MOMSMONEY.ID - WU Hub Coworking Space meluncurkan Futurepreneur Lab 2026, program Collaborative Acceleration and Market Validation yang dirancang untuk membantu startup tahap awal mengubah inovasi menjadi produk yang tervalidasi pasar dan lebih siap memperoleh pendanaan dari investor.
Investor dan Founder WU Hub Charles Lee mengatakan, program ini hadir sebagai respons terhadap tantangan yang masih dihadapi ekosistem inovasi Indonesia.
Sebab, banyak hasil riset dan inovasi mahasiswa yang berhenti pada tahap pengembangan karena belum memiliki akses dan jalur yang jelas menuju pasar.
"Di sisi lain, investor membutuhkan bukti permintaan pasar yang lebih kuat sebelum menanamkan modal pada startup tahap awal," katanya dalam Grand Launching Futurepreneur Lab 2026 di WU Hub Coworking Space Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (12/6).
Sebagai bagian dari peluncuran, Futurepreneur Lab 2026 mengumumkan 20 startup terpilih dari 20 universitas unggulan di Indonesia yang akan mengikuti rangkaian program akselerasi dan validasi pasar.
Baca Juga: Ini Kunci Bangun Startup yang Relevan dan Berdampak, Bukan Sekadar Viral
Proses seleksi peserta dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari kalangan investor dan peneliti, yakni Charles Lee selaku Investor dan Founder WU Hub, Sumarny Elisabeth Manurung sebagai VP of Investment SPIL Ventures, serta Hanif Fakhrurroja dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Seleksi tersebut ditujukan untuk memastikan startup yang terpilih memiliki potensi inovasi sekaligus kesiapan memasuki pasar.
Dalam kesempatan yang sama, WU Hub juga memperkenalkan Katalyst, sebuah platform validasi publik dan crowdfunding startup yang memungkinkan peserta menguji minat pasar secara langsung melalui kampanye digital, dukungan publik, serta simulasi permintaan produk.
Melalui platform tersebut, startup tidak hanya dinilai berdasarkan presentasi bisnis atau penilaian juri, tetapi juga berdasarkan respons nyata dari pasar dan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih akurat mengenai potensi komersial sebuah inovasi.
Futurepreneur Lab 2026 berfokus pada pengembangan inovasi di sektor sustainability, energy, dan agriculture, sejalan dengan visi WU Hub yakni Innovate, Connect, Empower.
Baca Juga: Panduan Profil Perusahaan yang Meyakinkan agar Bisnis Dipercaya Publik
Melalui visi tersebut, WU Hub ingin mendorong lahirnya inovasi baru, mempertemukan talenta dengan peluang strategis, serta memberdayakan individu dan komunitas untuk menciptakan dampak berkelanjutan.
Program ini mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis, antara lain Khong Guan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Garuda Spark, dan Taka Lab, yang memiliki komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan generasi muda Indonesia.
VP of Investment SPIL Ventures Sumarny Elisabeth Manurung menilai, investor saat ini tidak hanya mencari ide yang menarik, tetapi juga bukti bahwa solusi yang ditawarkan benar-benar dibutuhkan oleh pasar.
“Futurepreneur Lab 2026 membantu startup muda memvalidasi asumsi, memahami pelanggan, dan membangun bisnis yang lebih siap untuk bertumbuh,” kata Sumarny.
Sebagai puncak rangkaian program, Futurepreneur Lab 2026 akan menggelar Investment Day pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut akan mempertemukan para startup peserta dengan investor, juri, serta mitra strategis untuk mempresentasikan hasil validasi pasar yang telah diperoleh selama program berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News