M O M S M O N E Y I D
Pendidikan

Tak Hanya Jurusan, Ini Faktor Pertimbangan Pilih Kampus

Tak Hanya Jurusan, Ini Faktor Pertimbangan Pilih Kampus
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Moms, tahukah bila memilih perguruan tinggi kini menjadi keputusan yang semakin dipertimbangkan secara matang oleh calon mahasiswa maupun orang tua.

Kalau sebelumnya jurusan dan lokasi kampus menjadi faktor utama, kini pertimbangannya semakin luas. Orangtua memilih kampus dari peluang kerja setelah lulus, pengalaman internasional, hingga ketersediaan program beasiswa.

Perubahan ini sejalan dengan dinamika dunia kerja yang berkembang pesat akibat digitalisasi dan kemajuan teknologi. Kampus dinilai tak lagi hanya berperan sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai wadah yang mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Tak heran, antusiasme masyarakat terhadap penerimaan mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi terus meningkat. Binus melihat kebutuhan itu dan menggelar sesi konsultasi, seleksi, hingga memberi informasi mengenai program studi dan berbagai peluang pendidikan.

Selain kualitas akademik, faktor biaya pendidikan juga menjadi perhatian utama banyak keluarga. Di tengah meningkatnya biaya hidup, program beasiswa menjadi salah satu daya tarik yang dapat meringankan beban finansial sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas.

Baca Juga: Tak Cuma Kejar Nilai, Sekolah Juga Fokus Kembangkan Karakter dan Berpikir Kritis Anak

Binus University pun menawarkan program beasiswa hingga 100% yang menjadi salah satu faktor meningkatnya minat calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tersebut.

Rektor Binus University Nelly mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap penerimaan mahasiswa baru menunjukkan semakin besarnya kebutuhan akan pendidikan tinggi yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

"Kami melihat semakin banyak generasi muda yang memiliki aspirasi besar untuk berkembang di tingkat global," ujar Dr. Nelly dalam keterangan resminya, Selasa (4/8).

"Melalui program beasiswa hingga 100%, Binus University membuka akses pendidikan yang lebih luas agar mereka dapat belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan," kata dia.

Di sisi lain, calon mahasiswa juga semakin memperhatikan bagaimana kampus mempersiapkan lulusannya memasuki dunia kerja. Kurikulum yang terhubung dengan industri, penguasaan teknologi digital, hingga kesempatan memperoleh pengalaman internasional kini menjadi nilai tambah yang banyak dicari.

Menjawab kebutuhan itu, BINUS University terus mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), transformasi digital, serta kolaborasi dengan berbagai mitra industri.

Baca Juga: LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa Tahap II 2026, 80% Kuota untuk Bidang STEM

Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, lebih dari 95% mahasiswa Binus disebut telah memperoleh pengalaman internasional melalui program pertukaran pelajar, kolaborasi dengan universitas luar negeri, maupun keterlibatan dalam berbagai program industri global.

Reputasi dan kesiapan karier jadi nilai tambah

Di tengah persaingan yang semakin ketat, reputasi perguruan tinggi juga menjadi salah satu indikator yang dipertimbangkan calon mahasiswa dan orang tua. Tak hanya mencerminkan kualitas akademik, reputasi juga sering dikaitkan dengan peluang membangun jejaring profesional dan meningkatkan daya saing lulusan.

Karena itu, banyak kampus kini tak hanya berfokus meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga memperluas kerja sama internasional, memperkuat hubungan dengan dunia industri, serta menyediakan berbagai program pengembangan diri bagi mahasiswa.

Tren ini menunjukkan, memilih kampus kini bukan lagi sekadar menentukan tempat kuliah.

Bagi banyak keluarga, keputusan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif, sekaligus membuka peluang meraih karier di tingkat nasional maupun global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Wilayah Kompak Berawan, Cek Prakiraan Cuaca Bali Besok (22/9)

BMKG memprakirakan cuaca Bali besok bervariasi, dengan 5 wilayah berawan dan suhu udara mencapai 30°C. Simak prakiraan lengkapnya!

Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Sumatera Utara Besok (22/9), Cek Prakiraan Cuaca

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi cuaca Sumatera Utara besok. Suhu terendah 17°C dan tertinggi 34°C. 

Interaksi Obat Asam Urat dan Alkohol Punya Dampak Buruk bagi Tubuh

Obat asam urat alopurinol berinteraksi buruk dengan alkohol hingga antibiotik. Lihat daftar bahaya dan efek samping obat yang tersembunyi.

Antisipasi Udara Kabur, Pantau Prakiraan Cuaca Sumatera Selatan Besok (22/9)

BMKG Memprakirakan Cuaca Sumatera Selatan besok bervariasi dari hujan ringan hingga udara kabur di sejumlah wilayah. Cek prakiraan selengkapnya!

Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Besok (22/9), Pariaman Berpotensi Hujan Petir

BMKG memprakirakan hujan di 18 wilayah Sumatera Barat besok, termasuk hujan petir di Kota Pariaman. Simak prakiraan selengkapnya!

Promo Alfamart Beauty Fair 16-30 September 2026, Lavojoy-Npure Diskon hingga 50%

Promo Alfamart Beauty Fair periode 16-30 September 2026, cek katalognya di sini sebelum belanja di Alfamart terdekat.

Memakai Masker saat Berkendara Tidak Cukup, Ini Cara biar Perlindungan Lebih Optimal

Jenis masker, cara penggunaan, hingga perlengkapan perlindungan lainnya juga perlu diperhatikan agar perlindungan lebih optimal.

Hujan Guyur 4 Wilayah, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Selasa-Rabu didominasi berawan, dengan hujan ringan di sejumlah wilayah.

Garmin Run 2026 Jadi Ruang Pelari Bertumbuh, dari 5K hingga Half Marathon

​Garmin Run Indonesia 2026 mengajak 8.000 pelari menikmati proses berkembang, dari langkah pertama hingga menuntaskan half marathon.

Mahasiswa Ternyata Bisa Jadi Peneliti Sebelum Lulus, Ini Contohnya

​Belum lulus kuliah, mahasiswi i3L University Bianca Haidi sudah mengembangkan riset di sejumlah negara.