M O M S M O N E Y I D
Bugar

Lawan Depresi dan Penyakit Jantung, Simak 6 Manfaat Kunyit untuk Tubuh di Sini

Lawan Depresi dan Penyakit Jantung, Simak 6 Manfaat Kunyit untuk Tubuh di Sini
Penulis: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Kunyit adalah bahan utama pembuatan saus kari yang populer dan digemari banyak pecinta makanan dan punya ragam manfaat bagi kesehatan tubuh.

Kunyit merupakan rempah yang berasal dari akar tanaman Curcuma longa yang merupakan bagian dari keluarga jahe.

Bahan aktif utamanya adalah kurkumin. “Kurkumin inilah yang memberi warna kuning cerah pada kunyit,” kata ahli diet terdaftar Amber Sommer, RD, LD kepada Cleveland Clinic.

Bukan cuma warna, kunyit juga memiliki rasa khas pada makanan-makanan Asia. Tetapi selain karena rasa dan warna, kunyit ternyata juga menyimpan beragam manfaat tersembunyi yang jarang diketahui banyak orang.

Apa saja manfaat kunyit untuk kesehatan? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Baca Juga: Manfaat Minyak Kemiri untuk Kesehatan Kulit Kepala dan Rambut

Mengurangi peradangan

Kunyit bermanfaat untuk kondisi kronis di mana peradangan mulai mempengaruhi jaringan tubuh.

Dalam sebuah studi tahun 2016, penderita kolitis ulseratif yang mengonsumsi 2 gram kurkumin setiap hari bersamaan dengan obat resep lebih mungkin untuk tetap dalam masa remisi dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi obat tersebut.

"Ini tidak hanya membantu saat terjadi kekambuhan aktif, tetapi mungkin dapat membantu memperpanjang masa remisi," jelas Sommer. "Penelitian juga menunjukkan bahwa kunyit dapat mengurangi peradangan sendi dan nyeri yang terkait dengan osteoartritis," tambahnya.

Melawan radikal bebas

Radikal bebas dapat menyebabkan banyak masalah, mulai dari kerusakan kulit hingga kanker. Cara terbaik untuk melawan radikal bebas adalah melalui antioksidan, yang banyak terkandung dalam kunyit.

Sebuah studi tahun 2007 menunjukkan, kunyit dapat membantu menetralisir radikal bebas dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Dan, sebuah studi tahun 2019 menemukan, efek antioksidan kunyit dapat merangsang kerja antioksidan lain dan membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh.

Membantu sindrom metabolik

Sindrom metabolik adalah beragam kondisi kesehatan yang cenderung terjadi bersamaan dan secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Menurut Good RX, hal ini disebabkan karena metabolisme tubuh tidak bekerja dengan baik.

Gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan peningkatan trigliserida adalah bagian dari sindrom metabolik. Mengonsumsi kunyit dapat membantu menurunkan gula darah, tekanan darah diastolik, dan trigliserida pada orang dengan sindrom metabolik.

Baca Juga: 7 Buah Tinggi Kandungan Vitamin C, Paling Tinggi Bukan Jeruk

Mendukung sistem kekebalan tubuh

Kunyit dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Kurkumin bersifat antimikroba, artinya mendukung sel kekebalan yang membantu melawan bakteri dan virus yang dapat membuat sakit.

Nah, dengan mengurangi peradangan dan stres oksidatif, kunyit dapat melindungi sistem kekebalan tubuh.

Melawan depresi

Beberapa penelitian menunjukkan, depresi mungkin berhubungan dengan peradangan. Jika ini benar, sifat anti-inflamasi kunyit dapat menjadikannya bagian yang berguna dalam pengobatan depresi.

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2008, kurkumin juga dapat meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yaitu bahan kimia di otak yang mengatur suasana hati dan fungsi tubuh lainnya.

Menurunkan risiko penyakit jantung

Berkat kemampuannya mengurangi peradangan dan oksidasi, kunyit dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Sebuah penelitian dari tahun 2012 mengikuti 121 orang yang menjalani operasi bypass arteri koroner. Beberapa hari sebelum dan sesudah operasi, kelompok yang mengonsumsi 4 gram kurkumin sehari mengalami penurunan risiko serangan jantung sebesar 65% di rumah sakit.

Kunyit juga mungkin bermanfaat bila digunakan bersama dengan obat untuk mengelola kadar kolesterol.

Itulah tadi manfaat-manfaat kunyit yang ternyata berguna untuk menjaga organ-organ penting dalam tubuh. Tertarik konsumsi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Perbedaan Rambut Rontok dan Patah, Mirip tapi Butuh Perawatan Berbeda

Agar tidak salah perawatan, ini 4 perbedaan rambut rontok dan patah yang wajib Anda tahu. Simak, Moms.

Promo JSM Indomaret 14-16 Agustus 2026, Sosis Kanzler-Le Minerale Beli 2 Lebih Hemat

Inilah katalog promo JSM Indomaret periode 14-16 Agustus 2026 yang bisa Anda cek sebelum belanja, Moms.

Promo JSM Superindo Periode 14-16 Agustus 2026, Magnum Mini-Bakso Sapi Diskon 35%

Cek promo JSM Superindo hari ini periode 14-16 Agustus 2026 untuk belanja hemat di Superindo terdekat akhir pekan ini.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Jumat (14/8) Naik Lagi, UBS 1 Gram Rp 2.747.000

Harga emas Pegadaian hari ini Jumat (14/8) kembali naik. Harga emas Galeri24 1 gram mencapai Rp 2.687.000, sedangkan emas UBS 1 gram Rp 2.747.000.

Rekomendasi 6 Film Biografi Pahlawan Indonesia, Tonton Saat Rayakan HUT RI

Banyak mengangkat kehidupan tokoh-tokoh pahlawan Indonesia, berikut rekomendasi film biografi tokoh perjuangan Indonesia.​

Batas Kolesterol Normal Wanita. Wajib Punya HDL Tinggi Demi Lindungi Jantung

Wanita butuh kadar HDL lebih tinggi dibanding pria. Pelajari batas kolesterol total dan cara tepat melindungi kesehatan pembuluh darah.

Hari Terakhir Promo HokBen Ka99et & Youth Deals, Makan Hemat Jumat Ini

Manfaatkan promo HokBen hari ini untuk menikmati Hoka Hemat murah dan kombinasi Ramen atau Fried Chicken dengan menu gratis sebelum kehabisan!

4 Alasan Anda Harus Pakai Setting Spray saat Make Up, Cegah Make Up Luntur

Cari tahu apa saja manfaat menggunakan produk setting spray dalam proses make up pada artikel ini.  

Hindari Kembang Kol & Jamur: Pilih Wortel, Efektif Turunkan Risiko Asam Urat

Bayam dan kembang kol ternyata menyimpan kadar purin tersembunyi. Pelajari takaran konsumsi aman agar bebas dari peradangan sendi.

Rekor Kamera HP Samsung S25 Ultra Tergeser: Z Fold7 Dominasi Fotografi Lipat

Mewarisi sensor utama S25 Ultra, Galaxy Z Fold7 ubah standar ponsel lipat. Cek hasil pengujian kamera dan benchmark performanya.