MOMSMONEY.ID - Suplemen yang harus dikonsumsi pasien asam urat saat puasa sangat beragam. Asam urat adalah salah satu jenis radang sendi yang menyakitkan yang menyebabkan pembengkakan sendi.
Sendi yang terkena akan menjadi merah dan terasa panas saat disentuh. Penyakit asam urat terjadi ketika tubuh memproduksi asam urat secara berlebih.
Dr. David Zelman, dokter penyakit dalam, menyebutkan, tubuh akan memproduksi asam urat berlebih ketika memecah purin yang ditemukan dalam minuman dan makanan tertentu. Setelah dipecah, asam urat disaring melalui ginjal dan keluar dari tubuh saat buang air kecil.
Namun, terlalu banyak asam urat yang diproduksi membuat ginjal kesulitan menyaring produk sampingannya. Akibatnya, asam berlebih dapat membentuk kristal tajam yang membuat sendi bengkak. pembengkakan dan nyeri yang disebut serangan asam urat.
Baca Juga: Ramadan Aman bagi Penderita Asam Urat, Cukup Lakukan Ini
Selain sumber makanan, ada beberapa vitamin yang ramah bagi penderita asam urat dan sebaiknya dikonsumsi saat puasa untuk menunjang kesehatan. Dilansir dari Webmd.con, berikut daftar suplemen harus dikonsumsi pasien asam urat saat puasa:
1. Vitamin C
Vitamin C terkenal karena sifat antioksidannya. Vitamin ini membantu menetralkan radikal bebas, sehingga menjaga kesehatan sel dan jaringan kita dengan mencegah kerusakan.
Suplemen vitamin C membantu mengurangi kadar asam urat dengan merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak asam urat dari tubuh.
2. Minyak ikan
Memilih suplemen minyak ikan dapat meringankan gejala asam urat karena adanya asam lemak Omega 3. EPA dan DHA yang terdapat dalam minyak ikan memiliki sifat antiinflamasi yang kuat dan diketahui dapat mengurangi kadar penanda inflamasi tertentu seperti protein C-reaktif (CRP).
Penting untuk memilih suplemen minyak ikan murni dan tersaring yang juga bebas dari logam berat jadi pilihan terbaik.
3. Suplemen ekstrak bromelain
Bromelain adalah enzim yang secara alami terdapat dalam nanas. Enzim pencernaan ini telah terbukti memiliki kemampuan antiinflamasi.
Oleh karena itu, ekstrak bromelain dapat digunakan dalam pengobatan penderita nyeri sendi, asam urat, radang sendi, dan osteoartritis. Hal tersebut dikarenakan efektif mengurangi rasa sakit, kemerahan, pembengkakan, dan nyeri otot.
4. Ekstrak jahe
Jahe telah digunakan secara tradisional untuk meredakan dan mengobati berbagai masalah kesehatan. Sifat antiinflamasi jahe membantu dalam meredakan gejala asam urat.
Ekstrak jahe mampu mengurangi kadar asam urat berlebih dalam darah dan menekan peradangan.
5. Ekstrak kunyit
Penting untuk mengonsumsi ekstrak kunyit karena mengandung senyawa kurkumin. Kandungan tersebut bertugas sebagai agen antibakteri, antiseptik, dan antiinflamasi yang luar biasa.
Tidak hanya meredakan peradangan, tetapi juga dapat mampu mengurangi kadar asam urat yang tinggi.
Baca Juga: Bukan Cuma Daging, Gula Ternyata Biang Kerok Asam Urat Anda!
6. Teh jelatang & dandelion
Mengonsumsi 2-3 cangkir teh jelatang per hari dapat melindungi ginjal dan mengurangi peradangan akibat asam urat. Selain itu, ekstrak dandelion membantu menjaga keseimbangan mikroba usus yang sehat, merangsang nafsu makan, dan meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh.
Dandelion juga membantu menghilangkan racun dari tubuh, sehingga baik untuk kesehatan hati dan ginjal. Menariknya, dandelion juga terbukti bermanfaat dalam menurunkan kadar asam urat yang tinggi.
Penderita asam urat dapat mengonsumsi teh dandelion atau mengonsumsi daunnya dalam salad. Itulah daftar suplemen yang harus dikonsumsi pasien asam urat saat puasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News