MOMSMONEY.ID - Mengenali gejala kolesterol tinggi pada wanita bisa jadi lebih kompleks. Kolesterol tinggi pada wanita bisa disebabkan oleh perubahan hormonal, menopause, dan perbedaan gaya hidup.
Cynthia Thaik, dokter kardiologi, menjelaskan, kolesterol adalah zat dan lemak, diproduksi oleh hati yang diserap dari makanan tertentu. Sebelum menopause, estrogen membantu melindungi wanita dari kadar LDL yang tinggi.
Namun begitu kadar estrogen menurun setelah menopause, wanita mengalami peningkatan LDL yang signifikan dan penurunan lipoprotein densitas tinggi (HDL). Hal ini membuat wanita yang lebih tua rentan terhadap masalah kesehatan yang berkaitan dengan kolesterol.
Baca Juga: Ampuh Menurunkan Kolesterol, Ini 5 Manfaat Bawang Putih Jika Dikonsumsi Rutin
Tanda kolesterol tinggi pada wanita, harus diwaspadai!
Dilansir dari Drcynthia.com, berikut beberapa gejala umum dari kolesterol tinggi pada wanita:
1. Nyeri dada
Akibat penyempitan arteri, penderita kolesterol tinggi bisa mengalami sesak dada, rasa terbakar, atau tekanan saat beraktivitas fisik atau stres.
2. Sesak napas
Ketika kolesterol menumpuk di arteri yang memasok darah ke jantung, dapat mengurangi aliran oksigen. Hal tersebut akan menyebabkan sesak napas.
3. Kelelahan
Rasa lelah yang terus-menerus bisa terkait dengan penurunan sirkulasi oksigen, terutama pada wanita dengan penyumbatan terkait kolesterol tinggi.
4. Nyeri leher, rahang, bahu, atau punggung atas
Wanita lebih cenderung mengalami ketidaknyamanan di area ini dibandingkan pria, alih-alih nyeri dada selama gangguan jantung.
5. Mati rasa atau rasa dingin
Sirkulasi darah yang buruk akibat penyempitan arteri dapat menyebabkan kesemutan atau rasa dingin di tangan dan kaki.
6. Xanthoma (endapan lemak di bawah kulit)
Bintik-bintik kuning kecil di sekitar mata, siku, atau lutut mungkin menandakan kadar kolesterol tinggi.
7. Perubahan kognitif
Kolesterol tinggi berkontribusi pada penurunan fungsi otak dan peningkatan risiko demensia, terutama pada wanita pascamenopause.
8. Kenaikan berat badan
Meski bukan gejala langsung, penambahan berat badan sering kali berkorelasi dengan kadar kolesterol yang buruk terutama jika melibatkan lemak perut.
9. Pusing atau kepala terasa ringan
Aliran darah yang berkurang akibat penyumbatan arteri dapat menyebabkan pusing atau kehilangan kesadaran.
10. Perubahan warna kulit
Warna biru atau ungu pada jari tangan atau kaki dapat menandakan masalah sirkulasi yang disebabkan oleh penyempitan arteri akibat kolesterol.
Baca Juga: Jangan Hanya Mengandalkan Obat Kolesterol ya, Coba Alternatif Alami Berikut
Kolesterol tinggi berkaitan dengan kondisi kesehatan lainnya
Simak bagaimana kolesterol tinggi berkaitan dengan kondisi kesehatan lainnya:
1. Kesehatan ginjal dan kolesterol
Penyakit ginjal kronis adalah salah satu penyebab kolesterol tinggi, hubungannya bersifat timbal balik. Penurunan fungsi ginjal dapat meningkatkan kadar LDL dan trigliserida.
Sementara, kolesterol tinggi yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah kecil yang memasok ginjal. Karena itu, tes darah kreatinin yang memeriksa seberapa baik ginjal menyaring limbah dari darah sering diminta bersamaan dengan profil lipid.
2. Gula darah, resistensi insulin, dan kolesterol
Diabetes dan kolesterol tinggi sangat terkait. Resistensi insulin, proses mendasar yang sama yang menyebabkan diabetes tipe 2, cenderung meningkatkan trigliserida dan menurunkan kolesterol HDL dan bisa disebut dislipidemia diabetik.
Ini adalah salah satu alasan utama mengapa kolesterol dan gula darah biasanya diperiksa bersamaan. Tes darah HbA1c yang mencerminkan rata-rata gula darah selama dua hingga tiga bulan terakhir harus diperiksa bersamaan dengan profil lipid.
3. PCOS dan kolesterol
Wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memiliki profil kolesterol yang tidak menguntungkan, biasanya peningkatan LDL dan trigliserida di samping penurunan HDL. Hal tersebut disebabkan oleh resistensi insulin yang mendasari PCOS itu sendiri.
4. Sleep apnea dan kolesterol
Sleep apnea bstruktif juga dikaitkan dengan profil kolesterol yang tidak menguntungkan,g diduga terkait dengan penurunan kadar oksigen berulang selama tidur. Jika mendengkur keras, terbangun terengah-engah, atau merasa sangat lelah di siang hari sebaiknya sampaikan pada dokter.
5. Trigliserida tinggi dan risiko pankreatitis
Meski peningkatan trigliserida ringan atau sedang berpengaruh pada risiko kardiovaskular jangka panjang, kadar di atas 10 mmol/L membawa risiko pankreatitis akut. Peningkatan trigliserida yang parah jadi penyebab kondisi ini, bersamaan dengan batu empedu.
Baca Juga: Keterkaitan Antara Gagal Ginjal & Kolesterol: Plak Perlahan Sumbat Arteri
Perubahan gaya hidup membantu menurunkan kolesterol
Kebiasaan gaya hidup sehat memainkan peran penting dalam menurunkan kolesterol dan melindungi jantung. Anda dapat menurunkan kolesterol dengan mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan makanan kaya serat.
Penting untuk memilih lemak sehat seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan berlemak. Selain itu, kurangi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, berolahraga 150 menit setiap minggu dan berhenti merokok.
Perbaikan kecil dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke dalam jangka panjang. Itulah tanda kolesterol tinggi pada wanita yang harus diwaspadai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News