MOMSMONEY.ID - Menguasai keterampilan teknis saja belum cukup untuk menunjang karier. Di berbagai bidang pekerjaan, termasuk sektor jasa dan logistik, kemampuan berkomunikasi kini menjadi salah satu soft skill yang dibutuhkan untuk membangun kepercayaan pelanggan sekaligus meningkatkan profesionalisme.
Kemampuan komunikasi yang baik membantu pekerja menyampaikan informasi secara jelas, membangun hubungan yang positif dengan pelanggan, hingga menyelesaikan kendala atau keluhan dengan lebih profesional.
Keterampilan ini juga dinilai menjadi bekal penting untuk pengembangan karier di masa depan.
Melihat pentingnya kemampuan tersebut, Lalamove Indonesia memberikan pelatihan komunikasi kepada mitra pengemudinya melalui program Lalamove Driver Academy.
Pelatihan ini membahas cara berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan, membangun rasa percaya diri, menyampaikan informasi dengan jelas, hingga menangani konflik secara profesional.
Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, mengatakan kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan bekerja, tetapi juga cara seseorang berinteraksi dengan pelanggan.
"Di Lalamove, kami percaya bahwa layanan logistik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pengiriman, tetapi juga oleh kualitas interaksi antara mitra dan pelanggan. Karena itu, kami terus berinvestasi dalam pengembangan kompetensi mitra, termasuk keterampilan komunikasi yang mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat profesionalisme mereka," ujar Andito dalam keterangan tertulis, Senin (6/7).
Baca Juga: Menaker Tekankan Pentingnya Menyiapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru
Menurut Andito, keterampilan komunikasi merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya mendukung aktivitas mitra di platform Lalamove, tetapi juga menjadi kompetensi yang relevan bagi pengembangan karier mereka di masa depan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari teknik berkomunikasi yang efektif, cara menyampaikan informasi dengan jelas, membangun rasa percaya diri, serta menangani konflik secara profesional.
Keterampilan tersebut dinilai dapat diterapkan oleh siapa saja yang bekerja di bidang yang berhubungan langsung dengan pelanggan.
Salah satu peserta pelatihan, Arifin, mengaku materi yang diperoleh dapat langsung diterapkan saat bekerja.
"Saya menyadari bahwa cara berkomunikasi dengan pelanggan juga sangat menentukan pengalaman mereka. Materi yang kami dapatkan sangat relevan dan bisa langsung diterapkan saat bekerja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News