Bifidobacterium efektif dalam mengendalikan status glikemik.
Penanda resistensi insulin seperti kadar insulin dalam serum menurun. Temuan ini menunjukkan bahwa probiotik dapat berperan dalam memperbaiki resistensi insulin.
Bisakah Probiotik & Prebiotik menangani prediabetes?
Pada tahun 2021, Frontiers in Public Health menerbitkan tinjauan sistematis terhadap uji coba terkontrol secara acak yang mempelajari penggunaan probiotik, prebiotik, dan sinbiotik untuk menangani prediabetes.
Temuan mereka mengonfirmasi bahwa probiotik dapat menurunkan kadar HbA1c dan berpotensi memperbaiki kadar glukosa setelah makan.
Di sisi lain, prebiotik tidak membantu dalam pengendalian glikemik meski memang mengubah mikrobiota usus. Tinjauan tersebut menyimpulkan, manfaat penggunaan sinbiotik untuk menangani prediabetes.
Namun, tidak ditemukan bukti adanya perbaikan signifikan dalam metabolisme glukosa, pembakaran lemak, atau komposisi tubuh pada peserta studi.
Bagaimana mikrobioma memengaruhi gula darah?
Sebelum mempertimbangkan penggunaan probiotik, ada baiknya memahami apa yang terjadi di dalam usus. Saluran pencernaan di tempat tinggal bagi triliunan mikroba. Mulai dari bakteri, virus, hingga jamur yang bekerja bersama dalam sebuah komunitas yang disebut mikrobioma usus.
Anggaplah ini sebagai pusat kendali internal tubuh untuk pencernaan, metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, dan pengaturan kadar gula darah. Mikrobioma usus pada penderita gula darah tinggi cenderung berbeda.
Ketidakseimbangan mikrobioma dapat memicu peradangan tingkat rendah, mengganggu gut barrier, serta mengurangi produksi senyawa bermanfaat seperti asam lemak rantai pendek. Perubahan ini dapat mengganggu sensitivitas insulin, sehingga tubuh lebih sulit mengatur kadar gula darah.
Peradangan tingkat rendah akibat mikrobioma yang terganggu tidak menimbulkan gejala yang mencolok. Namun, dapat menghambat cara tubuh menggunakan insulin.
Sementara itu, penghalang usus yang tidak lagi rapat dapat membiarkan zat-zat yang tidak diinginkan masuk ke dalam aliran darah,yang kemudian memperparah peradangan dan resistensi insulin.
Hal tersebut membuat dukungan terhadap hormon-hormon yang membantu mengendalikan nafsu makan dan kadar gula darah pun berkurang.
Baca Juga: Menyusui Tekan Risiko Gula Darah Tinggi Lo, Moms: Ini Manfaat Nyatanya!
Bagaimana cara kerja probiotik?
Jenis (strain) probiotik tertentu mendukung kesehatan metabolik dengan cara meredakan peradangan, memperkuat lapisan usus dan meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek (SCFA). Probiotik turut memengaruhi hormon usus seperti GLP-1 yang berperan dalam mengatur insulin dan memperlambat proses pencernaan.
Tidak semua probiotik sama, bahkan dalam genus yang sama. Bakteri L. acidophilus dan B. lactis mengalami penurunan kadar HbA1c dan kolesterol LDL yang lebih besar dibandingkan individu yang mengonsumsi yogurt biasa.
Setiap jenis probiotik memiliki fungsi yang berbeda. L. reuteri menunjukkan bahwa L. reuteri ADR-3 yang telah dimatikan dengan panas bisa membantu mengatasi peradangan. Sementara, L. reuteri ADR-1 dalam bentuk hidup mendukung pengendalian gula darah yang lebih baik.
Sekian manfaat suplemen probiotik untuk penderita gula darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News