MOMSMONEY.ID - Kecerdasan buatan alias AI kini semakin banyak digunakan untuk membantu berbagai aktivitas, mulai dari mencari informasi hingga menyelesaikan pekerjaan.
Namun, di balik kemudahannya, pengguna perlu lebih waspada terhadap risiko keamanan data.
Vice President ASEAN Cloudflare Kenneth Lai mengingatkan, penggunaan AI generatif yang semakin luas dapat memperbesar risiko paparan data sensitif jika tidak dikelola dengan baik.
"Karyawan semakin mengandalkan alat AI generatif dan layanan tersemat yang membuat data sensitif terekspos pada model eksternal," ujarnya dalam keterangan resmi Kamis (18/6).
Menurut Kenneth, kondisi tersebut dapat menciptakan titik buta dalam tata kelola data, perlindungan kekayaan intelektual, hingga kepatuhan regulasi.
Risiko juga meningkat karena semakin banyak layanan digital yang saling terhubung melalui aplikasi, API, maupun teknologi berbasis AI.
Baca Juga: Transfer Data Potensi Langgar Data Pribadi
Selain itu, perkembangan AI membuat ancaman siber bergerak semakin cepat. Kenneth mengatakan, tantangan saat ini bukan hanya banyaknya potensi kerentanan, tetapi juga kecepatan celah keamanan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
"Yang mendefinisikan momen ini bukan sekadar volume kerentanan yang berpotensi terjadi, tetapi juga kecepatan kerentanan itu dieksploitasi," kata Kenneth.
Cloudflare mencatat salah satu contoh ancaman tersebut adalah kerentanan React2Shell yang menjadi salah satu kasus paling menonjol sepanjang 2025 dengan lebih dari 1 miliar upaya eksploitasi dalam 11 hari.
Karena itu, Kenneth menilai keamanan tidak lagi bisa diperlakukan sebagai lapisan tambahan, melainkan harus menjadi bagian dari setiap sistem digital.
"Keamanan tidak lagi dapat ditempatkan di luar sistem TI, keamanan harus dijalin ke dalam setiap lapisan lingkungan digital," tegasnya.
Di tengah semakin luasnya penggunaan AI dan layanan digital, temuan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga keamanan data sebagai bagian dari fondasi transformasi digital yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News