M O M S M O N E Y I D

Gangguan Kecemasan Ramadan, Ini Risiko Kesehatan Mental Anda

Gangguan Kecemasan Ramadan, Ini Risiko Kesehatan Mental Anda
Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID - Perubahan pola aktivitas selama Ramadan hingga Idulfitri tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat. Laporan Indonesia Health Insights Q1 2026 yang dirilis Halodoc mencatat adanya peningkatan gangguan kecemasan selama Ramadan, yang mencapai puncaknya pada minggu ketiga dengan kenaikan sekitar 27% dibandingkan rata-rata mingguan sebelum Ramadan.

Gangguan tidur menjadi keluhan yang paling sering dilaporkan. Selain itu, sebagian masyarakat juga mengeluhkan jantung berdebar dan sesak dada. Kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan tekanan menjelang hari raya, seperti persiapan mudik hingga meningkatnya aktivitas sosial.

Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria mengatakan, dinamika kesehatan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri menunjukkan adanya keterkaitan antara kondisi mental dan fisik.

“Idulfitri merupakan momen yang sangat dinantikan untuk berkumpul dengan keluarga. Namun data kami juga menunjukkan adanya tantangan kesehatan, baik dari sisi mental maupun fisik. Di sisi lain, kami melihat masyarakat mulai lebih proaktif dalam memantau kondisi kesehatannya,” ujar Fibriyani dalam siaran pers, Kamis (12/3).

Tekanan psikologis tersebut turut berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Halodoc mencatat meningkatnya hormon stres selama periode Ramadan yang dapat memicu keluhan kesehatan tertentu, seperti radang tenggorokan.

Selain itu, laporan tersebut juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat setelah Idulfitri. Berdasarkan data pada periode Lebaran 2025, satu minggu setelah hari raya jumlah pemeriksaan laboratorium seperti tes kolesterol dan gula darah meningkat hingga 95% dibandingkan rata-rata mingguan normal.

Tren ini dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memantau kondisi kesehatan setelah periode konsumsi makanan tinggi lemak dan gula selama Lebaran.

Namun demikian, beberapa keluhan kesehatan juga meningkat selama periode Ramadan hingga setelah Idulfitri. Keluhan sembelit tercatat naik sejak minggu pertama Ramadan sekitar 20% dan mencapai puncaknya pada minggu Idulfitri dengan kenaikan 37%.

Menariknya, konsultasi terkait sembelit pada waktu subuh tercatat melonjak hingga 593% dibandingkan waktu lainnya. Sementara itu, keluhan diare juga meningkat rata-rata 13% sekitar dua minggu setelah Idulfitri, dengan gejala seperti sakit perut, muntah, demam, hingga rasa lemas.

Dalam diskusi kesehatan yang digelar bersama perusahaan pengolah minyak nabati Apical, Halodoc juga menyoroti pola konsumsi makanan selama perayaan Idulfitri. Hidangan khas hari raya seperti gorengan, opor, dan kue kering umumnya mengandung lemak yang cukup tinggi.

Head of Apical Innovation Centre (AIC) Global Farhana June Jamil mengatakan, masyarakat perlu lebih memperhatikan jenis lemak yang dikonsumsi, khususnya lemak trans dan lemak jenuh yang banyak ditemukan dalam makanan olahan.

“Salah satu momen Lebaran yang ditunggu-tunggu adalah menikmati hidangan khas keluarga. Tantangannya adalah memilih bahan pangan secara bijak, terutama dalam mengendalikan konsumsi lemak trans yang berisiko bagi kesehatan,” ujar Farhana.

Menurut dia, perkembangan teknologi pengolahan minyak memungkinkan industri menyediakan bahan pangan yang lebih baik, termasuk minyak yang bebas lemak trans industri.

Di sisi medis, dokter spesialis penyakit dalam dr. Waluyo Dwi Cahyono menyarankan masyarakat tetap memperhatikan pola makan agar tidak memicu gangguan pencernaan maupun metabolisme selama masa transisi setelah Ramadan.

Ia menjelaskan, konsumsi makanan khas Lebaran seperti opor atau rendang masih dapat dinikmati, tetapi perlu diimbangi dengan asupan serat dari sayur dan buah.

“Tubuh baru saja melalui perubahan pola makan selama sebulan berpuasa. Karena itu, penting memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi kembali agar sistem pencernaan tetap stabil,” kata Waluyo.

Waluyo juga membagikan sejumlah tips untuk menjaga kesehatan selama Idulfitri. Pertama, mengatur porsi makan secara seimbang dengan tetap memasukkan sayur dan buah untuk membantu mengontrol penyerapan lemak.

Kedua, menghindari perubahan pola makan yang terlalu drastis setelah Ramadan. Ia menyarankan masyarakat memulai hari dengan makanan yang tidak terlalu pedas atau asam agar tidak mengiritasi sistem pencernaan.

Ketiga, memilih metode memasak yang lebih sehat, seperti memanggang atau menumis dengan sedikit minyak. Cara ini dinilai dapat mengurangi asupan lemak tanpa mengurangi cita rasa makanan.

Keempat, menjaga kecukupan cairan tubuh dan istirahat, terutama di tengah aktivitas silaturahmi yang padat selama Lebaran.

“Menjaga kesehatan saat Lebaran bukan berarti membatasi kesenangan dalam merayakan hari raya. Dengan pengaturan porsi makan, hidrasi yang cukup, dan istirahat yang memadai, masyarakat tetap bisa menikmati momen Idulfitri tanpa mengganggu kesehatan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.