MOMSMONEY.ID - Penting untuk mendeteksi asam urat sejak dini karena bisa memulai terapi untuk mencegah komplikasi, mengurangi kekambuhan dan mencegah kerusakan sendi.
Asam urat adalah radang sendi yang terjadi akibat menumpuk asam urat di aliran darah dan membentuk kristal tajam di persendian.
Stella Bard, dokter reumatologi, menjelaskan, kristal-kristal seperti jarum ini memicu sistem kekebalan tubuh, menyebabkan pembengkakan, nyeri hebat, dan kemerahan.
Penderita penyakit ini biasanya menghasilkan terlalu banyak atau karena ginjal yang tidak bisa membuang kelebihan asam urat.
Baca Juga: Rutin Konsumsi Vitamin B12 Jadi Solusi Alami Turunkan Risiko Asam Urat Tinggi
Mengapa deteksi dini penyakit asam urat penting?
Dilansir dari Healthline.com, mendeteksi asam urat sejak dini dapat mencegah komplikasi jangka panjang. Tanpa pengobatan, serangan asam urat cenderung menjadi lebih sering, intens, dan memengaruhi banyak sendi.
Seiring waktu, asam urat kronis dapat menyebabkan kerusakan sendi, tofi, dan masalah ginjal. Intervensi dini memudahkan pasien dalam memulai rencana perawatan sebelum kerusakan terjadi.
Hal itu dapat mencakup perubahan pola makan, konsumsi obat, dan terapi infus. Semakin cepat bertindak, maka semakin besar kemungkinan untuk mencegah kerusakan permanen dan mengendalikan penyakit.
Fase diam: hiperurisemia asimptomatik
Salah satu bagian tersulit dari penyakit asam urat adalah seringkali dimulai tanpa gejala. Hiperurisemia asimptomatik adalah fase di mana kadar asam urat meningkat, tetapi tidak ada gejala yang terlihat.
Meski tidak ada rasa sakit selama fase ini, kerusakan mungkin sudah terjadi. Asam urat dapat mulai membentuk mikrokristal di persendian dan ginjal yang menjadi dasar bagi serangan di masa mendatang.
Itulah mengapa pemeriksaan darah dan skrining kesehatan secara teratur sangat penting, terutama bagi orang dengan riwayat keluarga asam urat atau risiko lainnya.
Baca Juga: Fungsi Ginjal Terganggu? Waspada, Obesitas Bisa Tingkatkan Asam Urat
Tanda-tanda awal asam urat tinggi
Berikut tanda-tanda awal yang menunjukkan kemungkinan perkembangan penyakit asam urat:
1. Nyeri sendi mendadak
Salah satu tanda paling klasik adalah nyeri mendadak di malam hari. Rasa nyerinya digambarkan sebagai nyeri tajam, berdenyut, atau tak tertahankan.
Biasanya dimulai di jempol kaki, tetapi dapat terjadi di sendi mana pun.
2. Kemerahan dan pembengkakan
Area yang terkena akan bengkak, hangat, dan tampak merah. Asam urat bisa membatasi gerak sendi, bahkan hal sesederhana seperti tersentuh seprai saja bisa menyebabkan rasa tidak nyaman yang hebat.
3. Rasa nyeri yang berkepanjangan
Setelah rasa sakit yang hebat mereda, banyak pasien melaporkan rasa nyeri tumpul atau kaku yang bertahan selama berhari-hari atau berminggu-minggu.
Jika Anda merasakan nyeri, ketegangan, atau pembengkakan yang berlangsung lebih dari beberapa hari, jangan abaikan. Gejala sisa ini mungkin mengindikasikan adanya kristal asam urat atau peradangan ringan.
Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan erosi sendi dan kerusakan permanen. Mengatasi fase ini dengan pemantauan dan perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan sendi dalam jangka panjang.
Tanda-tanda serangan kronis atau berulang
Ketika asam urat menjadi kronis, hal itu dapat menyebabkan terbentuknya tofi. Tofi merupakan benjolan keras yang terbuat dari kristal asam urat.
Benjolan ini biasanya terbentuk di bawah kulit di sekitar persendian, jari, telinga, atau siku. Meski tidak selalu menimbulkan rasa sakit, tofi jadi tanda bahwa penyakit ini telah berkembang.
Tofi dapat menyebabkan deformitas sendi, ulkus kulit, dan infeksi jika tidak diobati.
Kapan harus melakukan tes medis?
Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Tes darah sederhana untuk memeriksa kadar asam urat adalah langkah awal yang baik.
Rongent dan analisis cairan sendi juga dapat mengonfirmasi keberadaan kristal asam urat.
Baca Juga: Demam dan Nyeri Punggung: Jangan Abaikan, Bisa Jadi Gejala Asam Urat Tak Biasa
Memantau & mengelola asam urat jangka panjang
Setelah didiagnosis, mengelola asam urat menjadi komitmen seumur hidup. Perawatan jangka panjang untuk penyakit asam urat melibatkan pengendalian melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan.
Penderita akan diberikan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kolkisin, kortikosteroid, atau infus seperti KRYSTEXXA (pegloticase). Jika konsumsi obat secara oral tidak menghasilkan respons penurunan asam urat atau mengalami efek samping yang tidak diinginkan, dokter akan memberikan terapi infus.
Perawatan infus memberikan obat-obatan ampuh langsung ke aliran darah, melewati sistem pencernaan untuk pengendalian gejala yang lebih cepat dan efektif.
Agen biologis yang digunakan dalam terapi infus seperti KRYSTEXXA (pegloticase) membantu memecah kelebihan asam urat menjadi zat yang disebut allantoin yang kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui urin.
Hasilnya, asam urat tidak akan sering kambuh, lebih sedikit kerusakan sendi, dan lebih nyaman. Sebelum memulai terapi infus, sebaiknya mendiskusikan kondisi Anda dengan dokter reumatologi. Sekian gejala asam urat dan tips mengatasinya dengan tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News