MOMSMONEY.ID - Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat, hinggal 1 Desember 2025 terdapat 139.298 kasus dengue di Indonesia dengan kematian sebanyak 583 kasus.
Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyampaikan dengue memberikan beban besar bagi Indonesia, tidak hanya pada sistem kesehatan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Pada tahun 2024, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta rawat inap akibat dengue, dengan biaya mendekati Rp 3 triliun, belum termasuk kasus-kasus yang dilaporkan selama terjadi wabah, dan dampak emosional serta sosial yang ditanggung pasien dan keluarga.
"Takeda terus menjadi mitra jangka panjang dalam upaya pencegahan dengue di Indonesia, melalui kolaborasi, edukasi, dan penyediaan akses terhadap pencegahan inovatif kami," sebut Andreas dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (15/1).
Di tengah kasus demam berdarah dengue yang terus naik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperkuat upaya pencegahan terpadu melalui pelaksanaan program vaksinasi dengue, melengkapi langkah pengendalian yang selama ini telah berjalan.
Peresmian vaksinasi dengue hari ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan anggaran pembelian vaksin DBD bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Utara.
Di Provinsi Kalimantan Utara, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah. Pada 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue. Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian akibat dengue yang tertinggi, di mana 46,81% dari total kasus sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok usia 6-14 tahun. Tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.
Baca Juga: Hujan Sangat Lebat di Sini, Cek Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (16/1) Jabodetabek
Dr. H. Usman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, menyampaikan Kalimantan Utara memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan. Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue.
Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, dirinya meyakini perlu pertimbangan pendekatan yang lebih inovatif. Karena itu, program vaksinasi dengue ini didorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan. Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan target bersama ‘Nol Kematian Akibat Dengue di Tahun 2030’.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. Imam Sujono menegaskan program vaksinasi dengue bukan menggantikan upaya yang telah berjalan, melainkan sebagai lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi ancaman nyata demam berdarah yang semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas curah hujan yang mulai naik.
"Program vaksinasi ini diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan yang selama ini telah dijalankan bersama, di mana masyarakat tetap perlu disiplin menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak, sambil membangun perlindungan dari dalam tubuh melalui vaksinasi," ungkap Imam Sujono.
Pelaksanaan program vaksinasi dengue di Bulungan diakui Imam Sujono menjadi momen penting, karena menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang termasuk kelompok rentan. Dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Desember 2025 melalui sosialisasi kepada petugas kesehatan di Puskesmas, koordinasi lintas sektor dalam pemenuhan sarana prasarana, dilanjutkan sosialisasi kepada lintas sektor dan masyarakat pada 6 Januari.
"Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap program ini berjalan lancar dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga semakin banyak anak di Bulungan yang terlindungi dari infeksi dengue yang berpotensi mengancam nyawa," jelas Imam Sujono.
Shadiq Akasya, Presiden Direktur PT Bio Farma mendorong perluasan akses vaksin dengue. Tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga melalui berbagai jalur layanan dan perangkat negara, termasuk pemerintah daerah. "Kami memandang penguatan pencegahan dengue membutuhkan langkah yang konsisten dan berkelanjutan. Kami berharap lebih banyak masyarakat bisa mendapatkan manfaat perlindungan terhadap virus dengue," jelas Shadiq Akasya.
Baca Juga: Begini Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) Kata Kemenkes
Selanjutnya: Warna Rumah Netral Mati Gaya? Ini 5 Palet Berani Pengganti Beige 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News