MOMSMONEY.ID. Influenza A kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya temuan kasus influenza di Indonesia. Masyarakat, terutama kelompok rentan, perlu lebih waspada terhadap gejala dan risiko komplikasi yang dapat muncul.
Berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) per 26 September 2026, proporsi hasil pemeriksaan positif influenza dalam surveilans penyakit serupa influenza (ILI) pada minggu ke-37 mencapai 58,59%. Angka ini meningkat dibandingkan 53,71% pada minggu sebelumnya.
Dari 198 spesimen yang diperiksa, sebanyak 105 spesimen dinyatakan positif Influenza A(H1N1)pdm09 dan tujuh spesimen positif Influenza A(H3N2).
Kemenkes juga mencatat Influenza A(H3N2) subclade K telah ditemukan di Indonesia. Hingga minggu ke-37 tahun 2026, terdapat 188 kasus yang tersebar di 20 provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.
Berdasarkan kelompok usia, temuan subclade K paling banyak berasal dari kelompok usia 0–4 tahun, 5–9 tahun, dan 10–17 tahun.
Peningkatan kebutuhan perawatan akibat influenza juga terlihat dari data klaim Allianz Life Indonesia. Pada Januari hingga Agustus 2026, jumlah kasus influenza yang membutuhkan rawat inap meningkat 47% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga minggu kedua September 2026, Allianz Life Indonesia telah membayarkan klaim terkait influenza lebih dari Rp13,8 miliar untuk 1.857 kasus.
Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia, Tubagus Argie F. S. Sunartadirdja, mengatakan, peningkatan kasus menjadi pengingat agar masyarakat lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika mulai mengalami gejala influenza.
“Mengenali gejala sejak awal dan memahami kapan perlu mendapatkan pertolongan medis merupakan bagian penting untuk membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius,” ujar Argie dalam siaran pers (1/10).
Influenza dapat menimbulkan gejala yang berbeda pada setiap orang. Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang terganggu.
Baca Juga: Flu Tak Sembuh-Sembuh Bisa Jadi Kekurangan Vitamin D lo, Kenali Gejala dan Tandanya
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, bronkitis, dan faringitis. Influenza juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah dimiliki sebelumnya.
Kenali gejala Influenza A
Influenza A dapat mengalami perubahan genetik sehingga pemantauan terhadap jenis dan karakteristik virus yang beredar tetap diperlukan. Gejala umumnya muncul secara tiba-tiba, antara lain:
- Demam atau menggigil
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat atau pilek
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan tubuh terasa pegal
- Lemas dan mudah lelah
- Penurunan nafsu makan
Pada anak-anak, influenza juga dapat disertai mual, muntah, atau diare. Karena gejalanya bisa berbeda pada setiap orang, kondisi tubuh secara keseluruhan perlu tetap diperhatikan.
Cara mengurangi risiko penularan
Masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko penularan Influenza A, seperti:
- Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir
- Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
- Menggunakan masker ketika sedang sakit
- Menghindari keluar rumah saat kondisi tubuh tidak fit, jika memungkinkan
- Menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang mengalami gejala influenza
- Mendapatkan istirahat yang cukup
- Memenuhi kebutuhan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Mendapatkan vaksinasi influenza sesuai rekomendasi tenaga kesehatan
Baca Juga: 6 Makanan yang Bisa Mengatasi Hidung Tersumbat saat Flu
Selain mencegah penularan, masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda yang membutuhkan pertolongan medis.
Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jika mengalami:
- Kesulitan bernapas atau sesak napas
- Nyeri atau tekanan pada dada
- Kondisi tubuh yang semakin lemah
- Tanda-tanda dehidrasi
- Gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik
- Kondisi penyakit kronis yang semakin memburuk
Bagi kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi, konsultasi dengan tenaga kesehatan sejak awal dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.
Argie menambahkan, kewaspadaan terhadap influenza juga perlu diikuti dengan kesiapan menghadapi biaya kesehatan. Pasalnya, kebutuhan penanganan influenza dapat berbeda pada setiap orang, mulai dari pemeriksaan dan pengobatan hingga perawatan di rumah sakit.
“Data klaim yang kami lihat menunjukkan bahwa kebutuhan penanganan influenza tidak bisa dianggap enteng dan dapat meningkat tergantung kondisi masing-masing nasabah, mulai dari rawat jalan hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit,” kata Argie.
Menurut dia, kesiapan menghadapi biaya pemeriksaan, pengobatan, maupun perawatan medis menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam perencanaan perlindungan kesehatan diri dan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News