MOMSMONEY.ID - Benarkah gula darah tinggi menyebabkan munculnya jerawat di kulit? Makanan dan minuman dengan indeks glikemik tinggi menyebabkan kadar gula darah dan insulin meningkat.
Heather Davis, dokter ahli gizi dari Nutrisense.io, mengungkapkan, hal tersebut dapat menyebabkan peradangan dan perubahan hormonal yang dapat memicu munculnya jerawat.
Mengikuti pola makan rendah gula yang kaya akan biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu mencegah timbulnya jerawat.
Saat mengonsumsi makanan dengan banyak gula, hal itu menyebabkan lonjakan tajam pada kadar gula darah. Tubuh akan melepaskan banyak insulin untuk menurunkan kembali kadar gula darah.
Baca Juga: 7 Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan, Bisa Kontrol Gula Darah & Cegah Kanker Payudara
Kadar gula darah dan insulin yang tinggi memainkan peran kunci dalam perkembangan jerawat.
Kadar gula darah tinggi meningkatkan peradangan
Jerawat adalah kondisi kulit yang mengalami peradangan. Kadar gula darah tinggi atau disebut hiperglikemia menyebabkan peningkatan peradangan dalam tubuh.
Peradangan ini dapat menyebabkan folikel rambut menebal dan peningkatan sebum pada kulit. Kedua hal ini dapat menyebabkan munculnya jerawat baru atau memperburuk jerawat yang sudah ada.
Bagaimana gula memengaruhi kesehatan kulit?
Diet tinggi gula memicu proses yang disebut glikasi, yaitu ketika gula menempel pada protein seperti kolagen dan elastin di kulit. Glikasi menciptakan molekul berbahaya yang disebut produk akhir glikasi lanjutan (AGEs).
Seiring waktu, AGEs menumpuk di kulit dan menyebabkan tanda-tanda penuaan yang terlihat seperti garis-garis halus, kerutan, dan kulit kendur.
Daftar makanan yang harus dihindari pasien gula darah tinggi
Berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat berdampak negatif pada kadar gula darah dan menyebabkan jerawat:
1. Biji-bijian olahan
Individu yang mengonsumsi banyak biji-bijian olahan lebih rentan mengalami lonjakan gula darah. Hal ini terjadi karena biji-bijian olahan dan karbohidrat sederhana seperti roti putih, pasta, dan nasi putih telah melalui proses pengolahan tingkat tinggi.
Sehingga, kehilangan serat serta berbagai vitamin dan mineral penting. Jenis makanan ini akan dipecah dengan cepat menjadi glukosa dan masuk ke dalam aliran darah yang dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
Sebagai respons terhadap lonjakan glukosa darah, pankreas melepaskan insulin untuk membantu sel-sel menyerap kelebihan glukosa dari aliran darah. Seiring berjalannya waktu, lonjakan kadar gula darah yang berulang dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang bisa memicu jerawat.
2. Makanan yang digoreng dan makanan cepat saji
Makanan yang digoreng dan makanan cepat saji umumnya tinggi kalori, lemak tidak sehat, natrium, serta gula tambahan. Namun, rendah serat dan nutrisi penting.
Jenis makanan ini sering kali melalui proses pengolahan yang intensif dan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan. Seperti halnya biji-bijian olahan, makanan yang digoreng dan makanan cepat saji dicerna dengan cepat oleh tubuh.
Sehingga, menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara drastis. Makanan jenis ini cenderung memiliki beban glikemik yang tinggi dan memberikan dampak negatif terhadap kadar gula darah.
Mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi dapat menurunkan kadar glukosa dan insulin setelah makan sebesar 44 persen. Hal tersebut penting untuk mencegah munculnya jerawat di kulit.
3. Makanan yang mengalami proses pengolahan intensif
Mengonsumsi makanan yang telah melalui proses pengolahan intensif dapat meningkatkan kadar gula darah. Makanan jenis ini cenderung mengandung lebih banyak bahan tambahan gula dan lemak trans yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan metabolik.
Mengonsumsi makanan yang tinggi tambahan gula dapat memicu kenaikan berat badan. Obesitas merupakan faktor risiko utama bagi resistensi insulin dan gula darah tinggi.
4. Minuman manis
Minuman manis seperti jus dan soda sering kali mengandung tambahan gula dalam jumlah tinggi. Hal tersebut akanmenyebabkan lonjakan gula darah.
Minuman manis juga berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, terutama di area perut yang dapat meningkatkan risiko kadar gula darah tinggi dan munculnya jerawat. Selain itu, minuman manis tidak memberikan rasa kenyang.
Baca Juga: Kacang vs Popcorn: Mana Camilan yang Lebih Aman untuk Gula Darah?
Tips mengontrol gula darah dan mencegah jerawat di kulit
Simak berbagai tips mengontrol gula darah dan mencegah jerawat:
1. Sarapan kaya protein
Mulailah hari dengan 30-40 gram protein untuk memberi asupan bagi tubuh tanpa menyebabkan fluktuasi drastis pada kadar gula darah. Protein membantu menjaga kestabilan gula darah sepanjang pagi dan menjadi langkah awal untuk mendapatkan kulit yang bersih.
2. Lakukan jalan santai setelah makan
Berjalan kaki selama 10-15 menit setelah makan akan membantu tubuh mengatur kadar gula darah dengan efektif. Kebiasaan sederhana ini dapat mencegah lonjakan gula darah setelah makan, mengurangi peradangan, dan mendukung kesehatan kulit.
3. Perhatikan waktu makan
Hindari mengonsumsi makanan berat tepat sebelum tidur. Tubuh memerlukan waktu untuk memproses makanan secara efisien, makan terlalu larut malam dapat menyebabkan ketidakseimbangan gula darah, gangguan pencernaan, dan meningkatkan risiko munculnya jerawat.
Minum segelas air lemon yang dicampur sedikit cuka apel sebelum makan dapat mendukung pencernaan dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Inilah berbagai tips mengontrol gula darah dan mencegah jerawat di kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News