M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kanker Penyebab Mpok Alpa Meninggal, Apa Penyebab Kanker Sebenarnya?

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Kabar duka dari industri hiburan, kanker jadi penyebab Mpok Alpa meninggal. Sebenarnya, apa penyebab kanker ya?

Komedian sekaligus presenter yang akrab disapa Mpok Alpa menghembuskan napas terakhir pada Jumat pagi (15/8/2025).

Selama 3 tahun, ia menjalani perjuangan melawan kanker tanpa banyak diketahui publik karena memilih menyimpannya sebagai urusan pribadi. Kabar kepergiannya dibagikan oleh Raffi Ahmad, sahabat sekaligus rekan satu panggungnya.

Melansir dari Kompas.com, Irfan Hakim menjadi orang pertama yang mengumumkan berita duka tersebut. Rekan kerja Mpok Alpa di For Your Pagi itu menyampaikan bahwa pemilik nama asli Nina Carolina meninggal pada pukul 08.15 WIB.

Ketika menerima informasi tersebut, Irfan dan Raffi tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat almarhumah mendapatkan perawatan. Berdasarkan keterangan yang mereka terima, jenazah akan dimakamkan pada hari itu juga.

Sebenarnya, apa penyebab kanker, ya? MomsMoney akan membahasnya pada kesempatan kali ini. Simak, yuk.

Baca Juga: 15 Rekomendasi Makanan yang Bisa Melawan Sel Kanker di Tubuh, yuk Konsumsi

Apa penyebab kanker?

Kanker tidak memiliki satu penyebab pasti. Melansir dari laman Standford Medicine, para ahli percaya bahwa penyakit ini muncul akibat kombinasi berbagai faktor, mulai dari genetik, lingkungan, hingga kondisi bawaan seseorang.

Kanker pada anak memiliki perbedaan dibandingkan kanker pada orang dewasa, baik dari segi penyebab, pengobatan, maupun peluang kesembuhan. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk kanker anak rata-rata mencapai 80%, sedangkan pada orang dewasa sekitar 68%.

Perbedaan ini diduga karena kanker pada anak biasanya lebih responsif terhadap pengobatan dan anak mampu menjalani terapi yang lebih agresif.

Pada anak, kanker sering kali bermula dari sel punca—sel sederhana yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel yang dibutuhkan tubuh.

Mutasi sel yang terjadi secara kebetulan (sporadis) biasanya menjadi penyebabnya. Sementara pada orang dewasa, kanker umumnya berkembang dari sel epitel, yaitu sel yang melapisi bagian dalam tubuh dan permukaan kulit.

Kanker pada orang dewasa sering muncul akibat paparan lingkungan yang terjadi terus-menerus selama bertahun-tahun.

Baca Juga: 8 Makanan Sehat Pencegah Kanker yang Bisa Anda Coba Konsumsi

Faktor risiko kanker

Beberapa jenis kanker, khususnya pada orang dewasa, berkaitan dengan paparan berulang terhadap faktor risiko tertentu. Faktor risiko adalah hal yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit, meski tidak selalu menjadi penyebab langsungnya.

Beberapa faktor yang dapat berkontribusi pada kanker antara lain:

  • Gaya hidup: Merokok, pola makan tinggi lemak, atau bekerja dengan bahan kimia berbahaya bisa meningkatkan risiko kanker pada orang dewasa. Anak-anak biasanya terlalu muda untuk terpapar faktor ini dalam jangka panjang.
  • Riwayat keluarga dan genetika: Kanker terkadang muncul berulang dalam satu keluarga. Hal ini bisa dipicu oleh mutasi gen, paparan bahan kimia di sekitar lingkungan tempat tinggal, atau kombinasi keduanya.
  • Kelainan genetik tertentu: Misalnya sindrom Wiskott-Aldrich atau Beckwith-Wiedemann, yang dapat memengaruhi sistem kekebalan. Kerusakan pada sel punca di sumsum tulang—baik karena faktor bawaan, virus, atau racun—dapat menghasilkan sel abnormal yang berkembang menjadi kanker.
  • Paparan virus: Virus Epstein-Barr dan HIV terkait dengan risiko lebih tinggi pada beberapa kanker anak, seperti limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Virus dapat mengubah sel sehingga menjadi abnormal dan terus berkembang menjadi sel kanker.
  • Paparan lingkungan: Pestisida, pupuk, atau paparan listrik bertegangan tinggi pernah diteliti sebagai kemungkinan faktor risiko kanker anak, meski kaitannya belum pasti.
  • Pengobatan kanker sebelumnya: Kemoterapi dan radiasi dosis tinggi, meski efektif mengatasi kanker, kadang memicu kanker kedua di kemudian hari akibat perubahan pada sel atau sistem imun.

Baca Juga: Jadi Penyebab Kematian Tertinggi Kanker Ginekologi, Ini Cara Mencegah Kanker Ovarium

Peran gen dalam pertumbuhan kanker

Penelitian menemukan bahwa lebih dari 90% kasus kanker melibatkan perubahan genetik, baik yang diwariskan sejak lahir maupun yang muncul kemudian akibat faktor lingkungan atau kebetulan.

Tiga jenis gen utama yang berperan dalam perkembangan kanker yaitu:

  1. Onkogen – Mengatur pertumbuhan sel normal, tapi bila “aktif” secara tidak terkendali, dapat memicu pertumbuhan sel kanker.
  2. Gen penekan tumor – Bertugas menghentikan atau memperbaiki pertumbuhan sel abnormal. Jika rusak, sel kanker dapat berkembang bebas.
  3. Gen perbaikan ketidakcocokan DNA – Memperbaiki kesalahan saat DNA disalin. Bila tidak berfungsi, kesalahan ini diwariskan ke sel baru sehingga menjadi sel rusak.

Pada kondisi normal, tubuh menjaga keseimbangan jumlah sel-sel baru dibuat untuk pertumbuhan atau menggantikan yang mati. Kanker terjadi ketika keseimbangan ini hilang akibat perubahan genetik yang mendorong pertumbuhan sel secara berlebihan.

Baca Juga: Apa Penyebab Kanker Darah pada Anak ya? Inilah Beberapa Penyebabnya

Jadi, apa penyebab kanker sebenarnya? Kanker bukanlah penyakit yang disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan hasil dari kombinasi pengaruh genetik, lingkungan, dan kondisi bawaan.

Pada anak, kanker umumnya berasal dari sel punca dan sering muncul karena mutasi spontan, sementara pada orang dewasa biasanya berkembang dari sel epitel akibat paparan risiko jangka panjang.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terjadinya kanker meliputi gaya hidup tidak sehat, riwayat keluarga, kelainan genetik tertentu, paparan virus, serta paparan lingkungan berbahaya.

Perubahan genetik berperan besar dalam proses terbentuknya kanker, terutama pada tiga jenis gen utama: onkogen, gen penekan tumor, dan gen perbaikan DNA.

Ketika mekanisme kontrol pertumbuhan sel terganggu, sel-sel abnormal dapat berkembang tanpa kendali dan membentuk kanker.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil French Open 2026: 2 Tunggal dan 1 Ganda Campuran Indonesia ke Perempatfinal

Hasil French Open 2026 babak 16 besar, Kamis (22/10), dua tunggal dan satu ganda campuran Indonesia melaju ke perempatfinal.

Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Jumat (23/10), Hujan Ringan Turun di 5 Wilayah Ini

Prakiraan cuaca besok Jumat (23/10) di Jakarta mengacu ramalan BMKG, sejumlah wilayah turun hujan pada sore hari.

Aromanya Unik Khasiatnya Ciamik! Ini 7 Manfaat Natto, Bagus buat Bantu Turunkan BB

Manfaat natto bagi tubuh ternyata sangat luar biasa. Simak rahasia superfood Jepang ini dalam menjaga pencernaan, imun, hingga kesehatan jantung.

Jaga Keamanan Siber saat Melamar Kerja, Simak Berberapa Tips Berikut

Pencari kerja juga harus memahami informasi apa saja yang aman untuk dibagikan dan bagaimana cara melindungi akun dan perangkat mereka.

Ingin Tampak Bugar & Segar? Ini 7 Rahasia Cara Hidup Sehat dan Awet Muda secara Alami

Penuaan dini bisa Anda cegah dengan gaya hidup yang tepat. Simak panduan cara hidup sehat dan awet muda secara alami di sini.

Praktis & Sehat! Ini Manfaat Protein Bar untuk Diet serta Tips Memilihnya yang Tepat

Protein bar adalah camilan sehat dan praktis yang bisa menjaga energi serta memberi rasa kenyang. Simak manfaat dan cara tepat memilihnya.

Daun Cincau Ternyata Punya Potensi Ekspor Yang Menyegarkan

Ekspor daun cincau kering asal Jawa Tengah sudah menyebar ke sejumlah negara di Asia Tenggara hingga Tiongkok. 

Sadar Lemari Dorong Tanggung Jawab Masyarakat atas Limbah Pakaian

Founder Sadar Lemari Sarah Ratu Satriavi mengatakan, pakaian berbahan sintetis jika tidak diolah dengan benar akan menghasilkan zat berbahaya.

11 Provinsi Ini Masih Hujan Lebat, Berikut Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (23/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Jumat 23 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Jumat (23/10), Cek Wilayah yang Berpotensi Hujan Sedang

Cuaca Jawa Barat besok Jumat (23/10) bervariasi, dari cerah hingga hujan sedang. Simak prakiraan cuaca 27 wilayah berikut.