M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Robert Kiyosaki Sarankan untuk Beli 2 Aset Ini Sekarang, Ini Alasannya

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Investor Robert Kiyosaki menyarankan untuk membeli dua aset ini sekarang, saat harganya sedang rendah.

"Inflasi naik. Suku bunga bergerak naik. Pasar saham ambruk mengirimkan (harga) emas dan perak lebih tinggi," kata Kiyosaki di akun Twitter, Selasa (27/12). 

"Mungkin kesempatan terakhir untuk membeli emas dan perak dengan harga rendah ini. (Tapi) hati-hati," ujarnya.

Penulis buku populer Rich Dad Poor Dad ini bilang, harga emas saat ini di atas US$ 1.800 per troy ounce, sementara harga perak di atas US$ 24 per troy ounce.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Beri Peringatan: Kerek Suku Bunga bakal Bunuh Perekonomian

Ini bukan kali pertama Kiyosaki menyarankan untuk membeli emas dan perak.

Sebelumnya, dia memberi saran untuk membeli emas dan perak, sambil mengangkat pepatah favoritnya soal babi.

Kiyosaki mengungkapkan, pepatah favoritnya adalah: jangan ajari babi bernyanyi. Itu membuang-buang waktumu dan mengganggu babi.

"Mengapa membuang-buang waktu Anda pada babi. Mereka bodoh. Pikiran mereka tertutup," kata Kiyosaki di akun Twitter, 22 Oktober lalu. 

"Beli emas, perak, Bitcoin, dan bernyanyilah saat babi menangis," ungkapnya.

Baca Juga: Angkat Pepatah soal Babi, Robert Kiyosaki: Beli Aset Investasi Ini Sekarang

Lalu, Kiyosaki juga menyarankan untuk membeli emas dan perak, sembari mengatakan selamat tinggal pada dollar AS.

Kemudian, dia menjelaskan alasan tidak lagi merekomendasikan investasi di properti.

"Kenaikan suku bunga menurunkan nilai properti. Saya merekomendasikan emas, perak, Bitcoin," ujarnya di akun Twitter, 15 Oktober lalu. 

Dalam tweet pada 13 Oktober lalu, Kiyosaki menyebutkan, emas dan perak bisa melindungi kekayaan, bukan penghasilan. 

Dia bilang, saat ekonomi ambruk, pasar saham rontok, dana pensiun kolaps, dan pengangguran meningkat, pekerjaan sampingan bisa memberi Anda penghasilan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.