MOMSMONEY.ID - Lemak visceral menyebabkan perut buncit dan kolesterol tinggi. Lemak visceral adalah lemak yang membungkus organ-organ di perut yang terletak jauh di dalam tubuh.
Jennifer Robinson, dokter kardiologi, memaparkan, lemak ini dapat mengelilingi hati, usus, lambung, dan organ internal lainnya. Tetapi terlalu banyak lemak visceral tidak baik untuk tubuh.
Dilansir dari Webmd.com, hal itu meningkatkan kadar kolesterol, gula darah, menyebabkan penyakit jantung, dan stroke.
Baca Juga: Suka Kulineran? Kesadaran Jaga Kolesterol Perlu Dimulai Sejak Masih Muda
Lemak visceral jadi penyebab kadar kolesterol tinggi
Memiliki kelebihan berat badan, terutama di area perut dapat memicu serangkaian perubahan pada kadar lemak tubuh. Lemak di perut bisa menyebabkan dislipidemia atau ketidakseimbangan lemak dalam darah.
Saat mengalami obesitas, Anda cenderung memiliki kadar trigliserida yang lebih tinggi serta peningkatan kolesterol LDL. Selain itu, kadar kolesterol baik atau HDL cenderung menurun.
Lemak viseral merupakan jenis lemak yang menyelimuti organ-organ tubuh, menyebabkan kadar kolesterol menjadi tidak terkendali. Lemak ini membanjiri aliran darah dengan lemak berbahaya, sehingga menyulitkan tubuh untuk memprosesnya yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Kadar kolesterol mencerminkan kerusakan internal akibat penumpukan lemak berlebih. Lemak subkutan terletak di bagian bawah kulit seperti di sekitar pinggul, bokong, paha, dan perut.
Sementara, lemak visceral hanya ditemukan jauh di dalam perut tempat sebagian besar organ internal. Bagi kebanyakan orang, sekitar 90% lemak tubuh adalah lemak subkutan atau di bawah kulit.
Sementara ,10% sisanya adalah lemak visceral. Lemak visceral memiliki kaitan langsung dengan kadar kolesterol yang lebih tinggi, termasuk kolesterol LDL dalam aliran darah.
Baca Juga: Tanda Kolesterol Tinggi pada Wanita: Bintik Kuning Xanthoma & Nyeri Leher
Cara mengukur lemak visceral untuk mencegah kolesterol
Berikut cara mengukur lemak visceral untuk mencegah kolesterol:
1. Mengukur pinggang
Mengukur pinggang adalah cara paling mudah, lingkarkan pita pengukur di sekeliling pinggang tepat di atas pusar dan membiarkan perut dalam keadaan rileks. Bagi wanita, ukuran 35 inci atau lebih bisa menjadi tanda adanya lemak visceral berlebih.
Sementara, untuk pria batasan lingkar perut sebaiknya tidak lebih dari 40 inci.
2. Perhatikan BMI
Indeks Massa Tubuh (BMI) adalah rumus untuk mengukur berat badan relatif terhadap tinggi badan. Anda bisa menggunakan kalkulator online untuk menghitungnya.
BMI sebesar 30 atau lebih umumnya dianggap sebagai obesitas bagi seseorang dengan tinggi badan 175 cm. BMI yang lebih tinggi bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki lemak visceral melebihi batas.
3. Rasio pinggang-pinggul
Gunakan pita pengukur untuk mengetahui ukuran pinggang dan pinggul, lalu bagi ukuran pinggang dengan ukuran pinggul. Rasio di atas 0,85 pada wanita dan 0,90 pada pria dapat mengindikasikan adanya lemak berlebih di area perut.
4. Bentuk tubuh
Jika memiliki bentuk tubuh apel atau tubuh bagian tengah yang besar dengan kaki yang ramping bisa menandakan adanya lebih banyak lemak visceral. Bentuk tubuh ini lebih umum ditemukan pada pria.
Wanita cenderung memiliki bentuk tubuh pir dengan pinggul dan paha yang lebih besar. Lemak di tubuh bagian atas membawa risiko kesehatan yang lebih tinggi.
5. Lakukan CT scan atau MRI
Tes yang berbiaya cukup tinggi ini merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui jumlah pasti lemak visceral yang Anda miliki. Anda bisa melakukan CT scan atau MRI untuk memeriksa kondisi medis lain dan mendapatkan gambaran rinci mengenai lemak visceral.
Baca Juga: Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi: Bahaya Lemak Trans Intai Pembuluh Darah
Cara menghilangkan perut buncit dan menurunkan kolesterol tinggi
Untungnya, kadar kolesterol yang tinggi dapat dikelola melalui perubahan gaya hidup dan penggunaan obat-obatan. Pertama, penurunan berat badan terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida yang sering kali tinggi pada individu dengan perut buncit.
Hal ini terjadi karena penurunan berat badan meningkatkan aktivitas enzim seperti lipoprotein lipase (LPL) yang membantu memecah lemak dalam darah. Sehingga, kadar trigliserida berkurang.
Bahkan penurunan berat badan 4-10 kg dapat memberikan dampak signifikan. Menghilangkan perut buncit dapat menurunkan kolesterol LDL yang berbahaya sebesar 12% dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk membuang kolesterol jahat.5
Pola makan tinggi lemak jenuh dapat memperburuk kadar lemak setelah makan, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebaliknya, pilih pola makan rendah lemak jenuh dan tinggi lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun untuk memangkas lonjakan trigliserida.
Lalu, bagaimana dengan olahraga? Aktivitas fisik secara rutin meningkatkan aktivitas LPL. Sehingga, membantu tubuh memproses lemak dengan lebih efisien.
Olahraga memiliki manfaat ganda yakni menurunkan kadar trigliserida sekaligus mengurangi lemak di sekitar hati. Bahkan saat berat badan tidak langsung turun, olahraga sudah bisa mengurangi lemak intrahepatik yang berbahaya dan memperbaiki keseimbangan kolesterol.
Itulah hubungan antara perut buncit dengan kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News