MOMSMONEY.ID - PT Akasha Wira International Tbk (ADES) berencana memperluas lini bisnisnya dengan masuk ke industri kembang gula. Perseroan yang selama ini dikenal sebagai produsen air minum dalam kemasan Nestle Pure Life dan produk perawatan rambut Makarizo tersebut akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menambah kegiatan usaha baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2026.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Manajemen Akasha mengusulkan penambahan kegiatan usaha Industri Kembang Gula (KBLI 10734) sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio produk. Langkah ini akan diwujudkan melalui produksi dan pemasaran produk permen gummy yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan menarik di Indonesia.
Direktur PT Akasha Wira International Tbk Fanny Soegiarto dalam keterbukaannya menjelaskan, pasar gummy atau permen jeli domestik sedang berada dalam fase ekspansi yang kuat. Pada 2026, nilai pasar gummy Indonesia diperkirakan mencapai US$ 850 juta hingga US$950 juta atau setara Rp 13,6 triliun hingga Rp 15,2 triliun. Nilai tersebut terdiri atas segmen permen jeli konvensional senilai US$ 400 juta hingga US$ 450 juta dan segmen functional gummies sebesar US$ 422,72 juta.
Tidak hanya besar dari sisi ukuran pasar, pertumbuhan industri ini juga tergolong menjanjikan. Segmen permen jeli konvensional diperkirakan tumbuh 4,5%-5,2% per tahun, sedangkan segmen functional gummies mencatat laju pertumbuhan lebih tinggi dengan compound annual growth rate (CAGR) mencapai 8,54% per tahun.
Menurut manajemen, tingginya minat konsumen terhadap produk gummy terlihat dari semakin banyaknya produk impor yang masuk dan diterima dengan baik oleh pasar domestik. Produk gummy juga memiliki basis konsumen yang luas karena digemari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Selain itu, karakteristik produk yang fleksibel memungkinkan inovasi berkelanjutan, seperti pengembangan produk rendah gula (low sugar) maupun berbagai varian rasa baru yang mengikuti tren gaya hidup dan preferensi konsumen.
Target produksi
Untuk merealisasikan ekspansi tersebut, Akasha menyiapkan investasi sebesar Rp 46,22 miliar yang mencakup tanah, bangunan, dan mesin produksi. Perseroan telah membeli fasilitas produksi yang berlokasi di Jalan Raya Cikande Rangkasbitung Km 10, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Pada tahap awal tahun 2026, kapasitas produksi dirancang mencapai 20,83 juta sachet per tahun dengan target produksi sekitar 7,2 juta sachet.
Selanjutnya kapasitas produksi akan ditingkatkan menjadi 50 juta sachet per tahun pada 2027 dengan target produksi 25,9 juta sachet. Produksi akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga mendekati kapasitas penuh pada 2030.
Seluruh kebutuhan investasi akan didanai menggunakan kas internal perseroan. Dengan masuknya bisnis baru tersebut, manajemen memperkirakan pendapatan dan laba perusahaan akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan proyeksi perseroan untuk periode 2026-2030, bisnis baru ini diperkirakan mampu menghasilkan rata-rata Gross Profit Margin (GPM) sebesar 49,50%, Operating Profit Margin (OPM) 40,59%, dan Net Profit Margin (NPM) 31,66%.
Sementara itu, Return on Investment (ROI) diproyeksikan mencapai 33,07% dan Return on Equity (ROE) sebesar 34,39%.
Dengan memasuki bisnis ini, Akasha menyadari harus menghadapi persaingan dari sejumlah pemain yang telah lebih dulu menguasai pasar gummy domestik. Salah satu pemain terbesar yang disebut dalam keterbukaan informasi perseroan adalah PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) yang saat ini menjadi pemimpin pasar di segmen tersebut.
Selain Yupi, ada juga PT Ranjani Jaya Lestari, Amos Food Group, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) sebagai pemain permen jeli.
Melalui diversifikasi ini, Akasha berharap dapat menangkap peluang pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia yang masih didukung oleh peningkatan konsumsi masyarakat, khususnya dari kelompok kelas menengah. Jika mendapat restu pemegang saham, bisnis gummy akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan di luar bisnis air minum dan produk perawatan rambut yang selama ini menjadi andalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News