M O M S M O N E Y I D
Bugar

Bukan Cuma Kolesterol Tinggi, Makan Mie Instan juga Picu Berbagai Penyakit!

Bukan Cuma Kolesterol Tinggi, Makan Mie Instan juga Picu Berbagai Penyakit!
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Tak hanya bikin kolesterol tinggi, makan mie instan juga memicu berbagai penyakit kronis. Mie instan sering digoreng dalam minyak sawit atau minyak tidak sehat lainnya selama proses pembuatannya. 

Jennifer Shim Poh Swan, dokter ahli gizi menyampaikan bahwa hal ini menghasilkan produk yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans. Keduanya diketahui meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) sekaligus menurunkan kolesterol HDL (baik). 

Dilansir dari Parkwayeast.com, konsumsi makanan tinggi lemak ini dapat menyebabkan aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan penumpukan endapan lemak di arteri, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan: Serat Larut & Aerobik Pangkas Kolesterol Hingga 10%

Selain itu, asupan lemak jenuh dan trans yang berlebihan dikaitkan dengan obesitas, penyakit hati, dan kondisi kesehatan kronis lainnya.

Mengapa tidak boleh terlalu sering makan mie instan?

Mie instan adalah salah satu makanan paling praktis yang dapat disiapkan dengan mudah dan cepat. Namun, mie instan tidak dianggap sehat. 

Berikut adalah beberapa efek samping dari mengonsumsi mie instan:

1. Memiliki kandungan lemak jahat yang tinggi

Mie instan sering kali digoreng dengan minyak sawit yang menghasilkan produk yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans. Keduanya bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL  dan menurunkan kolesterol HDL. 

2. Profil nutrisi yang rendah

Mie instan terkenal karena kandungan nutrisinya yang buruk. Mi instan hampir tidak menawarkan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, protein, dan serat. 

Sebaliknya, mi instan menyediakan kalori dalam jumlah tinggi terutama dari karbohidrat olahan dan lemak tidak sehat yang dapat menjadi masalah bagi pengelolaan berat badan. 

3. Mengandung monosodium glutamat (MSG)

Monosodium glutamat (MSG) adalah aditif umum dalam mi instan yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa. Sebuah studi yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi MSG yang tinggi dikaitkan dengan penambahan berat badan, sakit kepala, mual, dan bahkan tekanan darah tinggi. 

4. Tinggi natrium

Salah satu efek samping yang paling mengkhawatirkan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Satu porsi dapat mengandung lebih dari setengah asupan natrium harian yang direkomendasikan. 

Menurut Journal of the American College of Cardiology, asupan natrium yang berlebihan dikaitkan dengan kerusakan organ dan dapat menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. 

5. Terbuat dari tepung terigu putih 

Mi instan terutama terbuat dari tepung terigu putih. Tepung ini rendah serat dan nutrisi, mengonsumsinya dalam jumlah besar dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Sehingga, sangat merugikan bagi penderita diabetes atau resistensi insulin. Selain itu, diet tinggi karbohidrat olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, sindrom metabolik, dan diabetes tipe 2.

6. Potensi risiko kesehatan

Selain masalah nutrisi langsung, konsumsi mi instan secara teratur menimbulkan potensi risiko kesehatan jangka panjang. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Nutrition Research and Practice menunjukkan bahwa konsumsi mi instan yang sering bisa menyebabkan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang.

Studi lain yang diterbitkan oleh Journal of Korean Medical Science menemukan bahwa konsumsi mie instan secara teratur dikaitkan dengan rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh.

7. Dikemas dengan bahan pengawet berbahaya

Untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan rasa, mie instan dikemas dengan bahan pengawet seperti Tersier butylhydroquinone (TBHQ) dan butylated hydroxyanisole (BHA). Meski bahan kimia ini aman dalam jumlah kecil, konsumsi jangka panjang cukup berbahaya. 

Baca Juga: Kolesterol Disebabkan Oleh Apa? Karbohidrat Olahan & Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Ilmu Kedokteran Iran mengaitkan paparan kronis terhadap TBHQ dengan kerusakan saraf, peningkatan risiko limfoma, dan pembesaran hati. Sekian informasi mengenai makan mie instan dengan kolesterol dan penyakit lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Provinsi dengan Status Awas Kekeringan Bertambah, Ini Peringatan Dini dari BMKG

BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan kategori Awas di sejumlah provinsi yang berlaku 1-10 Juli 2026.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa (4/8): Galeri24 dan UBS Kompak Stagnan

Harga emas Pegadaian hari ini Selasa (4/8) kompak tidak berubah. Simak harga terbaru emas Galeri24 dan UBS.

Ramalan Shio Hari Ini Selasa 4 Agustus 2026: Kesempatan Kelinci, Kuda dan Macan

Cek ramalan shio hari ini Selasa 4 Agustus 2026, simak peruntungan karier, rezeki, asmara, dan kesehatan lengkap berikut ini.​

Ramalan Zodiak Hari Ini 4 Agustus 2026, Karier, Cinta dan Rezeki Mulai Berubah

Simak ramalan zodiak hari ini Selasa 4 Agustus 2026 berikut ini, cek peluang karier, cinta, rezeki, dan kesehatan 12 zodiak.

Kebiasaan Makan Jeroan & Seafood Percepat Pembentukan Kristal Asam Urat!

Gemar makan jeroan dan daging merah bisa melonjakkan kadar asam urat. Pelajari daftar pantangan makanan lengkapnya di sini.

Ada Peluang Penguatan Bertahap, Simak Rekomendasi Saham dari Mirae Sekuritas (4/8)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam fase akumulasi pada perdagangan hari ini, Selasa, 4 Agustus 2026.

Tetap Enak & Sehat, Coba 4 Trik Cerdas Makan Mie Instan untuk Anda yang Lagi Diet

Tetap bisa menikmati kelezatan semangkuk mie tanpa merasa bersalah saat diet! Simak trik menyiasati porsi dan memilih bahan tambahan tinggi serat.

Oppo A7 Pro Max Rilis, Penerus Oppo A7 Ini Pamerkan Daya 10.000mAh!

Kapasitas baterai jumbo 10.000mAh dan fast charging 80W resmi hadir. Cek peningkatan signifikan fitur baterainya di artikel ini.

Sering Kesemutan? Waspadai Gejala Saraf Kejepit, Ini 8 Cara Efektif Mencegahnya

Nyeri punggung dan tangan kesemutan bisa jadi tanda saraf kejepit. Ketahui strategi pencegahannya secara tepat untuk mengurangi risiko seriusnya.

Net Sell Mencapai Rp 759 Miliar, Saham-saham Ini Paling Banyak Dilepas Asing (3/8)

Tercatat pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) Rp 759 miliar di pasar reguler.