MOMSMONEY.ID - Cara mengurangi kebiasaan belanja impulsif akibat TikTok dengan cara mudah biar pengeluaran tetap terkontrol dan tidak boros.
TikTok kini bukan hanya tempat mencari hiburan, tetapi juga menjadi ruang menemukan berbagai produk baru setiap hari.
Banyak orang akhirnya membeli barang setelah melihat video review, rekomendasi kreator, atau tren yang sedang ramai dibicarakan.
Mengutip CNBC, paparan konten belanja secara terus menerus dapat membuat seseorang lebih mudah melakukan pembelian spontan karena muncul dorongan ingin mencoba.
Kebiasaan ini sering tidak terasa karena proses membeli hanya membutuhkan beberapa kali klik melalui ponsel.
"Memberi waktu jeda sebelum membeli bisa membantu memutus kebiasaan melihat produk lalu langsung melakukan transaksi," dikutip dari CNBC.
Baca Juga: Keuangan Keluarga Tertekan karena Biaya Anak? Ini Tips Mengatasinya
Mengapa TikTok bisa membuat orang mudah belanja?
Konten TikTok dibuat dengan format singkat, menarik, dan terus menyesuaikan minat pengguna. Ketika seseorang sering melihat video tentang produk tertentu, algoritma akan kembali menampilkan konten serupa.
Akibatnya, barang yang awalnya tidak dicari bisa terlihat seperti kebutuhan baru. Ditambah dengan adanya ulasan positif dan tren viral, keinginan membeli sering muncul lebih cepat dibanding pertimbangan apakah barang tersebut benar benar diperlukan.
Bagi Anda yang semakin terbiasa dengan transaksi digital, kemampuan mengatur keputusan belanja menjadi bagian penting dari literasi keuangan. Tidak semua barang yang sedang populer harus langsung dimiliki.
Kurangi paparan konten pemicu belanja
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengurangi hal hal yang membuat keinginan membeli muncul. Beberapa cara sederhana yang bisa dicoba yaitu:
- Batasi mengikuti akun yang sering membuat tergoda membeli produk.
- Lewati konten bertema barang wajib punya atau rekomendasi viral.
- Matikan notifikasi belanja yang tidak diperlukan.
- Atur waktu penggunaan TikTok agar tidak terlalu lama melihat konten promosi.
Buat proses membeli menjadi lebih lambat
Salah satu penyebab belanja impulsif terjadi adalah karena transaksi online sangat mudah dilakukan. Ketika metode pembayaran sudah tersimpan, Moms bisa membeli barang tanpa banyak berpikir. Untuk mengatasinya, cobalah beberapa kebiasaan berikut:
- Hapus kartu pembayaran yang tersimpan di aplikasi.
- Jangan membeli barang saat pertama kali melihatnya.
- Simpan barang di keranjang selama 24 hingga 48 jam sebelum checkout.
Pastikan barang tersebut benar benar menyelesaikan kebutuhan, bukan hanya karena sedang tren.
Baca Juga: Rahasia Rumah Tetap Rapi, 5 Kebiasaan Minimalis yang Wajib Dicoba
Bangun kebiasaan berpikir sebelum checkout
Mengurangi belanja impulsif bukan berarti harus berhenti membeli sesuatu yang disukai. Kuncinya adalah membuat keputusan dengan lebih sadar.
Sebelum membeli, tanyakan kepada diri sendiri apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya memberikan rasa senang sesaat.
Membuat daftar barang yang sudah dimiliki juga bisa membantu mengurangi keinginan membeli produk serupa. Banyak Moms baru menyadari bahwa barang lama masih berfungsi dengan baik setelah melakukan evaluasi.
Atur anggaran khusus untuk keinginan
Mengelola uang tidak hanya soal menghemat, tetapi juga membuat batas yang jelas. Pisahkan anggaran kebutuhan utama dengan uang untuk membeli barang yang bersifat hiburan. Melalui cara ini, Moms tetap bisa menikmati tren tanpa mengorbankan kondisi keuangan.
Melansir Los Angeles Times, tren viral tidak selalu berarti barang tersebut harus dimiliki karena banyak produk hanya populer dalam waktu singkat.
Pilih barang yang berkualitas, bisa digunakan lama, dan sesuai kebutuhan agar tidak terus membeli hanya karena mengikuti perubahan tren.
Coba aturan menunda pembelian
Salah satu cara sederhana untuk mengurangi belanja spontan adalah menerapkan aturan tidak membeli barang pada hari yang sama ketika melihatnya di TikTok.
Baca Juga: Didatangi Debt Collector di Rumah? Begini Cara Aman Menghadapinya
Berikan waktu beberapa hari untuk berpikir. Jika setelah itu barang masih terasa penting, kemungkinan keputusan membeli lebih berdasarkan kebutuhan daripada dorongan sesaat.
TikTok memang membuat menemukan produk baru menjadi lebih mudah, tetapi kebiasaan belanja tetap perlu dikendalikan.
Mengurangi pemicu, memberi jeda sebelum membeli, dan membuat batas anggaran, Moms bisa tetap menikmati media sosial tanpa terjebak pengeluaran yang tidak direncanakan.
Kebiasaan kecil tersebut dapat membantu membangun pola belanja yang lebih sehat dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News