MOMSMONEY.ID - Menjadi pekerja migran kini menjadi sebuah pilihan. Minat masyarakat Indonesia untuk bekerja di luar negeri meningkat juga didorong oleh peluang memperoleh penghasilan yang lebih tinggi. Alih-alih kondisi ekonomi di dalam negeri yang serba sulit.
Tentu masyarakat Indonesia ingat betul, kondisi Tanah Air saat seruan kabur aja dulu mencuat di awal 2025. Seruan tersebut muncul sebagai fenomena yang mencermikan keinginan sebagian anak muda Indonesia untuk mencari peluang hidup, pendidikan atau pekerjaan yang dianggap lebih baik di luar negeri.
Istilah tersebut juga populer dan banyak dibicarakan seiring persaingan kerja yang semakin ketat dan tingkat upah pekerja yang lebih rendah di dalam negeri. Seruan tersebut juga menggambarkan lapangan kerja, biaya hidup, kualitas layanan publik dan peluang karir yang terbatas di dalam negeri.
Nyatanya, sejak seruan kabur aja dulu muncul, jumlah pekerja migran di Indonesia pun ikut naik.
Berdasarkan data Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, jumlah layanan penempatan pekerja migran Indonesia pada April 2026 mencapai 31.610 layanan penempatan. Jumlah ini meningkat 53% dari periode yang sama tahun lalu.
Fenomena meningkatnya minat masyarakat untuk kerja di luar negeri juga menciptakan peluang bagi startup yang membantu mobilitas secara global. Hingga muncul platform digital yang menawarkan informasi, pelatihan, hingga pendampingan bagi calon pekerja migran dan pelajar internasional.
Baca Juga: Mau Kuliah di Luar Negeri, Siapkan Hal Ini Sejak Awal
Memang, digitalisasi mulai mengubah cara masyarakat Indonesia mencari pekerjaan di luar negeri. Jika sebelumnya, informasi lowongan dan proses penempatan banyak bergantung pada agen atau lembaga pelatihan kerja.
Kini, calon pekerja migran semakin mengandalkan aplikais dan platform digital untuk mencari peluang kerja, mempelajari persyaratan, hingga memperoleh pendampingan sebelum berangkat.
Kini mari kita lihat platform digital yang memberikan layanan kemudahan untuk bisa kerja maupun menempuh pendidikan di luar negeri. Seperti, salah satunya platform Kwerja.
Para calon pekerja migran bisa terhubung dengan agen resmi, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan lowongan kerja luar negeri melalui laman Kwerja.
Dulu, mencari pekerjaan di luar negeri seringkali membutuhkan waktu lama dan proses administrasi yang rumit. Kini, melalui platform digital, bisa dilakukan lebih mudah secara online. Tanpa perlu datang ke kantor, cukup daftar lewat website atau aplikasi.
Upload dokumen juga bisa langsung dilakukan melalui telepon pintar, begitupun pantau status lamaran bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Platform yang baru berumur satu tahun ini bekerjasama dengan agensi dan LPK resmi.
Baca Juga: Visa Dubai: Pelancong Indonesia Kini Lebih Mudah Masuk UEA 14 Hari!
"Kami hanya bermitra dengan agensi tenaga kerja dan LPL yang sudah terdaftar secara resmi di Indonesia, dengan begitu masyarakat tidak perlu khawatir tentang legalitas atau risiko penipuan," kata Elis W, C0-Founder Kwerja, Kamis (18/6).
Platform ini juga terdaftar dan diawasi oleh pemerintah. Masyarakat yang mengakses platform Kwerja akan menemukan berbagai pilihan lowongan kerja di luar negeri dan sudah diverifikasi oleh tim Kwerja.
"Tidak ada biaya tersembunyi atau pungutan liar, semua proses dilakukan dengan transparansi penuh, mulai dari seleksi pekerjaan, pelatihan, hingga keberangkatan ke negara tujuan," ujar Elis.
Hanya saja, ada beberapa biaya administrasi dan dokumen yang perlu disiapkan sesuai regulasi negara tujuan. Namun, semua biaya akan diinformasikan dengan jelas.
Sejauh ini pekerjaan yang tersedia di Kwerja adalah pabrik & manufaktur, pekerja konstruksi, pekerja rumah tangga, perhotelan dan restoran, peternakan dan pertanian, serta tenaga kesehatan.
Tempat tujuan kerja yang tersedia di Kwerja ada di negara Malaysia, Singapura, Taiwan, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, serta Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News