MOMSMONEY.ID - Adakah manfaat daun kelor untuk penderita asam urat? Daun moringa atau daun kelor secara alami rendah purin. Purin adalah senyawa yang dipecah menjadi asam urat dalam tubuh Anda.
Allison Herries, dokter ahli gizi, menjelaskan bahwa asupan purin yang lebih rendah membuat beban tubuh untuk mengeluarkan asam urat jadi makin ringan. Selain rendah purin, moringa juga mengandung senyawa anti-inflamasi dan antioksidan.
Dilansir dari Verywellhealth.com, kedua senyawa ini secara langsung mengatasi radang sendi saat kadar asam urat melonjak. Berdasarkan Journal of Pharmaceutical Sciences tahun 2025, ekstrak daun kelor menunjukkan potensi signifikan sebagai alternatif untuk penanganan asam urat.
Baca Juga: Pembentukan Benjolan Tofi Menjadi Tanda Penyakit Asam Urat Makin Kronis
Efek ini sebagian besar disebabkan oleh kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, asam fenolik dan antioksidan. Fitokimia ini memberikan berbagai aksi terapeutik seperti menghambat xantin oksidase untuk mengurangi produksi asam urat, mengatur transporter urat ginjal untuk meningkatkan ekskresi asam urat.
Selain itu, kelor memberikan efek anti-inflamasi dengan memodulasi jalur-jalur utama, termasuk NF-κB dan sitokin (TNF-α dan IL-6).
Bagaimana daun kelor membantu mengatasi asam urat?
Daun kelor atau moringa secara alami rendah purin. Ini adalah faktor terpenting bagi siapa pun yang mengelola penyakit asam urat atau hiperurisemia.
Mengganti sumber protein tinggi purin dengan protein nabati rendah purin seperti moringa mengurangi beban purin yang harus diproses tubuh. Berikut ini keuntungan lainnya:
1. Memiliki senyawa antiinflamasi
Serangan asam urat pada dasarnya adalah peristiwa peradangan. Kristal asam urat memicu sistem kekebalan tubuh yang merespons dengan peradangan, menyebabkan pembengkakan dan nyeri hebat saat serangan asam urat.
Moringa mengandung quercetin dan asam klorogenik. Keduanya merupakan flavonoid anti-inflamasi yang telah banyak diteliti. Quercetin secara khusus menghambat enzim inflamasi.
Senyawa ini mengurangi respons imun yang mengubah lonjakan asam urat menjadi serangan asam urat yang parah.
2. Sifat ntioksidan
Stres oksidatif memperburuk gejala asam urat, hal ini merusak jaringan sendi dan memperkuat peradangan. Daun kelor adalah salah satu makanan dengan kandungan antioksidan tertinggi.
Senyawa antioksidannya membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi kerusakan oksidatif pada jaringan yang sudah tertekan oleh kristal asam urat.
3. Efek diuretik ringan
Pengobatan tradisional telah lama menggunakan moringa sebagai diuretik ringan. Diuretik meningkatkan buang air kecil yang merupakan salah satu jalur utama tubuh untuk membuang kelebihan asam urat.
Efek diuretik ini dikombinasikan dengan hidrasi yang baik, membantu ginjal dalam mengeluarkan asam urat sebelum menumpuk.
4. Efek pengalkalian
Lingkungan basa dalam tubuh membantu melarutkan asam urat dan mendorong pengeluarannya. Moringa seperti kebanyakan sayuran berdaun hijau memiliki efek pengalkalian pada pH internal tubuh.
Makanan yang membantu menurunkan kadar asam urat
Buah ceri dan jus ceri memiliki bukti terkuat untuk mengurangi frekuensi serangan asam urat. Makanan kaya vitamin C seperti lemon dan jambu biji mendukung pengeluaran asam urat.
Produk susu rendah lemak, biji-bijian utuh, kopi, dan protein nabati semuanya dikaitkan dengan kadar asam urat yang lebih rendah. Moringa secara khusus termasuk dalam kategori yang bermanfaat. Selain itu, konsumsi air putih untuk membersihkan asam urat dari tubuh.
Baca Juga: Kadar Asam Urat: Aspirin Dosis Rendah Memicu Serangan Berulang, Bahaya
Usahakan minum 2,5 hingga 3 liter air per hari jika memiliki kadar asam urat tinggi.
Sekian khasiat daun kelor untuk meringankan beban ginjal bagi pasien asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News