MOMSMONEY.ID - Mom, ada yang tahu kenapa tubuh harus mendapat asupan hidrasi setiap hari? Menurut Dr. Cynthia Natalia, Sp.PD, AIFO-K, dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit Tzuchi, kebutuhan cairan harian sangat penting karena dapat menjaga keseimbangan metabolisme, fungsi organ, hingga konsentrasi seseorang.
“Kurang minum air putih bukan hanya soal rasa haus, tapi juga berdampak pada kinerja tubuh secara menyeluruh,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Senin (2/2).
Menurutnya tubuh yang tidak terhidrasi pada satu jam pertama biasanya masih mampu beradaptasi. Namun, kadar cairan mulai menurun perlahan. Produksi air liur berkurang sehingga mulut terasa kering, dan otak mulai mengirim sinyal haus. Pada fase ini, konsentrasi dapat sedikit menurun, terutama bila disertai aktivitas fisik atau berada di dalam ruangan yang memiliki AC.
Efek dehidrasi ringan mulai lebih terasa, jika tubuh tidak terhidrasi selama tiga jam. Beberapa orang mulai merasakan sakit kepala ringan, lelah, atau sulit fokus. Kulit juga bisa mulai terasa lebih kering, dan warna urin menjadi lebih pekat tanda awal tubuh kekurangan cairan.
Baca Juga: 6 Manfaat Kesehatan Minum Air Timun secara Rutin, Cek di Sini yuk!
“Kebiasaan kurang minum air putih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti batu ginjal karena ada penumpukan mineral yang tidak terlarut dengan baik, dan Gangguan konsentrasi dan kelelahan kronis, terutama pada pekerja aktif dan lansia,” katanya lagi.
Dalam laman Tzu Chi Hospital, Dr. Cynthia di atas juga menjelaskan konsumsi air minum setidaknya harus dilakukan setiap 1-2 jam untuk menghindari dampak buruk dehidrasi serta efek jangka panjang pada kesehatan. Menjaga pola hidrasi tubuh sebagai kebiasaan yang baik perlu dibarengi dengan jenis air minum berkualitas.
Penelitian Bint-E-Zahra seorang ahli biologi molekuler dari Institute of Molecular Biology & Biotechnology Bahauddin Zakariya University, Pakistan menyebutkan bahwa konsumsi air minum dengan perasa akan berdampak pada munculnya penyakit sindrom metabolic.
“Konsumsi air minum murni dapat mengurangi risiko penurunan kemampuan kerja ginjal sebesar 11% dibandingkan dengan mengonsumsi minuman berperasa dan mengandung gula,” ujar Bint-E-Zahra dalam penelitiannya yang diterbitkan di National Journal of Health Sciences pada 2019 lalu.
Astrid Adelaide Siregar, Head of Marketing Amidis menjelaskan proses produksi Amidis dilakukan dengan metode multifiltrasi dan distilasi sehingga Air minum yang dihasilkan merupakan air murni. Katanya, Amidis memproses air murni melalui teknologi multifiltrasi dan dimasak dengan pemanasan 110 derajat celcius (distilasi). Uap air yang dihasilkan benar-benar murni untuk dikonsumsi karena tidak ada kontaminan apapun.
"Proses inilah yang memastikan Amidis menjadi air minum terbaik untuk menghidrasi tubuh. Proses Multifiltrasi dan distilasi merupakan teknologi keamanan ekstra untuk menjaga ginjal Anda," imbuhnya.
Selain memastikan kualitas, Amidis juga hadir sebagai solusi mengatasi hidrasi bagi keluarga modern yang peduli akan kesehatan namun mendamba kepraktisan. Amidis juga mempunyai galon sekali pakai dengan ukuran 15 liter yang sudah BPA FREE sehingga aman di konsumsi seluruh keluarga. Galon ini menjadi pilihan ideal untuk Anda yang mengutamakan kebersihan dan kepraktisan tanpa perlu isi ulang.
“Memastikan Keluarga Indonesia mendapatkan air minum dengan kualitas terbaik merupakan visi dan misi dari Amidis,” ungkap Susilo Gunadi, Commercial Director PT Amidis Tirta Mulia.
Baca Juga: 6 Alasan Minum Air Putih Menurunkan Gula Darah Tinggi secara Alami
Selanjutnya: HPE Emas dan Tembaga Naik, Jadi Angin Segar Kinerja MDKA Awal 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News