MOMSMONEY.ID - Tumor otak tidak selalu bersifat ganas. Namun, baik tumor jinak maupun ganas tetap bisa berbahaya karena dapat menekan jaringan otak dan mengganggu fungsi vital di dalam kepala.
Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Premier Bintaro, dr. Moch. Evodia Slamet R, menjelaskan bahwa tumor otak terbagi menjadi dua jenis utama, yakni tumor primer yang berasal dari jaringan atau selaput otak, dan tumor sekunder (metastasis) yang merupakan penyebaran kanker dari organ lain seperti payudara, paru-paru, dan tiroid.
"Saat ini banyak masyarakat menganggap semua tumor otak pasti ganas. Faktanya, sebagian besar tumor otak primer bersifat jinak," ujar dr. Evodia.
Meski demikian, tumor otak tetap perlu diwaspadai. Gejalanya bisa berupa sakit kepala kronis yang semakin memberat dan disertai pandangan kabur, kejang pertama kali saat dewasa, gangguan keseimbangan, kelemahan pada tangan atau kaki, penurunan pendengaran, perubahan kepribadian, hingga muntah menyemprot dan penurunan kesadaran.
Menurut dr. Evodia, beberapa kasus bahkan dapat menjadi kondisi gawat darurat, seperti hidrosefalus atau penumpukan cairan otak serta perdarahan pada tumor yang memerlukan penanganan segera.
Untuk memastikan diagnosis, pasien biasanya perlu menjalani pemeriksaan CT Scan atau MRI dengan kontras agar keberadaan tumor dapat terlihat lebih jelas.
Baca Juga: Sakit Kepala Berulang, Waspada Bisa Jadi Tanda Tumor Otak
Adapun penanganan tumor otak disesuaikan dengan kondisi pasien, mulai dari pemberian obat untuk mengurangi gejala dan pembengkakan otak, operasi bedah saraf, radioterapi, hingga kemoterapi pada kasus tertentu.
"Salah satu teknologi yang menjadi pilihan pada kasus tertentu adalah Gamma Knife Radiosurgery, yaitu prosedur tanpa sayatan operasi yang menggunakan radiasi terfokus untuk mengendalikan pertumbuhan tumor, terutama pada tumor berukuran kecil," jelas dr. Evodia.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala neurologis yang berlangsung kronis dan semakin memburuk. Pemeriksaan sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan terapi sekaligus mencegah komplikasi yang lebih berat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News