M O M S M O N E Y I D
Santai

Kenali Jenis Mobil Listrik Sebelum Memutuskan Membeli

Kenali Jenis Mobil Listrik Sebelum Memutuskan Membeli
Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - Mobil listrik bisa menjadi salah satu opsi untuk kendaraan pribadi. Sebelum membeli kendaraan ini, ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis mobil listrik untuk menyesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Benny Fajarai, Co-Founder dari Lifepal.co.id menyebut mobil listrik diklasifikasikan dalam empat jenis, mulai dari kendaraan yang memiliki prinsip kerja sepenuhnya
mengandalkan listrik hingga yang hanya memanfaatkan sebagian dari tenaga elektrifikasi. Berikut berbagai jenis mobil listrik:

1. Battery Electric Vehicle (BEV)
Mobil listrik jenis Battery Electric Vehicle (BEV) adalah mobil yang menggunakan listrik sepenuhnya sebagai sumber penggerakan, jenis ini tidak memiliki sistem pembakaran atau motor traksi. Tenaga penggerak tersimpan dalam sebuah baterai yang dapat diisi ulang dengan menyambungkannya ke saluran listrik eksternal.

Keistimewaan mobil listrik ini yakni mampu menyimpan tenaga ketika mengerem atau laju mobil melambat dengan menggunakan komponen listrik yang memiliki fungsi sebagai generator. Generator ini yang akan menghasilkan tenaga dan menyimpan listrik pada baterai.

"Jika dibandingkan dengan mobil listrik berteknologi HEV atau PHEV, mobil listrik berteknologi BEV diklaim lebih efisien dan irit," kata Benny dalam keterangan tertulis.

Adapun, contoh mobil listrik dengan teknologi BEV ini mulai dari Hyundai Ioniq, Nissan Leaf, dan Wuling Air EV.

Baca Juga: 4 Minuman Herbal untuk Mengatasi Jerawat dari Dalam

2. Hybrid Electric Vehicle (HEV)
Ada lagi mobil listrik dengan jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV), yakni mobil listrik yang mengandalkan tenaga listrik sebagian atau secara tidak penuh. Mobil jenis ini menggabungkan dua sistem penggerak yang bersumber dari baterai dan bahan bakar minyak.

Pada HEV, baterai tidak dapat diisi ulang secara eksternal, karena HEV tidak memiliki charging port. Namun baterai dapat diisi ketika kendaraan melakukan pengereman karena mobil ini berfungsi sebagai generator yang menyimpan energi listrik ke baterai.

Mobil hybrid bisa mengkonsumsi bahan bakar lebih irit dua kali dibandingkan dengan mobil konvensional. Contoh mobil HEV mulai dari Honda Civic Hybrid, Toyota Prius Hybrid, dan Toyota Camry Hybrid.

3. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) adalah salah satu kendaraan yang mengandalkan listrik selain bahan bakar. Mobil ini beroperasi dengan menggunakan listrik dan bahan bakar secara bersamaan.

Baterai mobil PHEV dapat diisi ulang secara eksternal maupun memanfaatkan gerakan kinetis saat melakukan pengereman. Berkat perpaduan tenaga listrik dan bahan bakar, mobil PHEV dipercayai memiliki tingkat keiritan bahan bakar yang baik. Contoh jenis mobil PHEV seperti Mitsubishi Outlander PHEV, BMW i8, dan Toyota C-HR.

4. Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)
Mobil listrik dengan teknologi Fuel-Cell Vehicle (FCEV) merupakan kendaraan zero emission mengandalkan Fuel-Cell untuk menghasilkan listrik. Sayangnya, jenis mobil ii belum banyak digunakan di Indonesia.

Prinsip kerjanya tak jauh berbeda dengan tipe BEV, tetapi mobil ini memiliki sistem untuk mengkonversi energi kimia dari Fuel-Cell. "Jadi mobil dengan jenis ini menghasilkan listrik sendiri untuk menjalankan kendaraan," ujar Benny.

Adapun, contoh mobil FCEV seperti Toyota Mirai, Hyundai Tucson FCEV, dan Honda Clarity Fuel Cell.

Lebih lanjut Benny mengingatkan, agar pengguna mobil listrik tidak lupa memberikan proteksi yakni asuransi, apapun jenis mobil listrik yang dipilih. Pasalnya, asuransi kendaraan dapat memberikan jaminan finansial berupa ganti rugi untuk berbagai risiko yang mungkin terjadi pada kendaraan.

"Dengan memiliki asuransi Anda akan merasa lebih nyaman saat berkendara, karena Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan kerugian finansial jika suatu saat terjadi kecelakaan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Begini Cara Memindahkan Seluruh Chat WhatsApp ke HP Android dan iPhone Baru

Kehilangan chat WhatsApp bisa diatasi. Temukan langkah mudah memulihkan pesan dan file penting Anda dari Google Drive atau iCloud.

Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Membuka deposito kini tanpa bilyet fisik. Dana Anda tetap aman, bunga rutin dikirimkan tiap bulan, dan pencairan pun mudah. Yuk, pahami sekarang.

Punya Rumah Sempit? Coba Ubah Lukisan Jadi Tempat Simpan Rahasia

Jangan biarkan rumah sempit membatasi Anda! Lukisan dinding ternyata bisa jadi lemari tersembunyi yang fungsional. Begini cara cerdas mengaturnya.

Tren Warna Pink Hangat yang Bikin Ruang Tamu Terasa Fungsional di 2026

Bosan dengan putih atau abu-abu? Pink lembut bernuansa peach terbukti bikin rumah terasa hangat dan menyambut. Simak tips memilihnya!  

NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.   &nbs

Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.

Mau Tidur Lebih Nyenyak Ini 7 Warna Cat Kamar yang Bikin Adem dan Tenang

Kamar terasa kurang nyaman padahal sudah rapi? Bisa jadi warna dindingnya penyebabnya. Hindari 3 kesalahan ini sebelum mengecat ulang.

Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM

BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem layanan digital untuk segmen bisnis.​

10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Ini, lho, tanda-tanda masalah ginjal pada tubuh yang penting diketahui. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Sambut Ramadan, Ngaji.ai Hadirkan Fitur Baru untuk Dampingi Ibadah Harian

​Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi belajar Al-Qur’an ngaji.ai menghadirkan sejumlah fitur baru untuk dampingi ibadan harian