M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

IHSG Sudah Naik 7%, Ini Alasan Asing Belum Jor-joran Masuk Pasar Saham Indonesia

IHSG Sudah Naik 7%, Ini Alasan Asing Belum Jor-joran Masuk Pasar Saham Indonesia
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Setelah sempat terpuruk ke area 5.300-an, indeks kini kembali bergerak di kisaran 6.000. 

Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat menguat 7,38% dan ditutup kembali ke level 6.007,65. Namun, dana asing masih terlihat malu-malu masuk ke pasar saham.

Dari catatan RTI, nilai beli bersih asing (net buy) terjadi Jumat lalu (12/6) sebesar Rp 287,36 miliar. Nilai ini terbilang kecil jika melihat nilai jual bersih asing (net sell) selama sepekan yang mencapai Rp 10,09 triliun. 

Baca Juga: Asing Berbalik Net Buy, Ini Saham yang Paling Banyak Dikoleksi dan Dilepas Pekan Lalu

Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia melihat ada beberapa faktor yang menahan dana asing masuk ke pasar saham Indonesia. Di sisi lain, pasar saham sudah menunjukkan daya tariknya kembali. 

Menurut dia, pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati sambil menunggu dua agenda penting yang berpotensi memengaruhi arah arus modal asing ke Indonesia, yakni MSCI Market Accessibility Review pada 19 Juni dan FTSE Russell Rebalancing pada 22 Juni.

Kedua agenda tersebut menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai persepsi investor global terhadap aksesibilitas pasar, tata kelola, serta daya tarik investasi Indonesia. 

"Jika hasilnya lebih konstruktif dari ekspektasi pasar, bukan tidak mungkin minat investor asing terhadap aset domestik akan mulai meningkat," tulis Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia. 

Seperti yang sering terjadi di pasar, bukan tidak mungkin sebagian smart money biasanya telah mulai melakukan positioning lebih awal sebelum keputusan tersebut diumumkan secara publik.

Faktor lain yang menunda masuknya dana asing ke pasar saham Indonesia adalah agenda global yang lebih menarik. 

Antara lain, IPO Space-X senilai sangat jumbo US$ 75 miliar. Ini menyebabkan sebagian likuiditas global berpotensi tetap bertahan di Amerika Serikat dibanding mengalir ke emerging markets

Selain itu, akan ada event Piala Dunia, yang diperkirakan menyedot dana taruhan legal global sampai US$ 60 miliar. Ini belum yang ilegal. Dengan Indonesia mencatat transaksi judol Rp 286,8 triliun, potensi dana yang berputar ke judi bola selama turnamen dapat mencapai Rp 30 triliun - Rp 60 triliun. 

Meski begitu, Liza melihat, ada peluang bagi asing tertarik kembali masuk ke pasar saham Indonesia. 

Valuasi Kembali Menarik

Sejatinya, akar persoalan pasar modal di Indonesia belum berubah. Meurut dia,  investor global masih menuntut risk premium lebih tinggi terhadap Indonesia akibat kombinasi pelemahan rupiah, kekhawatiran fiskal, ketidakpastian kebijakan, serta isu tata kelola dan kredibilitas pasar modal. 

"Meski beberapa sentimen mulai membaik, pasar masih menunggu bukti bahwa risiko-risiko tersebut benar-benar mereda," ujar Liza. 

Di sisi lain, pasar saham domestik sudah menunjukkan daya tariknya kembali. Ini karena valuasi yang telah terkoreksi cukup dalam. Setelah mengalami tekanan sepanjang tahun ini, valuasi IHSG kini kembali berada pada level yang secara historis relatif murah.

"Dengan IHSG yang sempat terkoreksi ke level terendah sejak pandemi dan valuasi kembali ke kisaran 13–14x PE, pasar kini mulai menawarkan diskon terhadap ketidakpastian yang ada," tulis Liza.

Baca Juga: Valuasi IHSG Sudah Murah, Saatnya Melirik Peluang?

Risiko Mulai Menunjukkan Tanda Mereda

Kendati akar persoalan yang selama ini membuat investor asing enggan masuk sebenarnya belum sepenuhnya hilang, sejumlah faktor yang sempat memicu kepanikan pasar mulai menunjukkan perbaikan.

Rupiah mulai stabil ke bawah Rp 18.000 per dollar AS setelah BI Rate total naik 75 basis poin ke 5,50%. Selain itu, tensi geopolitik global mereda, dan respons pemerintah, regulator, serta pelaku pasar terlihat semakin terkoordinasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Memang, perbaikan-perbaikan tersebut memang belum cukup untuk langsung mengembalikan arus dana asing. Namun, bisa meredakan sebagian kekhawatiran pasar. 

"Jika stabilisasi Rupiah berlanjut, risiko fiskal tetap terkendali, dan konsistensi kebijakan terus membaik, maka fase "Sell Indonesia" yang mendominasi beberapa bulan terakhir berpotensi perlahan berubah menjadi fase akumulasi," ujar Liza. 

Indonesia Tetap Memiliki Cerita Jangka Panjang

Di tengah derasnya arus dana global yang mengalir ke perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan di Amerika Serikat, Indonesia memang menghadapi persaingan yang tidak ringan dalam memperebutkan likuiditas global.

Meski demikian, secara struktural Indonesia masih memiliki sejumlah keunggulan yang sulit diabaikan. Dengan populasi hampir 300 juta jiwa, pasar domestik terbesar di Asia Tenggara, serta kekayaan sumber daya alam yang strategis, Indonesia tetap menjadi salah satu kandidat utama tujuan investasi jangka panjang di kawasan.

Foreign Flow Bukan Satu-satunya Penentu

Menariknya, sejarah menunjukkan bahwa pemulihan IHSG tidak selalu harus diawali oleh masuknya dana asing. Dalam beberapa periode krisis sebelumnya, pasar saham Indonesia justru mampu naik signifikan terlebih dahulu sebelum investor asing kembali menjadi net buyer.

Itu dia berbagai faktor yang masih menyelimuti pasar modal Indonesia. Namun, sejarah menunjukkan bahwa arus dana asing umumnya kembali setelah stabilitas dan kepercayaan pasar mulai pulih. Jika perbaikan fundamental terus berlanjut dan katalis positif mulai bermunculan, bukan tidak mungkin Indonesia kembali menjadi salah satu tujuan utama investasi di kawasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Masih Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (2/8)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok 2 Agustus 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Warga Indonesia Makin Gemar Investasi Emas, Permintaannya Naik 40% di Kuartal II-2026

World Gold Council mencatat permintaan emas batangan dan koin di Indonesia naik 40% pada kuartal II-2026.

Hasil Taipei Open 2026: Tembus Partai Final, Leo/Daniel Berburu Gelar Kedua

Hasil Taipei Open 2026 babak semifinal Sabtu (1/8), ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menembus final.

Ramalan Zodiak Besok Minggu 2 Agustus 2026, Taurus & Leo Bersinar

Simak ramalan zodiak Minggu 2 Agustus 2026, dari karier, keuangan, asmara hingga kesehatan. Taurus dan Leo paling bersinar.

Laptop HP OmniBook 5 Flip 14: Skor PCMark Laptop 2 in 1 Ini Pepet Vivobook S14

Skor PCMark 10 laptop ini pepet ketat ASUS Vivobook S 14 Flip. Cek hasil pengujian performa dan daya tahan baterai penuhnya.

Terakhir Hari Ini, Promo PHD Payday untuk 3 Pizza & 2 L Cola Lebih Hemat

Manfaatkan segera promo PHD Payday sebelum berakhir untuk menikmati diskon spesial paket pizza melimpah. Tinggal hari ini saja.

Waktu Makan Terbaik untuk Kontrol Gula Darah: Cegah Irama Sirkadian Terganggu

Waktu makan malam di atas jam 9 berisiko tingkatkan kadar gula darah. Pahami batas waktu makan terbaik untuk cegah komplikasi.

6 Langkah Darurat Mengatasi Anak Kejang Demam dan Tanda Harus Segera ke Dokter

Kenali gejala anak kejang akibat demam serta panduan pertolongan daruratnya. Segera cari bantuan medis jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit.

Nikmati Diskon hingga 52%, Ini Daftar Lengkap Promo Popeyes Spesial Agustus

Manjakan lidah tanpa takut boros dengan memanfaatkan promo Popeyes Kupon Agustus. Nikmati berbagai menu favorit mulai dari Rp 5.000.

7 Film Romantis Manis untuk Rayakan National Girlfriend Day Bareng Pasangan

Jika ingin rayakan National Girlfriend Day dengan nonton film romantis bareng pasangan, Momsmoney punya beberapa rekomendasi filmnya.​