MOMSMONEY.ID - Berapa durasi tidur terbaik untuk pasien asam urat? Durasi tidur yang baik berkisar antara 7-9 jam tiap malam. Namun, beberapa penderita asam urat mengalami kekambuhan di malam hari.
Hal tersebut membuat tidur malam penderita terganggu. Saat menderita asam urat, gejala seperti nyeri dan pembengkakan akan mengganggu tidur di malam hari.
Michael Toprover, dokter reumatologi asisten profesor kedokteran di NYU Grossman School of Medicine, memaparkan, masalah tidur utama yang dialami penderita asam urat adalah serangan akut. Sebab, rasa nyeri dan ketidaknyamanan dapat mengganggu tidur serta menurunkan kualitas tidur.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Arthritis & Rheumatology menemukan, risiko mengalami serangan asam urat pada malam dan dini hari adalah 2,4 kali lebih tinggi dibanding pada siang hari. Serangan ini muncul dan berlangsung selama satu atau dua minggu.
Baca Juga: Risiko Minum Manis Bikin Asam Urat Kambuh hingga 85%
Mengapa asam urat sering kambuh malam hari?
Dilansir dari Creakyjoints.org, ada beberapa alasan asam urat lebih sering kambuh pada malam hari:
1. Suhu tubuh menurun
Meski hanya sedikit, suhu tubuh memang menurun saat tidur. Penurunan suhu ini dapat memicu pembentukan kristal asam urat di dalam sendi, sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri secara tiba-tiba.
2. Pola pernapasan berubah
Pernapasan juga melambat saat tidur, sehingga paru-paru tidak mengeluarkan karbon dioksida sebanyak saat terbangun. Kelebihan karbon dioksida ini dapat meningkatkan kadar keasaman darah dan memicu produksi asam urat.
3. Menderita sleep apnea
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Arthritis Research & Therapy, orang dengan obstructive sleep apnea atau henti napas saat tidur memiliki risiko 1,86 kali lebih tinggi untuk menderita asam urat.
Baca Juga: Berat Badan Turun, Risiko Asam Urat Kambuh Berkurang 39%
Cara mengatasi masalah tidur akibat asam urat
Agar bisa tidur lebih nyenyak, Anda perlu mengendalikan serangan nyeri sesegera mungkin. Dokter bisa meresepkan obat penurun asam urat seperti allopurinol atau febuxostat.
Ada juga beberapa strategi tambahan yang dapat dilakukan untuk menangani asam urat dan mendapatkan tidur yang nyenyak:
1. Konsumsi pereda nyeri
Serangan asam urat dapat ditangani dengan obat antiinflamasi steroid dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Namun, berhati-hatilah dengan kortikosteroid seperti prednison yang terkadang bertindak sebagai stimulan dan menyebabkan kesulitan tidur.
Hindari juga aspirin, karena dapat meningkatkan kadar asam urat Anda.
2. Kompres dingin
Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan nyeri saat serangan terjadi. Jika Anda tidak memiliki kompres dingin siap pakai, cobalah membungkus es atau botol air beku dengan kain lap dan tempelkan pada area yang nyeri.
Penggunaan es dan terapi suhu dingin lainnya jauh lebih efektif dalam meredakan nyeri sendi dibandingkan terapi panas.
3. Istirahat
Saat serangan asam urat kambuh, salah satu langkah terbaik yang bisa diakukan adalah mengurangi tekanan pada sendi hingga kondisi membaik. Cobalah mengganjal sendi yang bermasalah dengan bantal atau selimut yang dilipat untuk membantu mengurangi pembengkakan.
4. Jaga tubuh tetap terhidrasi
Selalu bawa botol air minum, air putih akan membantu membuang asam urat dari tubuh. Arthritis Foundation menyarankan konsumsi delapan gelas minuman sehari.
Baca Juga: Bahaya Konsumsi Bir dan Daging Merah, Pria Rentan Kena Serangan Asam Urat Akut
5. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman
Hindari kafein pada waktu menjelang malam, batasi penggunaan TV, ponsel, serta layar ponsel satu hingga dua jam sebelum tidur. Terapkan kebiasaan tidur yang sehat yaitu tidur pada jam yang sama setiap malam dan usahakan tidur selama 7-9 jam setiap malam.
Inilah cara mengatasi masalah tidur dan durasi tidur terbaik untuk pasien asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News