MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik. Meski menguat, namun, logam mulia tetap berada pada jalur penurunan mingguan pertama dalam lebih dari sebulan.
Mengutip Bloomberg, Jumat (6/3) pukul 15.11 WIB, harga emas spot naik 0,72% menjadi US$ 5.119,08 per troi ons.
Harga emas hari ini menembus ke atas US$ 5.100 per troi ons, meskipun diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan hampir 3%. Emas tertekan oleh penguatan dollar AS dan risiko inflasi yang terkait dengan perang di Timur Tengah.
Indeks dollar AS telah naik 1,3% minggu ini, kenaikan terbesar sejak November 2024. Sementara harga obligasi pemerintah AS pada Kamis jatuh untuk hari keempat, sehingga meningkatkan yield ke level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir.
Baca Juga: Harga Emas Global Lanjut Naik di saat Otot Dollar AS Melemah
Hal itu terjadi ketika perang AS-Israel dengan Iran menyebabkan harga minyak melonjak dan mendorong para pedagang memangkas taruhan mengenai penurunan suku bunga Federal Reserves. Pasar swap kini memperkirakan penurunan suku bunga sekitar 34 basis poin pada akhir tahun, dibandingkan pekan lalu yang masih memprediksi penurunan 60 bps.
Dollar AS yang lebih kuat dan suku bunga lebih tinggi, biasanya berdampak negatif bagi emas.
Meskipun perdagangan bergejolak dan momentum kenaikan terhenti dalam beberapa hari terakhir, harga emas masih naik hampir 20% sepanjang tahun ini berjalan. Perubahan besar dalam perdagangan global dan geopolitik yang dilakukan Presiden AS Donald Trump, serta ancaman terhadap independensi The Fed, mendukung aset safe haven.
Pasar global tetap tegang seiring perang memasuki hari ketujuh. Iran meluncurkan rentetan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke seluruh wilayah Teluk pada Kamis malam, menghantam kilang minyak di Bahrain. Sementara, Israel melanjutkan serangan udara di Teheran, dan AS menangguhkan operasi di kedutaan besarnya di Kuwait.
Baca Juga: Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 6 Maret
Melansir Bloomberg, hari ini, Trump bersikeras bahwa ia akan terlibat secara pribadi dalam memilih pemimpin Iran berikutnya. Sementara pemerintahnya sedang mempertimbangkan pilihan untuk mengatasi lonjakan harga minyak dan bensin. Iran telah menyerang infrastruktur energi di beberapa negara dan Selat Hormuz, yang secara efektif ditutup untuk pelayaran.
Aksi jual besar-besaran di pasar saham minggu ini menyebabkan beberapa investor menggunakan emas sebagai sumber likuiditas, sehingga aset safe haven ini terpapar fluktuasi pasar saham global. Kabar bahwa beberapa bank sentral mungkin akan melepas sebagian kepemilikan mereka juga menimbulkan kekhawatiran bahwa pilar utama reli emas selama bertahun-tahun dapat terancam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News