MOMSMONEY.ID - Kunyit adalah bahan utama pembuatan saus kari yang populer dan digemari banyak pecinta makanan dan punya ragam manfaat bagi kesehatan tubuh.
Kunyit merupakan rempah yang berasal dari akar tanaman Curcuma longa yang merupakan bagian dari keluarga jahe.
Bahan aktif utamanya adalah kurkumin. “Kurkumin inilah yang memberi warna kuning cerah pada kunyit,” kata ahli diet terdaftar Amber Sommer, RD, LD kepada Cleveland Clinic.
Bukan cuma warna, kunyit juga memiliki rasa khas pada makanan-makanan Asia. Tetapi selain karena rasa dan warna, kunyit ternyata juga menyimpan beragam manfaat tersembunyi yang jarang diketahui banyak orang.
Apa saja manfaat kunyit untuk kesehatan? Yuk, simak penjelasannya di sini.
Baca Juga: Manfaat Minyak Kemiri untuk Kesehatan Kulit Kepala dan Rambut
Mengurangi peradangan
Kunyit bermanfaat untuk kondisi kronis di mana peradangan mulai mempengaruhi jaringan tubuh.
Dalam sebuah studi tahun 2016, penderita kolitis ulseratif yang mengonsumsi 2 gram kurkumin setiap hari bersamaan dengan obat resep lebih mungkin untuk tetap dalam masa remisi dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi obat tersebut.
"Ini tidak hanya membantu saat terjadi kekambuhan aktif, tetapi mungkin dapat membantu memperpanjang masa remisi," jelas Sommer. "Penelitian juga menunjukkan bahwa kunyit dapat mengurangi peradangan sendi dan nyeri yang terkait dengan osteoartritis," tambahnya.
Melawan radikal bebas
Radikal bebas dapat menyebabkan banyak masalah, mulai dari kerusakan kulit hingga kanker. Cara terbaik untuk melawan radikal bebas adalah melalui antioksidan, yang banyak terkandung dalam kunyit.
Sebuah studi tahun 2007 menunjukkan, kunyit dapat membantu menetralisir radikal bebas dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Dan, sebuah studi tahun 2019 menemukan, efek antioksidan kunyit dapat merangsang kerja antioksidan lain dan membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh.
Membantu sindrom metabolik
Sindrom metabolik adalah beragam kondisi kesehatan yang cenderung terjadi bersamaan dan secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Menurut Good RX, hal ini disebabkan karena metabolisme tubuh tidak bekerja dengan baik.
Gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan peningkatan trigliserida adalah bagian dari sindrom metabolik. Mengonsumsi kunyit dapat membantu menurunkan gula darah, tekanan darah diastolik, dan trigliserida pada orang dengan sindrom metabolik.
Baca Juga: 7 Buah Tinggi Kandungan Vitamin C, Paling Tinggi Bukan Jeruk
Mendukung sistem kekebalan tubuh
Kunyit dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Kurkumin bersifat antimikroba, artinya mendukung sel kekebalan yang membantu melawan bakteri dan virus yang dapat membuat sakit.
Nah, dengan mengurangi peradangan dan stres oksidatif, kunyit dapat melindungi sistem kekebalan tubuh.
Melawan depresi
Beberapa penelitian menunjukkan, depresi mungkin berhubungan dengan peradangan. Jika ini benar, sifat anti-inflamasi kunyit dapat menjadikannya bagian yang berguna dalam pengobatan depresi.
Menurut sebuah penelitian pada tahun 2008, kurkumin juga dapat meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yaitu bahan kimia di otak yang mengatur suasana hati dan fungsi tubuh lainnya.
Menurunkan risiko penyakit jantung
Berkat kemampuannya mengurangi peradangan dan oksidasi, kunyit dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Sebuah penelitian dari tahun 2012 mengikuti 121 orang yang menjalani operasi bypass arteri koroner. Beberapa hari sebelum dan sesudah operasi, kelompok yang mengonsumsi 4 gram kurkumin sehari mengalami penurunan risiko serangan jantung sebesar 65% di rumah sakit.
Kunyit juga mungkin bermanfaat bila digunakan bersama dengan obat untuk mengelola kadar kolesterol.
Itulah tadi manfaat-manfaat kunyit yang ternyata berguna untuk menjaga organ-organ penting dalam tubuh. Tertarik konsumsi?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News