MOMSMONEY.ID - Moms, ketika bicara soal perawatan kecantikan dan kesehatan, pilihan masyarakat Indonesia kini tidak hanya berkutat pada klinik di dalam negeri. Sebagian bahkan rela bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan layanan yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Fenomena tersebut ikut mendorong berkembangnya layanan kesehatan yang mencoba membawa keahlian dokter dan klinik internasional lebih dekat ke pasien Indonesia. Salah satunya terlihat dari pengembangan pusat bedah estetik dan longevity di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.
Menurut data Kementerian Kesehatan pada 2025, sekitar dua juta orang Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun dengan perkiraan pengeluaran mencapai Rp 176 triliun. Namun, angka ini mencakup berbagai jenis layanan kesehatan dan bukan khusus untuk kebutuhan bedah estetik maupun longevity.
Di tengah kondisi tersebut, The Solitaire memperkenalkan konsep House of Expertise melalui partisipasinya dalam Art Jakarta 2026 yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026.
Alih-alih hanya menawarkan satu jenis layanan, konsep tersebut menggabungkan sejumlah bidang, mulai dari bedah estetik, kesehatan perempuan, restorasi rambut, hingga regenerative medicine dan longevity.
Baca Juga: Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam
Pada tahap awal, terdapat enam partner klinik yang diperkenalkan. Di antaranya World Class Plastic Surgeons (WCPS), Hestia Women’s Clinic, Banobagi Plastic Surgery, Woori Plastic Surgery, Mojelim Hair Transplant, serta Biogenix Regenerative Medicine & Longevity.
Kehadiran sejumlah klinik dari luar negeri menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan dan estetika semakin beragam. Banobagi dan Woori, misalnya, membawa keahlian bedah estetik dari Seoul, Korea Selatan, sementara Biogenix mengembangkan layanan yang berfokus pada regenerative medicine dan longevity.
Founder Banobagi dan WOORI Plastic Surgery Indonesia Yujin Hwang mengatakan, kehadiran dokter secara langsung menjadi salah satu bagian penting dalam membangun hubungan dengan pasien.
"Kami menghadirkan chief doctors dan ahli bedah kami secara langsung. Edukasi, konsultasi, dan kesinambungan perawatan penting untuk membangun kepercayaan pasien Indonesia," ujar Yujin, Jumat (2/10).
Sementara Founder dan Medical Director WCPS Dr. Marco Faria Correa mengatakan perkembangan teknologi memungkinkan dokter memahami kondisi pasien secara lebih mendalam sekaligus membantu perencanaan tindakan.
Menurut dia, pendekatan terhadap transformasi fisik tidak semata-mata mengejar perubahan penampilan, tetapi juga mempertahankan hasil yang terlihat natural dan sesuai dengan karakter masing-masing individu.
Baca Juga: Pinterest Ungkap Tren Belanja Visual Gen Z, Fesyen dan Kecantikan Makin Diminati
Selain bedah estetik, perhatian terhadap kesehatan perempuan dan penuaan juga mulai menjadi bagian dari layanan tersebut.
Founder dan Chief Medical Director Hestia Women's Clinic Dr. Hyeri Hong mengatakan, perubahan kondisi tubuh perempuan pada berbagai tahap kehidupan membuat kebutuhan terhadap konsultasi dan perawatan yang personal menjadi semakin penting.
"Peremajaan area intim merupakan bagian penting bagi kesehatan perempuan, terutama dalam menghadapi berbagai perubahan yang dapat terjadi di setiap tahap kehidupan," kata Hyeri.
Sedang Founder and Medical Director Biogenix Regenerative Medicine & Longevity Australia and Asia Dr. Dominic Schaffner melihat longevity tidak lagi sekadar berbicara tentang memperpanjang usia.
Menurut dia, perkembangan di bidang tersebut mulai diarahkan pada upaya mempertahankan kualitas hidup, kondisi tubuh, dan performa seseorang seiring bertambahnya usia.
Tren ini juga menunjukkan, pembahasan mengenai kesehatan dan kecantikan semakin beririsan. Perawatan tidak hanya diarahkan pada perubahan tampilan, tetapi juga pada kesehatan, pemeliharaan kondisi tubuh, serta kualitas hidup dalam jangka panjang.
Baca Juga: Tak Cuma Skincare, Ini 3 Kebiasaan yang Bisa Bantu Jaga Kesehatan Kulit
Di Art Jakarta 2026, pendekatan tersebut diperkenalkan melalui The Solitaire Transformation Lounge. Pengunjung dapat melihat informasi mengenai para partner klinik serta mengikuti sesi percakapan dan konsultasi personal.
General Manager Marketing The Solitaire Renny Hasibuan mengatakan, kehadiran mereka di Art Jakarta menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan konsep tersebut kepada masyarakat Jakarta.
"Kami ingin menghadirkan akses yang lebih dekat pada para ahli internasional dan pengalaman perawatan yang dirancang secara personal di Bali. Art Jakarta menjadi momen untuk memperkenalkan visi itu," ujar Renny.
Dengan pengembangan pusat layanan seperti ini, Bali tidak hanya diposisikan sebagai tujuan wisata, tetapi juga mulai diarahkan sebagai salah satu lokasi untuk mendapatkan layanan kesehatan dan perawatan yang melibatkan tenaga ahli dari berbagai negara.
Meski begitu, keputusan menjalani prosedur medis, termasuk bedah estetik, tetap membutuhkan pertimbangan yang lebih luas. Calon pasien perlu memahami kondisi kesehatan, risiko tindakan, kompetensi dokter, fasilitas, hingga kebutuhan perawatan lanjutan sebelum menentukan pilihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News