MOMSMONEY.ID - Anda pasti pernah mendengar tentang buah jeruk bali, kan? Namun, apa Anda sudah tahu manfaatnya?
Grapefruit atau jeruk bali adalah buah sitrus yang dikenal karena daging buahnya yang berair serta rasanya yang asam dan sedikit pahit.
Tergantung pada varietasnya, warna bagian dalamnya bisa bervariasi mulai dari kuning pucat hingga merah muda atau merah rubi pekat. Semua varietasnya dapat memberikan asupan nutrisi bagi pola makan yang sehat.
Namun yang perlu diperhatikan, jeruk bali dapat berinteraksi dengan sejumlah obat yang jumlahnya mengejutkan.
"Jeruk bali tentu bisa menjadi bagian dari pola makan sehat," ujar ahli gizi terdaftar Michelle Dodd, RD, LD pada Cleveland Clinic. "Tetapi, jika Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu, Anda perlu berhati-hati dengan jumlah yang Anda konsumsi."
Bersumber Cleveland Clinic, Anda dapat memperoleh beragam manfaat jeruk bali berikut ini karena nutrisinya.
Baca Juga: Makan Nanas Tiap Hari Bisa Atasi Arthritis, Cek Semua Manfaatnya di Sini
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Jeruk bali mengandung sekitar 50% dari nilai harian yang direkomendasikan dalam setengah buah jeruk bali berukuran sedang. Kandungan vitamin C sebagai antioksidan dapat membantu melindungi sel dari kerusakan dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
Grapefruit juga mengandung nutrisi lain yang terlibat dalam fungsi kekebalan tubuh, termasuk vitamin A, dan mineral seperti seng, tembaga, dan besi.
Meningkatkan kesehatan jantung
Serat jeruk bali dapat membantu mendukung kadar kolesterol yang sehat, sedangkan antioksidan dalam buah ini dapat membantu melawan peradangan. Kalium juga berperan dalam kesehatan tekanan darah dan fungsi jantung.
Namun, jika Anda sudah mengonsumsi obat untuk kolesterol tinggi, tekanan darah, atau kondisi jantung lainnya, jangan mulai mengonsumsi jeruk bali untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda. Jeruk bali dapat mengganggu beberapa obat tersebut, seperti statin.
Mengelola kadar gula darah
Buah jeruk bali bukanlah menjadi pengobatan untuk diabetes atau resistensi insulin. Namun, kandungan nutrisinya bermanfaat sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan. Kandungan serat, kadar air yang tinggi, dan dampak glikemik yang relatif rendah sebagai potensi keunggulannya.
Serat memperlambat proses pencernaan, yang dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah yang terlalu cepat setelah makan. Namun, jika Anda menderita diabetes dan menggunakan insulin, Anda tetap perlu memperhitungkan kandungan karbohidrat (termasuk gula) dalam jeruk bali, ya.
Baca Juga: Ini Daftar Buah-Buahan yang Efektif Menurunkan Kadar Asam Urat dalam Tubuh
Mengurangi risiko batu ginjal
Buah sitrus mengandung asam sitrat yang dapat membantu mencegah pembentukan jenis batu ginjal tertentu. Meski begitu, jeruk bali mungkin tidak cocok bagi setiap orang yang memiliki riwayat penyakit ini, terutama untuk jenis yang umum seperti batu kalsium oksalat.
"Jika Anda memiliki batu ginjal, Anda harus mengetahui terlebih dahulu jenis batu apa yang Anda miliki," tegas Dodd. "Jika Anda memiliki batu kalsium oksalat, mengonsumsi lebih banyak jeruk bali dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal."
Meningkatkan kesehatan kulit
Kulit Anda juga bisa mendapatkan manfaat dari mengonsumsi jeruk bali merah. Tubuh Anda membutuhkan vitamin C untuk memproduksi kolagen, yaitu protein yang berperan memberikan struktur dan elastisitas pada kulit.
Sifat antioksidannya juga membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. "Vitamin C adalah salah satu antioksidan paling ampuh untuk kulit," ujar Dodd. "Anda membutuhkan vitamin C untuk produksi kolagen, yang merupakan faktor penting bagi elastisitas kulit."
Demikian tadi adalah beragam manfaat buah jeruk bali atau grapefruit yang ternyata ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News