MOMSMONEY.ID - Mau bantu keluarga bayar tagihan? Cek batas kemampuan agar niat baik tidak membuat keuangan sendiri ikut terganggu.
Membantu keluarga membayar tagihan sering kali terasa seperti kewajiban, terutama ketika orang terdekat sedang benar benar membutuhkan.
Namun, memberikan uang tanpa menghitung kondisi sendiri justru bisa membuat masalah keuangan berpindah dari satu orang ke orang lain.
Melansir dari NerdWallet, penelitian Federal Reserve Bank of Richmond, mencatat 42% orang pernah memberikan uang kepada kerabat, sedangkan 21% pernah menerimanya.
Temuan ini menunjukkan bahwa bantuan finansial dalam keluarga cukup umum, tetapi kemampuan pemberi tetap perlu menjadi pertimbangan utama.
“Batas keuangan bukan berarti berhenti membantu, melainkan menjaga agar bantuan tidak berubah menjadi beban baru,” dikutip hasil penelitian Federal Reserve Bank of Richmond.
Baca Juga: Strategi Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Usia 30-an biar Keuangan Stabil
Kenali batas sebelum memberikan uang
Ketika keluarga datang meminta bantuan, respons pertama biasanya adalah ingin segera menolong. Sayangnya, rasa kasihan atau tidak enak menolak terkadang membuat seseorang lupa menghitung kebutuhan dirinya sendiri.
Sebelum mengirim uang, coba lihat saldo, tagihan bulanan, kebutuhan pokok, dan dana darurat. Jika bantuan tersebut membuat Anda kesulitan membayar kebutuhan sendiri, sebaiknya nominalnya dikurangi.
Tidak ada angka bantuan yang cocok untuk semua orang. Rp100.000, Rp500.000, atau Rp1 juta bisa sama sama berarti, tergantung kondisi keuangan masing masing.
Bedakan bantuan dan pinjaman
Hal lain yang sering menjadi sumber masalah adalah status uang yang diberikan tidak pernah dibicarakan sejak awal. Padahal, penting untuk menentukan apakah uang tersebut memang hadiah atau nantinya harus dikembalikan.
Jika merupakan pinjaman, bicarakan jumlah dan waktu pengembalian secara terbuka. Tidak perlu dibuat rumit, yang penting kedua pihak mempunyai pemahaman yang sama.
Sebaliknya, jika Anda tidak ingin hubungan keluarga terganggu karena urusan tagih menagih, berikan hanya uang yang memang sanggup Anda relakan. Jangan memaksakan pinjaman jika uang tersebut sebenarnya masih dibutuhkan untuk kebutuhan sehari hari.
Buat batas untuk permintaan berikutnya
Bantuan yang awalnya hanya sekali bisa berubah menjadi kebiasaan jika tidak ada batas yang jelas. Karena itu, aturan sederhana justru dapat membuat hubungan keluarga lebih sehat. Beberapa batas yang bisa diterapkan:
- Pinjaman sebelumnya diselesaikan sebelum memberikan pinjaman baru.
- Nominal bantuan disesuaikan dengan kemampuan sendiri.
- Dana darurat tidak digunakan untuk memenuhi permintaan rutin.
- Kebutuhan mendesak diprioritaskan daripada keinginan.
- Katakan terus terang jika kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan.
Baca Juga: Belanja Karena TikTok? Ini Cara Mengurangi Kebiasaan Impulsif Moms
Bantuan tidak harus berupa uang
Tidak mampu memberikan uang bukan berarti tidak bisa membantu. Ada banyak bentuk dukungan yang tetap berguna tanpa menguras tabungan.
Misalnya, membantu mencari informasi bantuan sosial yang relevan, ikut membuat anggaran rumah tangga, membantu mencari pekerjaan, menyediakan makanan, atau mendampingi keluarga menyusun rencana pembayaran tagihan.
Bagi masyarakat Indonesia yang sedang berusaha menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali, cara seperti ini bisa menjadi jalan tengah. Keluarga tetap mendapatkan dukungan, sementara kondisi finansial pemberi tidak ikut terbebani.
Niat baik tetap perlu batas
Membantu keluarga memang penting, tetapi menjaga keuangan sendiri juga bukan tindakan egois. Justru, kondisi finansial yang sehat membuat seseorang memiliki kemampuan lebih baik untuk membantu ketika keluarga benar benar membutuhkan di kemudian hari.
Jadi, sebelum mengatakan iya, hitung dulu kemampuan sendiri. Jika belum sanggup memenuhi seluruh kebutuhan, tidak ada salahnya menawarkan bantuan dengan nominal lebih kecil atau memberikan dukungan dalam bentuk lain.
Pada akhirnya, bantuan yang sehat adalah bantuan yang tidak membuat satu masalah selesai dengan menciptakan masalah keuangan baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News