M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai

4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Mie instan sering kali menjadi penyelamat di kala sibuk atau ketika lapar melanda pada malam hari, karena rasanya yang lezat dan cara penyajiannya yang sangat praktis.

Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi mie instan secara berlebihan menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh disepelekan.

Mie instan dikategorikan sebagai makanan olahan yang rendah nutrisi namun sangat tinggi kandungan natrium dan pengawetnya. Konsumsi mie instan yang terlalu sering dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memicu berbagai penyakit degeneratif.

Baca Juga: Hati-Hati! 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Ancam Kesehatan Rahim Anda

Melansir Harvard School of Public Health dan Healthline, berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering!

1. Meningkatkan Risiko Sindrom Metabolik dan Penyakit Jantung

Salah satu bahaya paling signifikan dari konsumsi mie instan secara rutin adalah meningkatnya risiko sindrom metabolik.

Berdasarkan penelitian berskala besar yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, wanita yang mengonsumsi mie instan setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih tinggi terkena sindrom metabolik dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Sindrom ini mencakup sekumpulan kondisi seperti peningkatan tekanan darah, kadar gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kadar kolesterol yang tidak normal.

Gabungan dari kondisi-kondisi ini secara drastis meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes tipe 2 di masa depan.

2. Beban Natrium Berlebih yang Memicu Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Satu porsi mie instan biasanya mengandung kadar natrium (garam) yang sangat tinggi. Bahkan, terkadang mencukupi lebih dari separuh batas asupan harian yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia.

Konsumsi natrium yang berlebihan dalam jangka panjang merupakan penyebab utama terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah yang terus-menerus tinggi akan memberikan beban ekstra pada pembuluh darah dan jantung, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan organ vital.

Selain itu, asupan garam berlebih juga menyebabkan tubuh menahan cairan (retensi air), yang sering kali membuat tubuh terasa membengkak atau bloated.

Baca Juga: Punya Insting Tajam, 5 Zodiak Ini Ahli Baca Karakter Asli Orang Lain

3. Risiko Gangguan Pencernaan dan Perut Kembung Akibat Rendahnya Serat

Mie instan merupakan produk pangan yang melalui proses pengolahan sangat panjang (ultra-processed food). Ini mengakibatkan kandungan serat alaminya hampir hilang sepenuhnya.

Kurangnya asupan serat dalam makanan yang dikonsumsi secara rutin dapat memperlambat proses peristaltik atau pergerakan usus.

Akibatnya, sistem pencernaan harus bekerja ekstra keras untuk memproses mie instan, yang sering kali memicu masalah konstipasi dan penumpukan gas di dalam perut.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma atau bakteri baik di dalam usus yang sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh.

4. Gangguan Penyerapan Nutrisi dan Risiko Obesitas

Mie instan umumnya terbuat dari tepung terigu yang telah melalui proses pemurnian tinggi, sehingga kehilangan sebagian besar serat, vitamin, dan mineral alaminya.

Mengonsumsi mie instan terlalu sering dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting (malnutrisi fungsional) meskipun berat badan terus bertambah.

Karena mie instan kaya akan karbohidrat sederhana dan lemak trans namun rendah serat, makanan ini tidak memberikan rasa kenyang yang lama. Hal ini bisa memicu lonjakan insulin dan rasa lapar yang datang lebih cepat, yang pada akhirnya mendorong seseorang untuk makan lebih banyak dan memicu obesitas.

Selain itu, mie instan juga mengandung zat anti-nutrisi yang dapat menghambat penyerapan kalsium dan zat besi oleh tubuh.

Itulah 4 bahaya makan mie instan terlalu sering. Jika Anda ingin mengonsumsi mie instan sesekali, cobalah untuk membuatnya lebih sehat dengan membuang setengah bumbu bawaannya guna mengurangi natrium. Tambahkan sumber protein seperti telur, ayam, atau tahu serta perbanyak sayuran seperti sawi atau wortel untuk menambah asupan serat dan vitamin yang hilang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Mayoritas Cerah, Berikut Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan, Selasa (6/10)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) memperkirakan hanya Luwu Timur saja yang akan berada dalam kondisi udara kabur.   

4 Jenis Parenting yang Harus Dihindari oleh Orang Tua, Bisa Merusak Mental Anak!

Berikut adalah 4 jenis parenting yang harus dihindari oleh orang tua agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan tangguh.

Bukan Alternatif Aman ya! Ini 5 Bahaya Rokok Vape untuk Paru-Paru hingga Jantung

Alih-alih menjadi jalan keluar, kenali apa saja zat kimia berbahaya di dalam vape. Waspadai bahaya vape demi menjaga kesehatan jangka panjang.  

Mengatur Keuangan di Tengah Biaya Hidup Naik, Ini 5 Tonggak yang Diperlukan

Mengatur keuangan tak cukup soal gaji. Simak cara bangun dana darurat, mengendalikan utang, dan menambah aset secara bertahap.  

Jangan Dibuang ya! Ini Beragam Manfaat dan Kandungan Kulit Kentang untuk Kesehatan

Sering dibuang begitu saja, ternyata kandungan kulit kentang kaya akan serat, vitamin, dan mineral penting. Simak manfaat lengkapnya di sini!  

Diet Golongan Darah AB: Ini Makanan yang Baik Dikonsumsi & Harus Dihindari, Apa Saja?

Ketahui jenis daging, susu, sayur, hingga buah yang tepat untuk diet golongan darah AB. Jaga keseimbangan tubuh Anda mulai sekarang ya.  

Sekali Lagi, Informasi, Penanganan dan Tip Pencegahan Influenza

Berikut sejumlah penanganan dan tip untuk pencegahan influenza yang hingga kini  masih menjadi perhatian khalayak banyak.

Anomali, Suhu di Indonesia Selama September 2026 Lebih Panas Hampir 1°C

BMKG mencatat, Indonesia mengalami anomali suhu selama September 2028. Suhu udara di negara kita lebih panas dibanding rata-rata.

Dorong Wisman Jajaki Destinasi Domestik Via Garuda Indonesia Stopover Program

Garuda Indonesia Stopover Program diperkenalkan untuk memperluas kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi di Indonesia.

Cuaca Jawa Tengah Besok (6/10) dan Lusa: Berawan di Hampir Semua Wilayah, Suhu 36°C

BMKG prakirakan cuaca wilayah Jawa Tengah pada 6-7 Oktober didominasi berawan, dengan suhu mencapai 36 derajat Celsius di sejumlah daerah.