MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun, dan menuju koreksi mingguan. Ketidakpastian mengenai akhir perang AS-Iran menjaga spekulasi kenaikan suku bunga.
Mengutip Bloomberg, Jumat (22/5), harga emas spot turun 0,55% menjadi US$ 4.517,75 per troi ons pada pukul 17.37 WIB. Dengan penurunan harga emas hari ini, logam mulia menuju koreksi mingguan sekitar 0,49%.
Sinyal saling bertentangan mengenai pembicaraan gencatan senjata AS-Iran menyebabkan para pedagang terus menebak-nebak, apakah bank sentral mungkin perlu mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu lebih lama demi meredam inflasi.
Teheran sedang dalam proses menanggapi proposal untuk mengakhiri perang. Iranian News Agency, seperti dilansir Bloomberg, hari ini, melaporkan bahwa syarat yang diajukan oleh AS telah mempersempit kesenjangan sampai batas tertentu.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat (22/5) Turun Rp 12.000 Jadi Rp 2.788.000
Meskipun hal itu menandakan kemajuan, tetapi laporan Reuters yang menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei mengeluarkan arahan agar uranium dengan kadar mendekati senjata tidak dikirim ke luar negeri, awalnya memicu harga minyak naik. Kemudian, Presiden Donald Trump mengatakan ia menentang upaya Iran dan Oman untuk membangun semacam sistem bea masuk permanen melalui Hormuz.
Pernyataan yang saling bertentangan mengenai isu-isu kunci membuat tidak jelas, apakah kedua pihak semakin dekat dengan kesepakatan.
Bagi para pedagang emas, ini berarti kekhawatiran terus berlanjut bahwa Federal Reserve dan bank sentral lainnya mungkin harus menaikkan suku bunga untuk menahan laju kenaikan inflasi. Emas biasanya berkinerja positif dalam lingkungan suku bunga rendah, karena tidak memberikan bunga.
Kebuntuan itu menyebabkan harga emas kehilangan daya tariknya di mata penasihat perdagangan komoditas.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Bertahan di atas US$ 4.500 per troi ons, Cek Katalisnya!
"Skenario penetapan harga terbaru kami menyoroti potensi bagi CTA untuk melepaskan hampir semua posisi net long mereka di logam mulia, dalam skenario penurunan harga yang signifikan menuju US$ 4.350 per troi ons," kata Ryan McKay, Ahli strategi TD Securities mengutip Bloomberg, Jumat (22/5).
Harga emas diperdagangkan dalam kisaran sempit sejak tumbang di awal konflik AS-Iran, sebab investor mempertimbangkan kenaikan suku bunga dibandingkan prospek skenario inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang rendah. Harga emas telah turun hampir 14% sejak perang meletus akhir Februari lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News