M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Dari Lapangan Sederhana, Anak-Anak Ini Mengejar Mimpi Jadi Pesepak Bola

Dari Lapangan Sederhana, Anak-Anak Ini Mengejar Mimpi Jadi Pesepak Bola
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Bagi sebagian anak, bermain sepak bola mungkin hanya menjadi aktivitas untuk mengisi waktu luang. Namun, bagi Purnama, bocah 12 tahun asal Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sepak bola menjadi bagian dari mimpi yang ingin terus ia kejar.

Kapten Sekolah Sepak Bola (SSB) Youth Aurasic Bandung itu sudah berlatih sejak berusia delapan tahun. Tiga kali dalam seminggu, Purnama menyempatkan diri berlatih setelah membantu orang tuanya berjualan di warung kecil yang berada tepat di samping lapangan tempat ia berlatih.

Kesempatan untuk berlatih bersama Pelatih Sepak Bola Nasional Indra Sjafri dan legenda Persib Atep pun menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Melalui McDonald's Football Clinic yang digelar di Lapangan Mengger Soccer, Dayeuhkolot, Bandung, Purnama akhirnya bisa belajar langsung dari dua sosok yang selama ini hanya ia lihat melalui layar televisi. Di lapangan, ia mengikuti berbagai instruksi dengan antusias.

Mulai dari latihan passing, shooting, shielding, hingga small-sided games (SSG), puluhan anak usia 8–12 tahun mendapatkan pengalaman mengikuti pembinaan sepak bola secara langsung.

Bagi Purnama, pengalaman tersebut terasa istimewa. Bukan hanya karena bisa bertemu dengan pemain dan pelatih idolanya, tetapi juga karena kesempatan itu membuat cita-cita menjadi pesepak bola profesional terasa semakin dekat.

Perjalanan Purnama tidak selalu mudah. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, orang tuanya tetap berusaha mendukung keinginan sang anak untuk berlatih sepak bola.

Ayah Purnama, Heri Mulyana mengatakan, putranya telah berlatih selama empat tahun. Pihak SSB bahkan memberikan keringanan dengan memperbolehkan pembayaran biaya latihan secara bertahap sesuai kemampuan keluarga. Bagi Heri, mendukung cita-cita anak terkadang membutuhkan perjuangan tersendiri.

Ia pun menyimpan harapan agar Purnama dapat mengembangkan potensinya dan suatu hari memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh, termasuk mengejar mimpi menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia.

“Melihat semangatnya berlatih bersama Indra Sjafri dan Atep melalui kesempatan yang diberikan McDonald's Indonesia membuat saya yakin bahwa selama Purnama terus bersungguh-sungguh mengejar mimpinya, selalu akan ada jalan untuk mendukung potensinya,” ujar Heri.

Cerita seperti Purnama menunjukkan, bakat anak tidak selalu tumbuh dari fasilitas olahraga yang lengkap atau akademi besar. Banyak anak justru mengasah kemampuan dari lapangan sederhana, dengan dukungan keluarga dan pelatih yang terus mendampingi mereka.

Pelatih SSB Youth Aurasic Bandung M. Iqbal bilang, pengalaman mengikuti pelatihan bersama pelatih dan pemain profesional dapat memberikan dorongan besar bagi kepercayaan diri anak. Menurutnya, terkadang anak-anak hanya membutuhkan satu kesempatan untuk menyadari bahwa mimpi mereka juga layak diperjuangkan.

Melalui McDonald's Football Clinic, anak-anak tidak hanya mendapatkan pelatihan teknik bermain sepak bola. Program tersebut dirancang dengan pendekatan pembinaan usia dini.

Selama 70 menit, peserta mengikuti berbagai materi seperti passing, small-sided games, shooting, dan shielding dalam kelompok. Di balik latihan teknik tersebut, anak-anak juga belajar mengenai disiplin, kerja sama, saling menghargai, hingga keberanian mengambil keputusan.

Indra Sjafri mengungkapkan, pembinaan anak melalui olahraga seharusnya tidak berhenti pada kemampuan teknis. “Yang kami bangun bukan hanya kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga karakter,” jelas Indra.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang dapat dibawa anak, baik ketika berada di lapangan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Hal serupa disampaikan Atep. Mantan pesepak bola Persib tersebut mengaku melihat perjalanan dirinya ketika menyaksikan anak-anak berlatih di Bandung. Ia pun berharap pengalaman tersebut dapat membuat para peserta semakin percaya diri untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia menyebut setiap anak memiliki mimpi dan cita-cita yang ingin diraih.

Melihat semangat anak-anak seperti Purnama mengingatkan Caroline akan banyaknya yang dibutuhkan selain fasilitas atau pelatihan. Melainkan pengalaman yang membuat mereka yakin akan mimpi yang layak diperjuangkan.

"Kami berharap anak-anak tidak hanya membawa pulang pengalaman berkesan, tetapi semangat untuk terus berlatig dan semakin dekat dengan cita-cita mereka di dunia sepakbola," ucap Caroline dalam keterangan resminya, Senin (10/8).

McDonald's Indonesia sendiri sebelumnya telah menjalankan sejumlah inisiatif olahraga untuk anak dan generasi muda, termasuk mengirimkan anak Indonesia sebagai Player Escort dalam ajang sepak bola internasional, menghadirkan Liga Ayo pada 2023, hingga merenovasi 44 fasilitas olahraga sekolah di 12 provinsi pada 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Look Makeup yang Cocok untuk Usia 30-an dari Natural hingga Bold

Berikut adalah 4 look makeup yang cocok untuk usia 30-an yang bisa Anda coba sesuai kebutuhan. Dari natural hingga bold ada, Moms!  

Sarapan ala Turki di Jakarta, Ini Harga dan Menu di Turkuaz Restaurant

Turkuaz Restaurant melalui sajian Kahvaltı menawarkan pengalaman bersantap dengan aneka hidangan tradisional Turki. 

Berkedok Lauk Gurih yang Nikmat, Ungkap Fakta Apakah Kol Goreng Berbahaya Bagi Tubuh

Ketahui alasan apakah kol goreng berbahaya karena kandungan senyawa karsinogenik yang terbentuk saat digoreng dalam suhu tinggi.  

Ampuh Turunkan Berat Badan! 6 Manfaat Dada Ayam untuk Tubuh Ideal & Sehat, Coba yuk

Mengandung vitamin B dan selenium, manfaat dada ayam sangat efektif menjaga massa otot serta menghasilkan energi harian. Cocok buat asupan diet.  

7 Olahraga Ringan di Rumah yang Enggak Bikin Cepat Capek, Cocok Buat Kaum Mager

Tetap bugar tanpa harus ke gym dengan beragam pilihan olahraga ringan di rumah yang santai dan tanpa alat. Cocok untuk Anda yang mageran.

Pelatihan Bisnis dan Jaringan Masih Diperlukan Bagi Pelaku Usaha Wisata

Kementerian Pariwisata meningkatkan daya saing pelaku usaha wisata lewat program yang berlabel Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH).

Cara Jitu Untuk Mengistirahatkan Mata Setelah Lelah Nonton Gadget

Setiap masyarakat perlu membiasakan perilaku sederhana untuk menjaga kesehatan mata, terutama saat menggunakan perangkat digital.

Prudential dan Siloam Tawarkan Paket MCU Rp 350.000 hingga Akhir Oktober 2026

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Siloam International Hospitals meluncurkan program MCU seharga Rp 350.000 hingga 31 Oktober 2026. 

Rilis Menu Terbatas Overload Smoky Cheese, Subway Beri Diskon Hingga 105%

Overload smoky cheese ini hadir dalam ukuran footlong (30 cm), 6-inch (15 cm), salad, maupun varian wrap.

Ragu Jual Beli Jam Tangan Mewah Online? Kenali Layanan Flecto.id

​Flecto.id menerapkan proses autentikasi dan sistem escrow untuk transaksi jam tangan yang dibeli melalui platform.