MOMSMONEY.ID - Sakit malaria masih menjadi momok di tengah masyarakat, terutama di kawasan timur Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan, hingga saat ini malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional.
Bahkan, hingga bulan Juli 2026, Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria, sementara secara global pada tahun 2024 tercatat 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.
Baca Juga: Miliaran Orang Beresiko Kena Demam Berdarah Dengue, Ini Solusinya
Malaria sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Penularannya tidak hanya dari gigitan nyamuk, tetapi juga bisa menular lewat transfusi darah yang terkontaminasi, pemakaian jarum suntik secara bergantian, bahkan dari ibu hamil ke janinnya.
Lalu, apa yang harus Anda lakukan? Karena sakit malaria bisa dicegah, maka penting untuk melakukan beberapa langkah pencegahan agar bisa menekan jumlah penderita sakit malaria.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Makanan & Minuman Penurun Demam, Bikin Pulih Lebih Cepat
Cara mencegah sakit malaria
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sakit malaria. Berikut cara-caranya yang dikutip dari www.halodoc.com:
1. Melindungi diri dengan baik
Langkah pertama adalah melindungi diri dengan sebaik mungkin. Salah satunya adalah menjaga lingkungan sekitar Anda agar tetap bersih dan tidak menjadi sarang nyamuk.
2. Konsultasi dengan medis
Jika Anda hendak melakukan perjalanan luar kota, maka usahakan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak media.
Hal ini bertujuan untuk mendapatkan saran tentang lokasi yang akan Anda kunjungi. Apakah lokasi tersebut rawan terkena malaria atau tidak beserta persiapan kesehatan yang harus Anda lakukan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan untuk Dikonsumsi saat Demam
3. Pakai losion anti nyamuk
Usahakan Anda selalu menggunakan losion anti nyamuk atau obat profilaksis yang sudah diresepkan. Meski begitu, perhatikan efek sampingnya dan tetap berhati-hati.
4. Ketahui informasi tentang bahaya malaria
Anda juga perlu mencari tahu tentang informasi bahaya malaria secara jelas. Karena langkah pencegahan yang dilakukan tidak sepenuhnya efektif. Peluang untuk terkena penyakit tersebut tetaplah ada.
Informasi yang bisa Anda cari tahu, seperti kondisi kesehatan tubuh Anda saat ini, lokasi yang akan Anda kunjungi, dan bagaimana kondisi Anda setelah kembali dari daerah yang terdapat malaria.
Baca Juga: Demam dan Nyeri Punggung: Jangan Abaikan, Bisa Jadi Gejala Asam Urat Tak Biasa
5. Batasi aktivitas di luar
Hal yang perlu Anda lakukan untuk mencegah terkena sakit malaria adalah sebisa mungkin melakukan perlindungan diri dari gigitan nyamuk.
Salah satunya adalah dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat sore dan pagi hari. Karena di momen-momen tersebut, keberadaan nyamuk sedang aktif-aktifnya.
Lalu, gunakan pakaian yang berwarna terang agar tidak didatangi nyamuk. Lalu, bagi ibu hamil dan anak kecil pastikan untuk tidak mengunjungi daerah dengan endemi malaria.
Gejala sakit malaria
Gejala sakit malaria biasanya muncul saat 10 hingga 15 hari setelah gigitan nyamuk. Namun, ada juga yang muncul setelah beberapa bulan.
Jadi, penting untuk mengetahui gejala apa saja yang muncul ketika menderita malaria. Berikut gejala-gejalanya yang harus Anda perhatikan, sebagaimana dikutip dari www.alodokter.com:
Baca Juga: Jangan Salah Pilih Tanaman, 5 Jenis Ini Bisa Bikin Nyamuk Datang ke Rumah
Gejala umum malaria:
Demam tinggi secara berkala
- Sakit kepala
- Mual dan muntah
- Tubuh lemas
- Menggigil
- Nyeri otot dan sendi
- Berkeringat banyak setelah demam turun.
Gejala pada malaria berat:
- Sesak napas
- Kulit dan maka tampak kuning
- Urine berwarna gelap
- Muncul tanda anemia berat
- Penurunan kesadaran atau kejang.
Sakit malaria bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masalah kemanusiaan yang membutuhkan kewaspadaan kolektif. Dengan pengetahuan yang tepat dan tindakan nyata, kita bisa menekan angka kasusnya. Jangan abaikan, jangan tunda, cegah sekarang juga!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News