MOMSMONEY.ID - Manajer investasi Syailendra Capital resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 10 Agustus 2026.
Peluncuran XSGO ditandai dengan seremoni opening bell di kantor BEI sekaligus bertepatan dengan perayaan 49 tahun pasar modal Indonesia.
ETF ini menawarkan akses investasi emas dengan mekanisme perdagangan seperti saham di bursa. Produk tersebut menggunakan underlying emas fisik berupa Electronic Gold Receipt (EGR) dengan kadar emas berstandar 99,5% LBMA dan 99,9% SNI.
Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat, mengatakan, XSGO dirancang untuk memberikan alternatif investasi emas yang lebih mudah bagi investor.
“Melalui Syailendra ETF Sharia Gold, kami ingin menghadirkan alternatif investasi emas yang tidak hanya menawarkan eksposur terhadap aset emas, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi dalam proses investasinya,” ujar Fajar dalam keterangan tertulis, Senin (10/8).
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini (10/8) Naik, UBS Tembus Rp 2.729.000 per Gram
Menurut Fajar, peluncuran XSGO bukan sekadar menghadirkan produk baru, namun juga menjadi bagian dari komitmen untuk membantu masyarakat memahami fungsi dan peran aset emas sebagai salah satu instrumen investasi dan bagaimana menggunakannya secara ideal dalam portofolio investasi jangka panjang.
Syailendra Capital menyebut kehadiran ETF emas ini relevan dengan meningkatnya perhatian investor terhadap emas sebagai salah satu aset diversifikasi portofolio. Berdasarkan data Bloomberg yang diolah Syailendra Research, harga emas mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 10% dalam 15 tahun terakhir dan menjadi winning asset sebanyak lima kali sepanjang 2014-2025.
Emas juga dinilai memiliki ketahanan ketika pasar menghadapi tekanan, termasuk saat Global Financial Crisis 2008 dan pandemi Covid-19.
Bisa dibeli mulai Rp 100.000
Harga pencatatan awal XSGO senilai Rp 1.000 per unit.
Dari sisi akses, XSGO dapat dibeli melalui dua mekanisme. Di pasar primer, investor dapat bertransaksi melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai dealer partisipan. Minimum pembelian pertama setara 500 gram emas atau sekitar Rp 1,5 miliar dengan asumsi harga emas Rp 3 juta per gram.
Sementara, investor ritel dapat mengakses XSGO melalui pasar sekunder dengan membeli lewat perusahaan efek atau broker. Minimum transaksi di pasar sekunder adalah 1 lot atau 100 unit, dengan nilai sekitar Rp 100.000.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.690.000 per Gram, Buyback Menguat Rp 50.000
Struktur ETF juga membuat investor tidak perlu menyimpan emas secara fisik. Emas yang menjadi underlying XSGO berupa EGR disediakan dan disimpan oleh PT Pegadaian sebagai Gold Custody dan Gold Provider. Pegadaian juga menyediakan kuotasi harga emas yang menjadi salah satu referensi dalam perhitungan nilai XSGO.
Adapun PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai bank kustodian yang menjalankan fungsi kustodian atas aset ETF sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dari sisi biaya transaksi, Pegadaian mengupayakan spread harga beli dan jual sekitar 2%-3% berdasarkan harga acuan Pegadaian. Spread tersebut relatif lebih rendah dibandingkan spread pembelian emas digital melalui platform maupun emas fisik yang disebut dapat mencapai 7%-9%.
Melalui ETF Sharia Gold, Syailendra Capital berharap investor memiliki solusi investasi yang relevan dengan perkembangan pasar sekaligus mendorong masyarakat untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi secara sehat. Kehadiran XSGO sebagai evolusi cerdas investasi emas di Indonesia, dari kepemilikan emas fisik dan emas digital menuju instrumen emas yang dapat diperdagangkan secara langsung di bursa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News