MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global bergulir sempit. Para pedagang memantau upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan AS-Iran dan prospek suku bunga Federal Reserves.
Mengutip Bloomberg, Selasa (4/8), harga emas spot diperdagangkan di US$ 4.057 per troi ons pada pukul 13.35 WIB. Harga emas naik tipis sekitar US$ 3 per troi ons, setelah ditutup sedikit naik pada Senin.
Setelah membatalkan serangan, Presiden AS Donald Trump mengatakan tawaran pembicaraan terbarunya adalah kesempatan terakhir, dan bahwa ia berharap pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya. Di sisi lain, Iran membantah sedang berbicara dengan AS, tetapi mengatakan diskusi dengan Oman untuk meningkatkan jumlah kapal yang melewati Hormuz mengalami kemajuan.
Secara terpisah, pejabat AS dan Jepang mengisyaratkan bahwa mereka bertekad untuk mempertahankan yen, setelah intervensi bersama pertama mereka dalam 15 tahun. Jepang adalah pemegang obligasi pemerintah AS terbesar dari luar negeri, dan penjualan apa pun untuk mendanai upaya mereka mendukung mata uang tersebut berisiko menekan obligasi AS saat kekhawatiran inflasi dan perang Iran mendorong kenaikan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Emas Menguji Naik di tengah Rencana Negosiasi AS dan Iran
Harga emas telah turun lebih dari seperlima sejak perang AS-Iran pecah pada akhir Februari. Harga energi yang tinggi memicu tekanan inflasi dan meningkatkan kemungkinan suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Ini hambatan bagi logam mulia yang tidak membagikan imbal hasil.
Meski demikian, para pejabat The Fed memilih untuk tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tidak berubah pada pertemuan pekan lalu, meski ada tiga suara yang menentang dan mendukung kenaikan.
Presiden Fed Bank of New York, John Williams dalam wawancaranya dengan Reuters, mengatakan bahwa suku bunga tetap berada di posisi yang baik, inflasi diperkirakan akan mereda selama paro kedua tahun ini. "Namun, jika inflasi tidak berperilaku seperti yang diharapkan, maka bank sentral perlu bertindak. imbuhnya," sebagaimana dilansir Bloomberg, Selasa.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Lagi Hari Ini Selasa (4/8), Kini Rp 2.603.000 per Gram
Sembari menunggu sinyal baru dari Timur tengah, sejumlah bank telah mengalihkan perhatian mereka ke prospek jangka pendek untuk pasar emas. Daan Struyven, analis Goldman Sachs Group Inc., mengatakan, permintaan emas dari bank sentral yang kembali meningkat, dipimpin oleh China, seharusnya membantu harga emas pulih, meskipun kemungkinan ada tekanan penurunan harga sementara dari pasar energi dan suku bunga.
Sementara, analis Citi Research Kenny Hu, mengatakan, harga emas bisa stagnan atau bahkan turun selama bulan depan sebelum melonjak ke US$ 4.500 pada kuartal keempat.
"Skenario dasar kami adalah berakhirnya konflik AS-Iran dan normalisasi arus Hormuz, dan dengan ini, suku bunga riil yang lebih rendah, dollar yang lebih lemah, dan minat investor yang lebih kuat terhadap emas akan kembali," tulis Hu dalam sebuah catatan, mengutip Bloomberg, hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News