M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Simak, Tips Memilih Tas Branded untuk Menjadi Investasi

Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - Banyak orang, apalagi kaum hawa, gemar mengoleksi tas-tas bermerek (branded). Ternyata, tak hanya sebagai koleksi dan kebutuhan fashion, tas-tas mewah ini pun bisa dijadikan sebagai investasi atau dijual kembali mengingat harganya yang bisa meningkat berkali-kali lipat dalam beberapa waktu ke depan.

Founder dan Chief Irresistible Bazaar, Marisa Tumbuan menyebutkan memang terdapat beberapa tas branded yang dicari dan bisa dijadikan sebagai investasi. Lantas seperti apa saja tips-tips memilih tas branded sebagai investasi?

Marisa menyebut, salah satu yang jadi pertimbangan adalah membeli tas dari merek yang banyak dipakai orang di Jakarta atau kota besar. "Ini karena tren di kota besar itu akan diikuti oleh kota-kota lain," ujar Marissa. 

Hal lain yang jadi pertimbangan adalah warna tas. Marisa menyarankan agar warna tas yang dipilih warna-warna yang aman seperti hitam atau warna netral lainnya. Dia mengingatkan, warna putih bukanlah warna yang netral. 

Selanjutnya adalah ukuran tas. Marissa menyarankan agar membeli tas dengan ukuran yang tidak terlalu besar atau terlalu besar. Dia menjelaskan, ini lantaran ukuran tas pun bisa mengikuti tren.

"Beberapa tahun lalu tas besar itu jatuh sekali harganya. Kalau sekarang sudah mendingan, sudah punya gigi lagi, sudah kembali dengan harga yang lebih aman. Tas-tas kecil itu juga dulu tidak terlalu diminati, sekarang semakin kecil semakin mahal," terangnya.

Baca Juga: Ini Faktor yang Menentukan Harga Jual Barang Preloved Branded

Tak hanya itu, model tas pun bisa jadi pertimbangan. Di Indonesia, sebaiknya tas yang ingin diinvestasikan merupakan tas-tas dengan gaya klasik.

Lebih lanjut, Marisa mengingatkan, bila ingin menjadikan tas branded ini sebagai invetasi, maka kondisi tas perlu dijaga dengan baik. Karenanya, pemakaian hingga penyimpanan tas pun perlu hati-hati.

"Jadi bukan hanya memakai saja barang itu bisa rusak, perlakuan dalam menyimpan barang tersebut juga bisa rusak," ujar Marisa.

Dia pun mengingatkan, bila tas branded ditujukan sebagai investasi, seseorang perlu memperhatikan perkembangan fashion. Karenanya ada saat yang tepat untuk membeli dan saat yang tepat untuk menjual. Menurutnya, bila barang tersebut sudah mulai banyak di pasar preloved atau model baru dari brand tersebut sudah keluar, maka barang tersebut sebaiknya segera dijual.

Sementara itu, Perencana Keuangan Rista Zwestika menyebut kini memang banyak orang yang memutuskan untuk membeli preloved high-end brand karena berebagai hal. Mulai dari harganya yang terjangkau, ketersediaan pilihan, keunikan barang hingga aspek keberlanjutan.

Meski begitu, dia mengatakan tak semua tas branded bisa menjadi investasi. "Karena ada kategori-kategori keluaran tertentu yang bisa disebut invesatasi, itu pun ada jenisnya," ujar Rista.

Menurutnya, tas yang bisa dijadikan sebagai investasi adalah tas yang bisa memberikan pertumbuhan nilai. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

7 Hobi yang Buat Pintar, Senjata Rahasia untuk Jaga Ketajaman Berpikir Anda

Temukan ragam hobi yang buat pintar dan mampu mengasah ketajaman otak. Aktivitas ini menjadi investasi terbaik untuk meningkatkan kecerdasan.

Dari Checkout hingga Terpasang, Begini Cara Pakai Fitur Baru Lazada

​Proses belanja furnitur di Lazada kini lebih praktis karena pelanggan dapat memilih layanan instalasi saat checkout.

Tren Berbelanja Berubah, Live Shopping dan PayLater Makin Diminati

Cara masyarakat Indonesia berbelanja terus berubah seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.  

Futurepreneur Lab 2026, Bantu Startup Tahap Awal Lewat Program Akselerasi

WU Hub Coworking Space meluncurkan Futurepreneur Lab 2026 untuk membantu startup tahap awal mendapat validasi pasar dan gaet investor.

Imbas Efisiensi Anggaran, Damkar Yogyakarta Seleksi Ketat Pengaduan Warga

Damkar Yogyakarta memberlakukan filter laporan yang lebih ketat terhadap setiap pengaduan yang masuk dari masyarakat akibat efisiensi anggaran.

Redmi Note 15: Layar AMOLED 3.200 Nits, Skor AnTuTu 800 Ribuan

Layar AMOLED 6,77 inci Redmi Note 15 tembus 3.200 nits, menjanjikan visual tajam di luar ruangan. Cek detail performa gaming dan kamera 50MP! 

Produsen Nestle dan Makarizo (ADES) Siap Tantang Yupi di Bisnis Permen Gummy

PT Akasha Wira International Tbk (ADES) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2026.

Tren Self-Care, Mandi Jadi Momen Me Time yang Digemari

Self-care tidak selalu membutuhkan waktu atau biaya besar. Aktivitas sederhana seperti mandi bisa menjadi cara untuk melepas penat.

IHSG Naik 2,83%, Saham Keluarga Kalla Masuk Top Gainer Pagi Ini (15/6)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertenaga. Indeks melaju 2,83% ke level 6.177,5 pada pukul 09:02 WIB. 

Harga Emas Antam Hari Ini Senin (15/6) Melonjak Rp 18.000 Jadi Rp 2.729.000

Harga emas batangan bersertifikat Antam hari ini keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak pada Senin (15/6).