M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kualitas Udara Masih Buruk, Ini Upaya Cegah Dampak Polusi

Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - Polusi udara di Jakarta masih belum sehat. Berdasarkan data IQAir tanggal 24 Agustus pukul 16:00 WIB, indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 137 atau masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Konsentrasi PM 2.5 di Jakarta saat ini 10 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.

Terdapat berbagai dampak bagi kesehatan yang bisa dialami masyarakat akibat polusi. Ketua Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, Agus Dwi Susanto pun membagikan sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dampak buruk dari polutan ini.

Pertama, sering-sering memantau kualitas udara apabila ingin beraktivitas di luar ruangan. Menurutnya, hal ini penting dilakukan.

Saat kualitas udara sedang baik, masyarakat boleh beraktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker, bila kualitas udara tidak sehat atau berwarna kuning, maka orang-orang yang masuk kelompok sensitif harus berhati-hati dan harus menghindari daerah polusi. Kalau pun harus beraktivitas harus menggunakan masker. Sementara, bila polutannya sudah sangat tinggi, ini menjadi peringatan pula bagi orang sehat dan beraktivitas harus menggunakan masker di luar ruangan.

Baca Juga: Polusi Udara Mengancam, Berikut Saran dan Rekomendasi Penelitian dari HCC

Kedua, apabila aktivitas di luar ruangan dengan kondisi udara yang sudah terpolusi, kalau menggunakan mobil, maka harus menggunakan AC recirculate, jangan membuka jendela. Namun, bila di tempat terbuka seperti menaiki sepeda motor atau berjalan kaki, maka harus menggunakan masker.

"Menggunakan masker itu penting untuk mengurangi terhirupnya partikel-partikel khusus. Direkomendasikan menggunakan masker N95, kalau tidak menggunakan masker bedah yang bisa memfiltrasi minimal 50%," ujar Agus.

Ketiga, menjaga stamina tubuh. Menurutnya, penting untuk menjaga tubuh dalam kondisi baik, sehingga daya tahan tubuh pun baik. Dia mengingatkan agar masyarakat menghindari hal-hal yang membuat stamina tubuh menurun, seperti merokok, meminum alkohol

"Istirahatnya harus cukup, minum air cukup, makan makanan bergizi dan olahraga," ujarnya.

Keempat, jangan lupa menjaga kualitas udara di dalam ruangan karena sebagaian besar waktu biasanya dihabiskan di dalam ruangan. Pastikan kualitas di dalam ruangan itu bagus, dengan mengukur kira-kira sehat atau belum. Kalau belum sehat pakai air purifier atau bisa menggunakan tanaman yang menyerap polutan.

Kelima, adalah melakukan deteksi dini bila muncul gejala-gejala yang ada kaitannya dengan polusi udara. Segera lakukan konsultasi kepada dokter terkait kemudian melakukan pengobatan sedini mungkin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!               

6 Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi Setelah Usia 50 Tahun agar Tetap Sehat

Yuk, cek daftar makanan yang perlu dibatasi setelah usia 50 tahun agar tetap sehat berikut ini! Apa sajakah itu?  

Anak Paling Rentan DBD, IDAI Dorong Vaksinasi Dini sebagai Perlindungan Komprehensif

IDAI dorong vaksinasi dini DBD pada anak karena kelompok usia 5–14 tahun catat kematian tertinggi di Indonesia  

9 Rekomendasi Camilan untuk Menjaga Kesehatan Jantung yang Kaya Protein

Cek rekomendasi camilan untuk menjaga kesehatan jantung yang kaya protein ini, yuk!                    

5 Alasan Wanita Cepat Naik Berat Badan saat Usia 50 Tahun ke Atas

Ada beberapa alasan wanita cepat naik berat badan saat usia 50 tahun ke atas. Apa sajakah itu?